
Nyonya Jeslin masih memantau apa yang terjadi, dia perlahan mendekati Julia yang masih berbicara di dalam panggilan telepon dengan mantan suaminya.
"Nona Manda? apa anda mengenal Julia? Tuan Heleas mengatakan bahwa kau ada hubungannya dengan Julia? kebetulan aku memiliki mantan istri bernama Julia," ucap Jack tanpa rasa bersalah.
Dia bahkan sangat percaya diri membuat Nando ingin sekali memakinya.
Sang casanova berusaha untuk merebut ponsel Julia, tapi wanita itu langsung menutup panggilan ponsel dengan Jack.
"Steve, jangan melakukan apapun kepada Jack," pinta Julia.
"Kenapa? apa kau masih mencintainya Juli?" jawab Nando dengan tatapan sinis.
"Steve! ini demi kebaikanmu! dia bukan pria mudah yang mampu kau bereskan, kita harus menggunakan cara yang terbaik agar dia mengalah dan pergi dari kehidupan kita untuk selamanya," saran Julia.
Dia mencoba menenangkan pria casanova itu. Julia mencengkram erat pundak Nando dan berkata," Steve, dengarkan aku. Aku lebih memahami Jack Howard, dia itu licik. Dia telah tidur dengan adikku, tapi aku yang disalahkan, diusir dari rumahku sendiri, bahkan dia menceraikanku secara sepihak, dia mampu melakukan segalanya."
Julia meneteskan air matanya, Nando tidak tega melihat kekasih hatinya harus menderita terlalu lama oleh Jack.
"Baby, maafkan aku."
Sang casanova kemudian memeluk tubuh Julia erat sambil mengusap pundaknya dengan lembut.
Julia semakin mempererat pelukannya, dia menahan tangis itu.
"Keluarkan segalanya baby, ada aku. Kau tidak perlu bersedih dan merasa sendiri. Aku akan akan selalu ada untukmu, tapi kau harus berjanji padaku, beri malam-malam indah setelah menikah," ucap Nando sambil tersenyum. Dia memanfaatkan kesempatan ini dengan baik.
"Steve!" tandas Julia.
Dia kesal, dan memukul lengan sang casanova. Bisa-bisanya di saat seperti ini membicarakan kenikmatan duniawi.
"Aduh, mengapa kau memukul?" tanya Nando dengan mata kucing sok tidak bersalah bin polos.
"Aku sedang bersedih, tapi kau masih sempat-sempatnya membicarakan hal itu," jelas Julia sambil menjauh dari tubuh Nando yang sedari tadi memeluknya.
__ADS_1
"Hey, mengapa menjauh?" pungkas Nando.
"Aku pusing Steve, rasanya kepalaku berputar-putar," ucap Julia yang kini memilih untuk duduk di tepi ranjang.
Nando merapat, dia juga duduk di samping Juli, namun Nyonya Jes mencegahnya.
"Hey, benih mesyum, kau minggir dulu. Aku ingin mengintrogasi Julia."
Deg!
Julia dan Nando melupakan kehadiran Nyonya Jeslin, secara tidak sengaja sang ibu casanova mendengar fakta mengenai Julia.
"Ibu, biar aku yang akan menjelaskan mengenai Julia, dia ...." Belum sempat Nando melanjutkan ucapannya, Nyonya Jeslin sudah mendorong Nando menjauh darinya dan Julia.
Nando yang sangat menyayangi ibunya, pasrah dengan apa yang akan terjadi.
'Sial! semoga saja ibu masih mau menerima Julia,' gumam Nando harap-harap cemas.
Nando duduk di samping Nyonya Jeslin, sedangkan tatapan mata sang ibu mengarah ke Julia yang menunduk.
"Tegakkan kepalamu, aku hanya ingin kau menjawab semua pertanyaan yang akan aku ajukan kepadamu," pinta Nyonya Jeslin. Dia terlihat serius kali ini.
Julia menatap mata Nyonya Jeslin, dua bola mata itu terlihat penuh amarah.
"Apa kakak Jack itu Christin Howard?"
"Iya Nyonya Jeslin."
Deg!
Mendengar jawaban yang tidak diinginkan itu, membuat Nyonya Jeslin menghela nafasnya.
"Jadi kau bagian dari hakim wanita yang terkenal akan jasa-jasanya membela hak wanita, tetapi tidak berlaku untuk wanita sepertiku?"
__ADS_1
"Maaf, maksud Nyonya Jeslin?"
"Dia adalah wanita simpanan suamiku yang sempat membuatku dan Heleas bertengkar hebat, waktu itu Steve masih kecil. Aku hampir meninggalkan Heleas karena wanita itu ingin menjadi istri keduanya, aku menolak dengan keras karena ibuku juga mengalami hal yang sama. Dia harus mengurus aku dan kedua adikku dengan susah payah, aku tidak suka suamiku menikah lagi, jika dia seorang cassanova, aku tidak peduli! karena sejak awal bertemu dengan Heleas, dia memang sudah seperti itu. Namun, jika dia memiliki istri selain aku, sudah ku pastikan, perceraian akan menjadi jalan terakhir."
Mata Nyonya Jeslin berkaca-kaca, seolah-olah dia merasakan kesakitan itu, masa lalu yang pedih.
"Kak Chris? dia simpanan Tuan Heleas?"
"Iya."
Juli terkejut dengan fakta ini, dia tidak menyangka jika dunia ternyata sangatlah sempit.
Julia berhubungan dengan Nando yang merupakan putra dari Tuan Heleas, pria beristri yang memiliki hubungan gelap dengan kakak iparnya.
Saat rasa pening menghampirinya, wanita itu tiba-tiba teringat akan kejadian beberapa bulan lalu sebelum dia dan Jack berpisah.
Dia berusaha mengatakannya kepada Nyonya Jes.
"Maaf Nyonya Jes, aku pernah mendengar hubungan gelap ini dari Jack, dia bilang, Kak Chris memiliki kekasih seorang pria beristri, pria itu berjanji akan menikahinya, tetapi terhalang oleh restu. Aku menganggap semua itu hanya angin lalu karena Jack tidak terlalu serius saat mengatakannya," cakap Julia berhati-hati.
"Iya, itu terjadi beberapa bulan lalu, saat Steve tidak ada di rumah, aku dan Heleas memang jarang berbicara, hanya momen tertentu saja kami berbincang. Beberapa hari ini dia bersikap manis padaku, aku acuh, karena jika baper akan sakit hati."
Kedua orang itu diam untuk beberapa detik, tanpa terduga, Nyonya Jeslin memeluk erat tubuh Julia yang masih was-was dengan sikap Nyonya Jeslin.
Dia khawatir, wanita paruh baya itu akan membencinya.
"Aku akan membantumu balas dendam," ucap Nyonya Jeslin yakin.
Julia terbelalak tak percaya, dia semakin mempererat pelukannya.
"Terimakasih Nyonya."
*****
__ADS_1