
Ada satu hal sangat ingin ia lakukan saat ini, yaitu bertemu dengan Juli dan mengatakan bahwa dia sangat mencintainya, ingin membahagiakan Juli serta melindungi wanita malang itu dari kebiadaban Jack.
Dia tidak rela jika Nona J, menjadi buruk citranya di masyarakat hanya karena dia memergoki langsung adik dan suaminya selingkuh.
Nando memijit keningnya, berharap mendapatkan ide.
"Juli belum mengetahui jika aku adalah Steve Heleas, putra tunggal dari Tuan Heleas. Apa aku jujur saja ya? tapi bagaimana cara mengatakannya? apa harus aku tebar bunga mawar di rumah sakit itu menggunakan helikopter kemudian mengatakan cinta, atau aku harus mengajaknya ke luar negeri? memberinya kejutan yang luar biasa adalah hadiah terindah bagi hidupku yang hampa ini tanpa kehadirannya yang lama ku tunggu. Haisssh! kenapa aku jadi melow dan sok romance? Nando si beringas lama-lama akan letoy juga ini gara-gara pemilik lembah dahsyat, Julia."
Nando berpikir, sampai tengah malam. Dia ingin sekali memberikan yang terbaik, tapi bingung caranya bagaimana.
Saat dia merapikan bantalnya untuk pergi tidur karena paginya dia akan menemui dokter, tiba-tiba ia menemukan ide saat melihat seonggok pita kupu-kupu di balik bantal yang ia gunakan untuk tidur.
"Astaga! dari sore, sampai pukul 23.55, aku tak mendapatkan ide apapun, sampai lupa mengganti baju, tapi saat mata ini akan terpejam, ide muncul dengan sendirinya. Okelah, aku akan menggunakan ini untuk pemanis lamaranku." Nando mencium pita kupu-kupu itu dan menyimpannya di balik bantal yang ia gunakan untuk tidur.
Nando tersenyum, berharap di dalam mimpi, dia akan bertemu dengan Juli.
....
Keesokan harinya ...
Pagi ini langit tidak terlalu cerah, namun si Nando yang sudah bangun pukul 04.00 itu terlihat terlalu cerah karena akan bertemu dengan dokter yang merawat Juli, dia tidak sabar ingin segera membawa Juli pulang ke rumah mewahnya dan mengajaknya berbicara banyak hal sampai tiba waktunya dia melamar.
"Demi apa aku bangun pagi-pagi dan sudah rapi seperti ini, padahal aku pergi tidur saja masih mengenakan handuk kimono." Nando tersenyum di depan cermin saat dia merapikan dasinya. Dia sengaja mengenakan pakaian formal agar terlihat gagah.
Meskipun di mata sang pujaan hati, tak melulu soal tampang, kekayaan, serta modis dan tidaknya sebuah penampilan.
__ADS_1
Nyatanya, pria sekelas Jack Howard saja yang sempurna secara fisik dan penampilan, ternyata bajingann kelas kakap.
Bahkan menjadi bajingaan pun belum cukup, dia harus menjadi pengecut saat memfitnah Juli dan menjadikan dirinya pria bermartabat di mata khalayak ramai.
"Jack, tunggu kehancuranmu! meskipun kita sama-sama brengsek, kita buktikan siapa yang akan jatuh lebih dulu, aku atau kau?"
Nando tersenyum tipis, dia terlihat sangat garang saat ini,bak seorang bodyguard yang siap sedia menjaga majikannya dari gangguan para penjahat yang mengancam kenyamanan hidup sang majikan.
Setelah usai dengan menyempurnakan penampilannya dengan semprotan parfum, dia segera beranjak dari kamar pribadinya, tak lupa Nando menyimpan pita aksen kupu-kupu andalannya di saku jasnya, ia menggunakan benda kecil itu untuk mengatakan kepada Juli bahwa dia adalah pria kecil berusia sepuluh tahun yang bertemu dengannya di masa lalu.
Tap ... tap ... tap ...
Langkahnya begitu yakin, tubuhnya yang tegap dan gagah membuat para gadis pasti langsung kesengsem walau hanya dengan menatapnya saja.
KLEK!
"Santos! apa yang kau lakukan di sini? jantungku hampir copot karenamu!" ucap Nando, dengan nada mengomel.
"Hehe ... maaf Tuan, aku harus berlari dengan cepat karena ada Nona Alea di depan, dia memaksa masuk, dia bilang habis mabuk dan langsung kemari," ucap Santos melapor.
"Astaga! cobaan apa lagi ini?" Nando mencoba tetap tenang meskipun rasanya sangat kesal.
"Biarkan dia masuk, suruh dia temui aku di ruang tamu, berikan Alea minum air mineral agar reda mabuknya. Gadis itu, merepotkan saja! menghancurkan moodku saja," imbuh Nando.
"Siap Tuan Muda," jawab Santos mengiyakan perintah majikannya.
__ADS_1
Sebelumnya Alea sampai di ruang tamu, Nando sudah melangkahkan kakinya di sana, dia juga telah duduk di sofa dengan gaya cool tak ada tandingannya.
Beberapa detik kemudian ...
Muncullah Santos dengan gadis bernama Alea dengan kondisi yang sempoyongan.
"Baby!!! kau tega! mengapa kau tak bisa di hubungi! menemuimu juga sangat sulit! baby, ayo kita bermain lembah basahku, aku ingin cairan surgawimu memenuhi mulutku! baby, aku ingin itu ingin itu ...." Si gadis meracau.
Brug!
Dia bahkan menjatuhkan tubuhnya di pangkuan Nando, dia bersimpuh agar pria mesum itu memberikannya jatah.
Sialan! cobaan orang bertobat berat sekali. Tubuh Alea sangat bohay, lihatlah buah kenyalnya itu, dia selalu tanpa br@ saat bersamaku, tidak Nando, tidak! kau harus tahan, meskipun milikmu sudah menengang.
Tanpa aba-aba, si gadis bertindak brutal, sepertinya hasratnya sudah terlalu penuh hingga tidak bisa ditahan lagi.
Alea membuka resleting celana Nando dan langsung meraih miliknya yang masih terbungkus segitiga pengaman, si gadis mengigit milik Nando hingga pria itu secara refleks mendorong tubuh sang gadis sampai tubuh seksinya tersungkur.
"Sial! apa kau gila! ini aset terbaikku, tidak ada duanya di dunia ini! aisssh!" Nando memegang miliknya yang tergigit piranha betina.
Rasanya panas, nyeri, ngilu menjadi satu.
Alea terlalu ekstrim.
"Kau yang membuatmu menjadi piranha betina, harusnya setuju saja saat aku ingin bercintaa denganmu!" pekik Alea sembari bangkit dari posisi jatuhnya.
__ADS_1
….