
Nando menekan tengkuk Juli, dia semakin memperdalam pertautan bibirnya. Tetapi gigi palsu dan kacamata yang Juli pakai, menghalangi langkahnya untuk menjamah dua pegunungan dan lembah nirwana itu.
"Lepas dulu semua ini," ucap Nando sembari melepaskan kacamata dan gigi palsu itu, ia meletakkan dua benda itu di dalam laci nakas.
Setelah urusan yang menghalangi kegiatan gilanya telah rampung, kini dia kembali menggila.
Permainan bibir berganti dengan lidah yang saling beradu. Tak hanya itu, tangan Nando juga mengembara ke sana kemari, hingga satu titik sensitif Juli berhasil itu raih.
Juli merasakan sensasi luar biasa kala pucuk ranum dipermainkan dengan hebat oleh jemari Nando sang ahli.
Rasa nyaman hadir silih berganti, Nando tak henti membuat sang pujaan hati mendapatkan nirwananya.
"Baby, kau cantik sekali," ucap Nando selepas pertautan itu usia.
Jemarinya semakin nakal, dia menyusup ke lembah nirwana sang pujaan hati dengan penuh gairah.
"Hmppp ... no baby, hentikan! aku ... tidak kuat!"
Seketika itu juga cairan surgawi tumpah ruah, membuat si casanova tanpa apa-apa langsung menyergap pangkal paha sang pujaan hati, dia melepaskan kain yang melekat di sana.
__ADS_1
Setelah semua ditanggalkan, dia membenamkan wajahnya diantara pangkal paha itu, lidah tak bertulangnya sukses membuat Juli menggeliat tak karuan, suara desaahaan terdengar jelas, Nando hilang akal.
Nando telah terhipnotis oleh rasa cinta yang coba Juli berikan kepadanya.
"Baby? i love you," ucap Nando sembari mendongakkan kepalanya.
"Love you too Steve," jawab Juli, posisi tubuhnya terbaring lemah,.dia hanya menahan gelora yang membuncah di dalam dadanya.
Semua yang ada di dalam jiwa, telah tersalurkan. Permainan Nando yang sebatas jemari dan lidah tak bertulang, berhenti saat Juli mencapai surgawi dengan nyaman dan penuh kesempurnaan.
Steve menghentikan kegiatan gilanya dan mengecup pucuk kepala Juli.
"Hm ... semoga ya baby," jawab Juli. Kata-katanya terdengar tidak yakin.
"Kau tidak percaya kepadaku?" tanya Nando, dia merasa Juli marah, tetapi sebenarnya tidak, hanya saja sang pujaan hati sedang mengutarakan maksud hatinya.
"Percaya, tapi aku tidak bisa menjamin kau akan tetap memandang ke arahku, rumput tetangga biasanya selalu bergoyang lebih asoy saat terkena terpaan angin."
Perumpamaan lucu coba Juli sampaikan, membuat Nando bertraveling.
__ADS_1
"Kwkwwk ... bergoyang? apanya yang bergoyang? dimana goyangnya? di atas? di bawah? atau di samping?" tanya Nando menggoda Juli.
"Haha ... sepertinya aku salah perumpamaan." Juli menyadari kesalahannya.
"Hm ... apapun itu, semua yang ada padamu adalah milikku baby, ingat itu ya? jangan mencoba untuk lari meskipun hanya sekejap." Nando telah tergila-gila oleh Julia. Dia tidak akan berpaling ke arah lain, hanya Juli seorang.
"Ayahmu, sepertinya dia tidak menyukaiku karena penampilanku yang aneh tadi," ungkap Juli.
Dia merasa sang ayah mertua hanya ingin menantu yang cantik dan seksi.
"Dia itu mata keranjang, biarkan saja. Pada intinya, besok tunjukkan bahwa kau bisa melewati tantangan dari ayah dengan baik, okey?" Nando memberikan semangat kepada Juli, agar esok mampu memenangkan hati sang ayah mertua.
"Iya baby, tapi aku merasa gugup."
Cup!
Seketika itu juga Nando mengecup kembali bibir ranum Juli, dia tidak memahami apapun, pada intinya rasa cinta itu sudah mendarah daging di dalam hatinya untuk gadis bernama Juli.
...
__ADS_1