Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
New Episode ll Oh Juniiorku, nasibmu kini!


__ADS_3

Nando meminta berkas itu dan meletakkan di atas nakas, sang pria memeluk tubuh Julia, senyum manis merekah di bibirnya.


Dia tidak merasa gundah lagi, semuanya telah ia dapatkan. Cinta Julia sudah ia miliki, jika restu sang ayah belum teraih, tidak masalah.


Sang ayah adalah PR yang mudah untuknya. Dia akan menangani kakek casanova itu dengan baik, tanpa perlu baku hantam karena Nando mengetahui sifat asli sang ayah. Dia sebenarnya masa bodoh, hanya saja sedang sensitif karena dia tidak menuruti ucapan sang ayah agar menikahi gadis pilihan Tuan Heleas.


"Baby, kita mandi bersama ya?" pinta Nando


dengan manjanya.


"Ini rumahmu, ada kedua orang tua dan pelayan setia Tuan dan Nyonya Heleas. Aku tidak mau, mereka melihat aku seperti wanita murahan, kita akan segera menikah, kau sabar dulu ya?" sahut Julia sambil melepaskan pelukan itu.


"Huft, hilanglah harapan." Sang Tuan Muda mesyum murung, rasanya sesak saat tak mampu melampiaskan hasrat.


"Hehe ... kau itu memang banyak maunya, btw aku tidur dimana?" tanya Julia yang tidak ingin tidur satu ranjang dengan Nando.


"Di sini, bersama ku ya?" pinta Nando sangat berharap, jurus mata kucing kembali ia keluarkan.


"Tidak Steve, aku tidak mau." Sang wanita tidak tergoda dan tidak merasa iba dengan jurus mata kucing.


Julia tidak ingin penghuni rumah mewah itu, memberikan julukan wanita murahan kepadanya.


"Ada apa baby? kau malu tidur dengan pria yang memiliki juniior yang sedang lecet?" ucap Nando rendah diri, dia tak percaya diri dengan miliknya yang sedang tidak dalam kondisi aman terkendali.


"Wkwkkw ... astaga Steve, kau ini bicara apa?" sahut Julia yang heran dengan Nando, pria dengan otak yang dipenuhi adegan dewasa.


"Bicara yang sebenarnya, aku hanya ingin tidur di dadamu, eh pangkuanmu." Nando benar-benar memancing Juli, dia berusaha keras.


Si mesyum mulai beraksi, Julia tidak mau terlalu dalam masuk ke area penuh rayu Nando.


Julia memintanya memberikan kamar lain. Kali ini dia memaksa.


Sang casanova lunglai, hilang harapannya untuk tidur dengan dada empuk dan nyaman itu.

__ADS_1


"Kau kenapa lagi?" tanya Julia.


"Aku ingin dada mu, tapi kau justru pergi." tandas Nando kembali to the point.


"Ya Tuhan, hanya dada?" Julia geleng-geleng kepala, pria mesyum kelas kakap ini memang tidak ada tandingannya.


"Dada juga, yang dibawah sana juga meronta ingin segera sembuh," jelas Nando lesu sangat. Dia sama sekali tak bersemangat.


"Hentikan pembicaraan aneh ini, aku tidak mau melihatmu tidak terkendali."


Julia sudah memprediksikan apa yang terjadi, dia harus segera keluar dari lingkaran sang casanova yang selalu membelenggunya.


"Haha ... oke, aku tidak bersungguh-sungguh baby, hanya bercanda saja."


Akhirnya pria itu menyerah juga, alasannya selalu ada di otak. Pria macam Nando memang pandai berucap.


Sang casanova mengantar sang wanita ke kamar yang berada di sebelah kamarnya, ruangannya lebih feminim dan nuansa warna pink sangat kentara.


"Kita harus izin ibu dulu ya."


"Tidak perlu baby."


"Kau mandi dulu, aku juga akan mandi, setelah itu kita akan makan malam bersama."


"Kau bisa mengganti perbannya?"


"Bisa, tenang saja."


Saat Steve akan keluar dari kamar itu, Julia tiba-tiba berkata," Kau orang baik Steve, aku sangat mencintaimu."


Nando menoleh dan tersenyum," Baby, aku juga sangat mencintaimu."


Tanpa melakukan tindakan apapun, Nando keluar dari kamar yang menyimpan kenangan pahit itu.

__ADS_1


.....


Tap ... tap ... tap ....


Langkah kakinya berjalan menuju kamarnya kembali, namun seorang pria yang ia kenal tiba-tiba datang dan menghampirinya.


"Steve, ikut ayah. Ayah ingin bicara."


"Hm, aku mandi dulu. Jika ingin bicara padaku, nanti saja, waktu makan malam lebih intim, daripada sekarang."


Bruak!


Pintu kamar Nando, ia banting


"Sialan! anak kurang ajar!"


Tuan Heleas benar-benar terkejut, dia tak habis pikir dengan Nando yang selalu membangkang apapun yang dia katakan.


Tuan Heleas memilih pergi, percuma mengatakan apapun dengan batu, pasti mental terus.


Sedangkan di dalam kamarnya, Nando langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Dia melepas helai kain di tubuhnya dan menatap ke arah cermin.


"Si juniior sedang vakum dan libur panjang, namun rasanya ingin sekali bermain, haiissss! aku tidak berdaya, mengapa gadis itu harus mengigit juniiorku! jadinya tidak bisa enaa-enaa lagi kan? hey Juniiorku, sabar ya? nanti kau juga akan mendaki gunung lewati lembah lagi, siapa tahu setelah menikah, Julia lebih ganas di ranjang. Haha ... aku memang luar biasa masalah permesuman."


Nando menatap Juniior dan perlahan membuka perbannya.


Dia mandi di bawah air shower dan sangat berhati-hati.


Sang casanova biasanya bisa menghabiskan waktu di kamar mandi sampai beberapa jam, tapi kali ini, dia hanya mandi sendirian, sebab kegiatan membakar gelora itu sedang tidak ada di otaknya, kali ini dia menjadi anak baik.


*****

__ADS_1


__ADS_2