
Sepanjang perjalanan menuju rumah Nando, dia hanya bisa diam saat mendapati Juli selalu menanggapi apa yang di katakan oleh Nyonya Heleas. Juli yang memiliki karier cemerlang serta anggun, membuat Nyonya Jeslin tak henti-hentinya memuji Juli.
"Wah kau ternyata juga lulusan bisnis dan manajemen universitas luar negeri?" Rasa kagum itu Nyonya Jeslin tunjukkan dengan cara memeluk ataupun mencium pipi calon menantunya.
Awal bertemu membuat Juli canggung, tapi pada dasarnya dia sangat senang karena rasa cinta terhadap ibu bisa terobati dengan adanya Nyonya Jeslin di sampingnya.
Dia tidak menyangka akan bertemu dengan orang tua Steve hari ini, secara tujuan utamanya adalah balas dendam terhadap Jack.
Namun, untuk mendapatkan balas dendam yang luar biasa, dia harus mengorbankan diri masuk ke dalam lingkungan keluarga Steve Heleas.
Tidak main-main, dia akan menikahi putra tunggal dari Tuan Heleas si tangan dingin dalam berbisnis.
Beberapa menit kemudian,
Mobil sang casanova pelataran parkir di depan rumah mewah yang super menakjubkan, Juli mengakui jika Nando bukan orang sembarangan. Tetapi anehnya, si Nando mengapa Nando memilih jalan yang salah seperti ayahnya?
Jawaban adalah, karena faktor keturunannya.
....
__ADS_1
Ketiga orang itu turun dari mobil, sang ibu langsung menyeret tangan Juli dan membawanya masuk ke dalam rumah mewahnya.
"Bisa mampus kalau ayah menyukai Juli, apalagi mengenali siapa dia sebenarnya? aku yakin, balas dendam Juli akan terhambat!" Mendapati kemungkinan ini, Nando langsung mengejar sang ibu dan menghentikan langkahnya.
"Baby, ikut aku sebentar." Nando mengambil alih Juli, membuat sang ibu heran.
"Ada apa?" tanya sang ibu.
"Ibu masuk dulu, aku ingin bicara dengan Juli sebentar," jawab Nando beralasan.
"Oh, oke. Jangan lama-lama, ibu tunggu di dalam. Ayahmu sebentar lagi pulang, usahakan kalian berdua ada di dalam rumah saat ayahmu sampai di rumah."
Sang ibu yang mempercayai keduanya, lebih memilih untuk segera mempersiapkan segalanya secara cepat, semacam acara makan bersama dengan calon menantu idaman.
Setelah sang ibu pergi, Nando menyampaikan pendapatnya.
"Baby, kau terlalu cantik, kau harus memakai kacamata dan gigi palsu agar ayahku tidak menyukaimu," ucap Nando yang sudah menyiapkan segalanya.
"Kau sudah menyiapkannya? aku terserah kau saja bagaimana enaknya." Juli tidak ingin ambil pusing tentang apa yang direncanakan oleh Nando.
__ADS_1
"Oke, kau tunggu di sini." Nando mengambil sesuatu di dalam mobilnya, kemudian menghampiri Juli kembali.
"Ini," imbuh Nando sembari menyerahkan kotak berisi kaca dan kotak kaca yang berisi gigi palsu.
"Aku harus memakai ini?" tanya Juli.
"Iya, pakai ya baby?" pinta Nando memohon.
"Okelah."
Nando membantu Juli memakai kacamata tebal dan gigi palsu. Setelah penampilannya sangat berbeda dengan Juli yang sebenarnya, baru Nando mengajak sang pujaan hati masuk ke dalam rumah.
Tapi saat Nando melangkahkan kakinya menuju rumah mewahnya, sebuah mobil kuno bernilai milyaran berhenti tepat di depan keduanya.
"Kau masih ingat jalan pulang Steve?" tanya orang yang berada di dalam mobil itu.
"Bagaimana pun rumah ini adalah rumahku, tidak ada alasan khusus untuk tidak pulang," jawab Nando ketus.
"Oh, jadi ini. Gadis culun yang akan menjadi menantuku, ehm ... boleh juga bodynya, ajak dia masuk! di luar dingin. Pak jalan!" Sang kakek moyang casanova meminta sang sopir untuk kembali melajukan mobilnya menuju garasi super mewahnya.
__ADS_1
….