Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Nikah juga


__ADS_3

Nando terlihat sangat menderita karena digandeng oleh si Eike, boy genit penuh pesona ( Hahaha, rasakan, emang enak othor kerjain🤣🤣🤣).


"Nyonya Boy, eh si Eike, eh salah lagi, siapa namamu tadi, aku lupa."


"Bi_nal Tuan tampan."


"Oh iya, Bi_nal? aku merasa kau tidak perlu dekat-dekat denganku, apa lagi menempel seperti perangko!"


"Ehm, Bi tahu lah, batasannya. Nyonya Heleas yang mengatakan kepadaku bahwa kau harus segera menikah, gayaku memang seperti ini, maaf jika tidak berkenan. Pada intinya Bi profesional kok, hey! daripada lihat muka Bi yang syantik ini, lebih baik tengok depan deh!"


Bi_nal percaya diri sekali, membuat Nando hampir mau muntah saking mualnya.


Dia penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Bi_nal.


Nando melihat jauh ke depan, lalu nampak pemandangan yang adem.


"Ada bidadari turun dari surga, tepat di depan mataku!"


"Ea!"


Nando dan Bi_nal saling menatap dan menahan tawa masing-masing.


Keduanya terlihat sangat akrab secara tiba-tiba.


"Kenapa senyum?" tanya Nando ketika menyadari Bi_nal terlalu senang karena mendapatkan respon dari Nando.

__ADS_1


"Tidak ada," jawab Bi_nal yang lebih terlihat macho untuk beberapa saat.


"Astaga, kau menakutiku," ucap sang casanova.


"Aku hanya tersedak Tuan, maaf. Ehm, Tuan tampan silahkan menyusul bidadari yang sedang bersama Nyonya Heleas, sukses untuk Tuan!"


"Oke, terima kasih!".


Nando berjalan menjauhi Bi_nal yang ikut bahagia saat melihat senyum mengembang sempurna di bibir pengantin pria dan wanita.


Saat Nando berjalan menuju Julia, ternyata sang calon istri menyadari kehadirannya.


Keduanya pun saling menatap hingga jarak yang jauh kini semakin dekat.


"Kau juga, tampan!"


...


Sang ibu memisahkan dua orang itu dan berusaha untuk menggiring ke panggung pernikahan.


"Nikah dulu, baru pegang-pegang," bisik sang ibu.


"Iya iya, aku paham!" ucap Nando balas berbisik.


Juli dan Nando menuju panggung pernikahan, pendeta yang sudah siap disana, segera meminta pasangan pengantin ini mengucap janji suci di depan pendeta, Tuhan serta tamu undangan yang sudah mulai turun dari lantai atas.

__ADS_1


Posisi kedua mempelai saling berhadapan, dengan sang pendeta ada di tengah-tengahnya.


"Apa kalian sudah siap?" tanya sang pendeta.


"Siap!" jawab Juli dan Nando serentak.


"Silahkan ucapkan janji pernikahanmu Nona," ucap sang pendeta.


"Saya, Julia Deliano Sivian Margaretha akan menjadikan Steve Heleas sebagai suami saya. Saya yakin memilihnya karena saya merasa nyaman. Saya tahu Steve Heleas akan setia pada saya dan dia adalah cinta sejati saya. Pada hari yang istimewa ini, di hadapan Tuhan dan semua saksi pernikahan kita, saya berjanji akan selalu berada di sisinya sebagai istri yang setia dalam suka dan duka, dalam sedih dan senang, dalam sakit dan sehat maupun dalam keadaan terpuruk dan bahagia. Saya berjanji akan mencintainya tanpa syarat, menghibur saat masa sulit, mendukung dalam mencapai cita-cita, menangis dan tertawa bersama, selalu terbuka, selalu menghargai setiap keputusan. Selamanya kita akan hidup bersama," ucap Juli dalam satu hembusan nafas.


"Sekarang giliranmu Tuan, ucapan janji pernikahanmu," pinta sang pendeta.


"Saya Steve Heleas akan menjadikan Julia Deliano Sivian Margaretha sebagai istri saya. Saya yakin memilihnya karena saya merasa nyaman. Saya tahu Julia Deliano Sivian Margaretha akan setia pada saya dan dia adalah cinta sejati saya. Pada hari yang istimewa ini, di hadapan Tuhan dan semua saksi pernikahan kita, saya berjanji akan selalu berada di sisinya sebagai suami yang setia dalam suka dan duka, dalam sedih dan senang, dalam sakit dan sehat maupun dalam keadaan terpuruk dan bahagia. Saya berjanji akan mencintainya tanpa syarat, menghibur saat masa sulit, mendukung dalam mencapai cita-cita, menangis dan tertawa bersama, selalu terbuka, selalu menghargai setiap keputusan. Selamanya kita akan hidup bersama," ucap Steve dalam satu hembusan nafas.


Janji suci pernikahan telah terucap, keduanya memiliki pasangan suami istri.


Juli dan Nando saling bertatap, dari sorot matanya terlihat kebahagiaan yang nyata.


Julia menyimpan adegan kissing karena Juli takut Nando tidak mengerti situasi.


"Kiss nanti saja!"


"Iya bawel!"


*****

__ADS_1


__ADS_2