Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Berdua saja


__ADS_3

"Ibu, aku tidak perduli apapun, pada intinya aku ingin menjadi suami yang baik untuk Juli. Aku akan melindunginya dari Jack yang menyebalkan itu!" ucap Nando penuh percaya diri.


"Haha oke, akan lebih baik jika kalian berdua segera masuk ke dalam kamar, aku mengetahui ada sesuatu yang ingin kalian bicarakan." Sang ibu selalu mengerti apa yang diinginkan oleh anak-anaknya.


Nando langsung menggendong tubuh sang istri ketika izin dari sang ibu telah ia dapatkan.


"Steve?" ucap sang istri sambil melotot ke arah wajah Nando.


"Apa?" tanya Nando.


Dia tersenyum ganas, seperti ingin menerkam mangsanya.


"Kau akan membawaku kemana?" Julia merasa jika Nando akan melakukan hal aneh padanya.


"Tentu saja membawamu menuju surga dunia, kau sudah terlalu banyak menderita, kini aku adalah kekasihmu. Tidak perlu mengatakan apapun lagi."


Nando sangat percaya diri dengan apa yang dia yakini.

__ADS_1


Sang ibu masih mengekor langkah keduanya dan memastikan Nando tidak melakukan hal bodoh saat mengendong sang istri.


"Apa yang kau lakukan ibu? mengapa kau mengikutiku?" tanya Nando heran apa yang dilakukan oleh ibunya.


"Aku hanya ingin mengatakan bahwa seharusnya kau itu masuk ke dalam kamar yang sudah aku siapkan, aku sudah menyiapkan banyak hal! jadi kau menurut saja kepadaku," jawab ibu yang selalu bergerak cepat lebih darinya.


"Oke ... oke, aku akan menuruti apapun yang Ibu katakan karena, kau adalah ibuku yang sangat cerdas dan pengertian!" terang Nando memuji sang ibu tercinta setinggi langit.


Nyonya Jeslin hanya tersenyum saat mendengar kata-kata menyebalkan dari mulut anaknya, kata-kata gombal yang sering iya dengungkan saat begitu bahagia.


"Hm, aku tahu apa maksudmu! jadi jangan pernah merayuku untuk melakukan hal yang lain," tegas sang ibu mendampingi Julia dan Nando masuk ke dalam sebuah ruangan yang telah disediakan sebagai kamar pengantin untuk keduanya.


Nyonya Jes membuka pintu dan langsung semerbak wangi bunga mawar merah merasuk ke dalam jiwa dan raga.


"Harum," ucap Nando dan Julia secara bersamaan.


"Masuklah ke dalam kamar, kondisikan anakmu ya Steve? Haha ...." Sang ibu meledek putranya.

__ADS_1


"Aku tahu!" jawab Nando kesal, dia terlihat sangat menyedihkan jika membahas mengenai anu.


Sang ibu menutup pintu dan masih saja menertawakan Nando yang sangat lucu itu.


Setelah sang ibu masuk ke dalam kamar, Nando merebahkan tubuh sang istri di atas peraduan yang dipenuhi bunga mawar merah berbentuk love.


"Baby? akhirnya kita menikah juga!" ujar Steve sambil duduk di samping sang istri.


"Tapi, kita belum bisa melakukannya karena milikmu masih terluka," ungkap sang istri to the point.


"Duh! rasanya sangat menyebalkan ketika tidak bisa menyalurkan seluruh tenaga untuk menggempur dirimu hari ini, Ehm tapi kiss masih bisa lah! kau masih hutang kiss!" Nando sepertinya menagih kiss yang seharusnya ia dapatkan sejak tadi.


"Lakukan apapun yang kau ingin, tapi jangan terlalu membabi buta, aku tidak kuat!" bisik sang istri yang mengakui kekuatan sang suami.


"Haha ... ini pertama kalinya kau mengatakan tidak kuat, selama ini ke mana saja? aku akan sering ... Haha, sudahlah aku tidak akan membahasnya lagi." Nando tidak ingin mengatakan hal yang membuat sang istri merasa malu, daripada dia mendapatkan masalah di akhir permainan.


"Steve, lakukan, sekarang!" pinta Julia yang sudah siap menerima gempuran surga dunia yang hanya akan suaminya lakukan lewat sentuhan sederhana namun sangat memabukkan.

__ADS_1


..


__ADS_2