
Berada di dalam pesawat, dengan gadis nakal macam Xia, membuat Nando menegang terus. Dia tidak akan menjamah gadis satu ini. Sang casanova hanya bermain-main saja.
Satu setengah jam berlalu dan pesawat tujuan dalam negeri pun landing di bandara xxx dengan lancar tanpa hambatan.
Si gadis yang sedari awal hanya ingin menikmati pelayanan Nando, tertidur pulas akibat gerakan jemari sang casanova di kedua paha mulusnya.
Dia memang sengaja tidak membangunkan sang gadis karena ingin mengerjainya.
Para penumpang satu persatu mengantri untuk turun dari pesawat.
Tak terkecuali Nando, dia juga ikut dibarisan para penumpang, berjalan keluar dari bandara.
'Aku biarkan saja dia di sana. Akan sangat menyenangkan jika dia kelak akan mencariku karena memimpikan rudalku yang maha dahsyat ini, haha ... rasakan!'
Nando tertawa jahat, dia puas mengerjai Xia, gadis nakal yang membuat Julia terluka hatinya.
"Oh iya, Juliaku. Ehm ... apa sebaiknya, aku tidak bilang dulu ya? aku akan memberikan surprise kepadanya jika aku adalah Steve Heleas. Pasti ini sangatlah seru!" Nando memikirkan cara untuk membuat janda muda idamannya terkejut saat mendapati Nando adalah Steve.
....
Para penumpang kini telah turun dari pesawat, di sana hanya tinggal Xia saja yang masih berada di dalam, dia tertidur pulas sekali, seperti orang mati.
Saat Xia masih terpejam, datanglah seorang petugas, dia mendekati penumpang yang belum turun dari pesawat, dia mencoba membangunkan Xia.
"Nona, bangun nona," panggil si petugas sembari mendekat ke arah tubuh Xia yang menggunakan pakaian kurang bahan itu.
Sebagai seorang petugas yang berjenis kelamin laki-laki, dia merasa jantungnya deg-degan, di bawah sana menegang, kala melihat pemandangan belahan dada, juga paha mulus tanpa noda. Apa lagi wajah Xia sangat cantik dan berkulit putih.
Sialan! sepagi ini sudah mendapati paha dan dada ayam kampus.
Batin si petugas, dia berulang kali menelan salivanya, menahan hasrat dan gelora di dalam dada.
__ADS_1
Si petugas tetap menjaga dirinya agar tidak berbuat mesum terhadap gadis di depannya ini.
Setelah beberapa kali si petugas memanggil si nona seksi, akhirnya dia membuka netranya.
Sedikit menggeliat kemudian, perlahan membuka mata lentiknya.
"Nona, apa kau ingin pergi ke Paris lagi?" tanya seorang petugas yang baru saja melihat Xia membuka matanya.
"Tidak, memangnya ada apa? ini sudah berada di kota xxx?" tanya Xia dengan wajah masih muka bantal, terlalu nikmat sentuhan Nando hingga ia tertidur pulas.
"Iya, silahkan turun nona, kami akan membersihkan pesawat ini," jelas si petugas.
Xia bangkit dari tempat duduknya, kemudian berjalan sempoyongan karena kondisi tubuhnya belum stabil, dia sangat mengantuk
Si petugas masih saja tak mampu mengalihkan pandangannya dari gadis nakal dengan pakaian kurang bahan itu, sampai Xia benar-benar menghilang dari pandangannya.
"Dimana pria kuat yang luar biasa itu? apakah dia sengaja meninggalkanku di dalam pesawat? tidak membangunkanku sama sekali?" Xia berspekulasi banyak hal, tapi dia tidak mempermasalahkan semua yang dilakukan oleh Nando, pada intinya, dia sudah terjebak pesona si cassanova gila itu.
Langkah kaki jenjangnya, berjalan menuruni tangga. Dia mencoba menstabilkan langkah kakinya agar tidak terjatuh akibat dirinya yang masih mengantuk.
Dia berjalan menjauh dari landasan pesawat itu menuju pintu keluar bandara.
Di saat Xia berada di Garbarata (kadang juga disebut tangga belalai), ponsel Xia tiba-tiba berdering.
[Info : Garbarata adalah jembatan yang berdinding dan beratap yang menghubungkan ruang tunggu penumpang ke pintu pesawat terbang untuk memudahkan penumpang masuk ke dalam dan keluar dari pesawat.]
Dia segera menjawab panggilan telepon tersebut.
"Halo Kak Jack, ada apa?" tanya Xia malas.
"Kau dimana honey? pergi tidak bilang-bilang?" tanya pria bernama Jack di sambungan telepon.
__ADS_1
"Ada di luar, sedang bertemu dengan teman-teman, Ehm ... sudah ya? nanti aku akan menghubungi Kak Jack lagi."
"Tapi Xia ... aku ..."
Tut ... tut ... Tut ...
Panggilan telepon itu, sengaja Xia matikan karena dia sedang tidak berselera dengan Jack, mantan suami Julia.
Dia segera membuka tas kecil miliknya, di sana ia mencari kartu nama Nando.
"Ketemu," ucap Xia girang kala mendapatkan kartu nama palsu milik Nando. Si casanova hanya menulis beberapa kata di kartu nama yang sering ia gunakan untuk menjebak dan menjerat para gadis.
"Sial! apa dia menipuku? akh, tak apa! aku akan mencari keberadaannya." Tekad Xia sangatlah kuat untuk mencoba rudal super power milik sang casanova yang membuat Xia terbayang-bayang sebesar dan sekokoh apa rudal itu.
Kini langkah kakinya sudah berada di depan bandara, beruntung Xia langsung mendapatkan taxi yang akan membawanya pulang ke rumah milik kedua orang tuanya, yang sebenarnya diamanatkan kepada Juli, tetapi Xia dan Jack merebutnya lantaran banyaknya uang jika rumah itu dijual.
Tubuh sintalnya telah duduk di jok belakang taxi tersebut, dia meminta si sopir untuk segera melajukan taxinya.
Saat taxi itu benar-benar melaju, tanpa sengaja, dia melihat Nando yang masih berada di sekitar bandara itu, tetapi beberapa detik kemudian, dia telah lenyap.
Tubuhnya telah hilang ditelan mobil mewah yang membawanya pergi dari bandara tersebut.
'Itu dia rudal impianku, aku tidak akan berhenti sebelum aku mencoba kekuatannya, oh Nando!'
Si gadis nakal sudah tak memiliki akal lagi, logikanya terhapus, yang ada dipikirannya hanyalah benda tegak milik Nando yang sangat membuatnya penasaran.
Mobil Nando belum terpaut jauh jaraknya dari taxi yang ia tumpangi, Xia berinsiatif untuk menguntit mobil sang casanova.
"Pak, ikuti mobil itu," pinta Xia.
"Baik Nona," jawab si sopir menyanggupi.
__ADS_1
….