
Nando dan Julia keluar dari kamar secara bersamaan, di belakangnya ada Ferdinand yang mengekor langkah keduanya.
Di ujung sana, nampak tua wanita cantik menunggu kedatangan pasangan suami istri yang baru saja melangsungkan hari bahagianya.
"Itu mantanmu?" tanya Julia.
"Iya, baby, kau jangan cemburu ya?" sahut Nando ini sangat takut kehilangan istrinya.
"Tenang saja, kau adalah suamiku sekarang jadi tidak ada yang harus aku khawatirkan," ucap Julia dengan segala kerendahan hatinya.
Ferdinand tersenyumlah," Kakakku, dia itu orang yang setia meskipun kau menyakitinya! tapi jangan kau lakukan itu ya? nanti aku akan membuat babak belur!" Mata Ferdin tetap tajam ke arah netra Nando, keduanya saling bertatap.
"Aku tidak akan pernah menyakiti hati istriku, kau itu kalau bicara yang benar!" gerutu Nando sambil terus menempel di tubuh istrinya.
Kini langkah ketiga orang itu telah sampai di hadapan dua gadis mantan simpanan Nando.
"Hay Nando?" sapa dua orang itu secara bersamaan.
"Darimana kalian bisa mengetahui jika aku menikah hari ini?" tanya Nando heran.
"Dari ibumu, dia mengizinkan kami untuk datang dan membalaskan dendam kepadamu! agar kau mengetahui betapa sakitnya hati kami ketika ku hanya membohongi dan tidak setia kepada kami berlima, tetapi aku mendengarkan kata Nyonya Jeslin," sifat bar-bar Fea terlihat sangat jelas sehingga dia langsung menampar Nando.
__ADS_1
Plak!
Satu tamparan cukup membuat sang casanova kesal, kemudian satu tamparan lagi dari Cantika.
Dua tamparan mendarat di kedua pipi sang casanova hingga warna kulit pipinya menjadi merah.
Fea dan Cantika mengumpat, mereka melampiaskan segalanya kepada pengantin pria dan Juli hanya diam saja.
"Baby, mengapa kau tidak menolong ku?" cakap Nando.
"Karena kau sudah seharusnya mendapatkan hukuman ini, lebih baik kau sakit hari ini daripada menyesal kemudian di masa depan. Aku mendukung apa yang dikatakan oleh ibu mertua," ucap Julia merasa apa yang dilakukan ibu mertua sangatlah tepat, ini baik untuk masa depan Nando.
Jika tidak ada hal semacam ini, mana bisa, Nando berubah?
..
Saat terjadi hukuman untuk sang casanova, tiba-tiba datang seorang pria berbaju putih masuk ke dalam ruangan itu.
Dia langsung bertemu dengannya sedang mengawasi terjadinya pembalasan dendam para mantan kekasih Nando.
"Dok, ada apa kemari?" tanya Nyonya Jeslin.
__ADS_1
"Nyonya Nando menelponku karena ada sesuatu, sepertinya anu anak anda bermasalah, jadi aku harus melakukan pemeriksaan," jawab si dokter.
"Haha ... iya, dia memang harus mendapatkan hal itu agar sadar. Oh ya, dokter mau melihat pertunjukan yang bagus tidak? itu ada dua mantan kekasih anakku yang sudah menghajar sang casanova yang ingin tobat!" Nyonya Jeslin menunjuk ke arah Nando yang sedang mendapatkan azab dari para mantan kekasihnya.
Nando sudah cukup babak belur dan dia diam saja karena mengerti kesalahannya.
"Oke, aku kesal padamu, tapi muka mu yang babak belur itu belum menjadi balasan yang setimpal! kau harus mendapatkan hal yang lebih lagi!" Cantika terlihat masih memukul Nando, Julia menghentikannya.
"Stop, Nona Cantika. Suamiku, sudah tidak melawan saat kau memukulnya! kini dia sudah tidak berdaya dan kau harus berhenti, kau juga Nona Fea, gigitan ala piranha mu itu, sangat berkesan bagi suamiku, dua hukuman yang cukup membuatnya bertobat dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi!" Ucapan bijak dari Juli, membuat dua gadis itu berpikir.
Akhirnya, dua gadis mantan simpanan Nando itu, pergi dari hadapan Juli.
Mereka tidak mengucap sepatah kata pun.
Saat Cantika dan Fea bertamu dokter pribadi Nando pun, diam saja, padahal dia dan rekannya yang seorang dokter wanita yang selama ini mengecek kesehatan kelima simpanan Nando.
"Nona Fea? Cantika?" sapa sang dokter.
Dua gadis itu memalingkan wajah lalu pergi begitu saja.
"Mereka sudah sakit hati denganmu, rekan wanita mu serta Nando, wajarlah jika dia seperti itu!" ucap Nyonya Jeslin yang lebih mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
*****