Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Keesokan harinya...


__ADS_3

Nando merasa senang, karena semalaman bisa memeluk tubuh bak gitar spanyol itu, bahkan dia juga bisa memahami perasaan Julia kepadanya.


Dia sangat bahagia karena hati Julia hanya untuknya.


Namun, dia merasa bersalah karena pelukan yang dia berikan bukan sebagai Nando, tapi sebagai Nyonya Jeslin.


Tok ... tok ... tok ....


Suara ketukan pintu membangunkan Nando, namun sang wanita mencegah Nando untuk melepaskan pelukannya.


Julia tidur sangat lelap hingga tidak mampu membedakan mana Nando, mana Nyonya Jeslin.


"Nyonya, jangan pergi. Anda seperti ibuku, aku rindu padanya, jadi jangan pergi," pinta Julia sambil mata tetap terpejam. Dia semakin erat memeluk Nando.


Hingga pria itu merasa geli, dia menutupi mulutnya agar tidak mengeluarkan suara.


Namun, saat tiba-tiba pintu itu terbuka ...


"Astaga, kalian sedang apa?" ucap Nyonya Jeslin.


"Pelankan suaramu ibu, nanti Julia ...." Belum sempat Nando meneruskan kata-katanya, mata Julia terbuka.


Dia menguap kemudian mendongak ke arah atas, Julia terkejut mendapati wajah tampan Nando yang pertama kali Julia lihat.


"Hei! apa yang kau lakukan di sini? dasar mesyum!" pungkas Julia sambil meraih bantal dan memukul ke arah tubuh Nando.


"Rasakan ini!" imbuh Julia masih terus melakukan hal yang sama terhadap Nando.


Hingga sang ibu casanova mendekat, dia memberikan dua kotak besar kepada Julia dan Nando.


"Heh, kalian sudah dewasa, kenapa masih bermain pukul memukul bantal? hentikan Julia, anggap saja Steve khilaf. Oh iya, ini dua kotak besar untuk kalian berdua, ibu dan Santos sudah menyiapkan kostum yang pas untuk Nando dan Julia yang super kiyowo, dalam rangka menghadiri rapat nanti jam 08.00," jelas Nyonya Jeslin.


"Ibu seperti mengetahui kata kiyowo saja," ucap Nando meremehkan.


"Issshhh! memang ibu tidak tahu! kata Santos artinya lucu dan imut, itu bahasa bahasa Korea, ah kalian itu terlalu sibuk dengan kehidupan yang rumit, sekali-kali jalan-jalan, makan di restoran. Apa semuanya harus ibu yang melakukannya?" tandas sang ibu casanova yang cerewetnya bukan main.

__ADS_1


Julia menghentikan pukulan bantal kearah Nando, dan mengambil kotak berisi baju untuk dipakai saat rapat.


Nando pun sama, dia juga menerima apa yang sang ibu siapkan, jika tidak, pasti sang ibu akan mengomel dari A-Z dan kembali ke A.


Dia sering mendengar hal ini sejak kecil jadi memahaminya.


"Nah bagus, setelah menerima ini, kalian mandi, ini sudah pukul 6 pagi. Aku akan briefing kalian berdua dalam menjalankan misi yang pernah aku katakan tempo hari, kalian masih ingat kan?" tanya Nyonya Jeslin memastikan.


"Ya, paham, mengerti, memahami," jawab Julia dan Nando kompak, jelas dan lengkap.


Nyonya Jeslin tersenyum.


"Nah gitu kan bagus, akur, sudah ya? ibu sudah menyiapkan sarapan, segera ke meja makan jika sudah selesai bersiap-siap," pinta Nyonya Jeslin.


"Ya," sahut kedua orang itu secara bersamaan.


Setelah Nyonya Jeslin pergi, Julia yang gantian marah-marah.


"Hei, pria mesyum, apa yang kau lakukan disini! dasar mesyum, cabul, gila! sana mandi dulu! aku malas melihatmu!" ucap Julia seperti bocah yang sedang ngambek.


Julia tidak bergeming, dia belum melihat keseriusan dari Nando.


"Jika minta maaf bisa mengubah segalanya, pasti aku sudah memaafkanmu, tapi bukan itu yang aku inginkan," pinta Julia lirih.


"Apa yang kau inginkan baby? coba katakan, jika itu sulit pun akan aku kabulkan!" jawab Nando penuh semangat.


"Aku ingin datang ke makam ayah dan ibuku, aku ingin memperkenalkan kau sebagai calon menantu keluargaku, mungkin ini aneh, tapi aku hanya ingin itu. Dulu Jack sangat sibuk, dia enggan datang ke pemakaman ayah dan ibuku, aku sedih waktu itu, aku takut kau juga sama dengannya, kau akan menyepelekan keinginan sederhanaku ini. Aku memang sangat mencintai Jack hingga lupa berkunjung ke pusara mereka, mungkin pengkhianatan Jack, sebagai bukti tidak ada restu mereka untuk hubungan kami, jadi hanya ...."


Cup!


Belum sempat kata-kata itu tersampaikan, Nando sudah mendongakkan kepalanya dan mengecup bibir Julia.


"Love you, aku sangat mencintaimu, aku ikuti apapun yang kau inginkan," ucap Nando melepaskan kecupannya dan memeluk tubuh Julia.


Julia yang hampir saja hanyut dalam perasaannya, langsung meraih kesadarannya.

__ADS_1


"Ada satu lagi," pungkas Julia.


Dia membuat jarak antara dirinya dan Nando.


"Apa lagi sayang?" sahut Nando yang merasa Julia memiliki banyak syarat.


"Kau harus berjanji, jika bertemu Xia jangan gatel, jika nanti ada orang yang menjadi partner ranjangmu, atau seseorang yang suka padamu, tegaslah! jadi aku tahu kau serius," ungkap Julia.


"Haha ... mudah sekali syaratnya, oke! tapi aku juga butuh hadiah setelah mampu memenuhi syarat darimu," tukas Nando.


"Kau meminta apa?"


"Tubuhmu!"


"Hu .... dasar mesyum! nanti kalau sudah menikah! kau ini belum sembuh, pikiranmu kotor sekali!"


Bug!


Julia memukul wajah Nando dengan bantal dan pergi ke kamar mandi.


"Kau mau kemana?" pekik Nando.


"Mandi!" teriak Julia sesaat setelah membuka pintu kamar mandi.


"Mandi bersama?" teriak Nando.


"Tidak mau!" tegas Julia.


Dia langsung menutup pintu kamar mandi tersebut.


"Astaga! jahatnya!"


Nando kembali merebahkan tubuhnya di ranjang, dia merasa bahagia karena Julia tidak marah padanya dan perlahan mau memaafkannya.


"Yes, akhirnya dia luluh juga, aku harus lebih berhati-hati agar dia tetap bersamaku karena hanya dia yang aku inginkan di dunia ini."

__ADS_1


*****


__ADS_2