Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
New Episode ll Rencana jitu


__ADS_3

Hari yang panjang, ketiga orang itu lalui dengan merencakan banyak hal.


Dari hal kecil sampai yang sangat penting mereka teliti. Nyonya Jeslin tidak ingin rencananya gagal hanya karena kecerobohan.


"Ibu, aku harus menjadi cleaning servis? astaga! wajah model majalah dewasa yang super hot seperti ku ini, mana ada jadi pelayan?" protes Nando.


Dia mengerucut bibirnya, hampir seperti p*antat ayam.


"Hey, putraku yang tampan. Apa otakmu tidak bisa digunakan? bagaimana bisa kau menjadi diri sendiri saat bertemu Jack? kau bilang sangat mencintai Julia. Bagaimana bisa tidak menuruti ucapanku?" ucap sang ibu dengan berdecak pinggang.


"Tapi bu ...." Nando merengek.


Dia ingin profesi lain.


Akan tetapi sang ibu sama sekali tidak bergeming, saat Nando menyamar sebagai seorang OB, akan memudahkannya untuk memantau situasi rapat, jika terjadi sesuatu, Nando akan segera bertindak.


"Baby, aku jadi suamimu saja ya? masak iya OB?" Kini sang casanova merengek kepada Juli.


"Sayang, sekali-kali kau ikut saja ucapan ibumu, aku juga tidak masalah menjadi orang lain."


Nyonya Jeslin meminta Juli menjadi seorang gadis muda yang cantik, Nyonya Jeslin akan merombak penampilan Julia agar lebih luar biasa di depan semua orang saat rapat bersama kolega sang suami.


Julia sudah terlihat cantik, tapi akan lebih menggoda jika ditambah dengan riasan.


Nyonya Jeslin melihat Julia seperti mutiara di dalam lumpur. Dia sudah cantik, hanya saja kurang polesan, sang wanita terlalu sederhana.


"Julia, aku harap kau tetap tegar saat bertemu mantan suamimu, pasti Xia juga akan bersamanya saat rapat nanti. Kau tunjukkan kecantikan dan kapasitas mu sebagai pebisnis muda. Nando akan memantau setiap detiknya," jelas Nyonya Jeslin.

__ADS_1


Nando yang pasrah tentang tugasnya terlihat malas, dia harus bertemu dengan OB yang menyebalkan, seorang gadis yang sangat menyukainya dulu.


"Ibu, nanti Debora akan membuatku merasa kesulitan saat menjalankan misi. Aku menjadi sekretaris Julia saja ya?"


Nando memohon, sedangkan sang ibu tidak bergeming.


Dia ingin sang putra menghargai setiap profesi, tidak melulu jabatan tinggi yang harus pria itu pandang.


Ada banyak hal di dunia ini yang hebat, Nando terlalu biasa dengan kemewahan, jadi dia tidak memahami profesi dibawahnya.


...


"Keputusan ibu sudah final, kau harus menjadi OB dan Julia menjadi gadis cantik untuk memikat Jack, kita bombardir pria itu dengan penyesalan yang mendalam. Aku yakin, adik Juli hanya gadis biasa yang memang cantik dan seksi, tapi isi kepalanya nol besar. Kau harus percaya diri Juli, dada mu juga berisi, hanya saja kau tidak terlalu menonjolkan sisi itu. Kau harus terlihat berbeda saat menemui mantan suami yang brengsek itu," jelas Nyonya Jeslin sambil menahan tawanya saat sang putra tiba-tiba memeluk Julia dan melindungi dada itu.


"Ibu, dada ini milikku, mana ada untuk di tonjolkan? apa lagi hanya diperlihatkan kepada pria mesyum itu."


"Hey! memangnya kau itu suci? polos?" ucap Nyonya Jeslin menggoda sang putra.


"Iyalah, aku polos dan suci kalau sedang berada di surga dunia bersama Juli, benarkan baby?" tandas Nando sambil menatap wajah Juli yang sedari tadi menahan tawanya mendengar percakapan unfaedah dari anak dan ibu itu.


"Ck ... ck ... anakku ini memang pandai menjawab, kau itu keturunan orang mesyum, jadi tidak perlu mengelak," sahut Nyonya Jeslin.


Sang ibu tidak habis pikir dengan sang putra, anak semata wayangnya yang sangat susah diatur, selalu mendominasi dan menyukai para gadis, membuatnya pening, bahkan sebutan mesyum juga belum cukup menggambarkan tingkah Nando yang gila itu.


"Aku mau mengelak tapi tidak bisa, intinya aku tidak mesyum, tapi mata keranjang kwkwwkkw."


Sudah bisa di pastikan, Tuan Muda keluarga Heleas, 100 % keturunan kakek mesyum. Dia mengakuinya secara gamblang.

__ADS_1


"Ya ampun anak ini, ampunilah dosa hamba ya Tuhan."


Nyonya Jeslin tepok jidat kala mengetahui kelakuan anaknya yang membuat dirinya geleng-geleng kepala.


Saat situasi sudah mulai mencair, tiba-tiba datang Tuan Heleas dengan membawa berkas.


"Tangkap Steve, pelajari! pastikan calon istrimu paham mengenai rapat besok," pinta Tuan Heleas yang hanya membuka pintu kamar Nando, kemudian melempar berkas yang akan dibahas saat rapat esok hari.


"Hap! aku tangkap!"


Sang casanova berhasil menangkap berkas itu karena dia sigap, dia sudah memahami sang ayah yang memang selalu seperti itu, dia menganggap Steve seperti temannya, karena jiwa mudanya melebihi sang putra.


"Kau ajari si culun kacamata dan gigi mancung tapi bohai itu untuk mempelajari rapat. Jangan sampai mempermalukan ku, istriku! ikut aku, kita perlu bicara," pinta Tuan Heleas.


Sang istri yang merasa sudah menyelesaikan tugasnya, mengiyakan permintaan sang suami.


"Fighting!" ucap sang ibu sambil berjalan menuju pintu yang sudah terbuka, dan perlahan menghilang dari balik pintu.


Setelah kepergian sang ibu, Nando menyerahkan berkas itu kepada Julia, dia meminta sang wanita untuk mempelajarinya.


Julia sangat antusias, wajahnya terlihat cerah.


Beberapa menit kemudian ...


"Baby, ini rapat yang sering aku lakukan setiap hari. Aku pasti bisa," ujar Juli yang sudah memahami tema rapat esok hari.


"Wah ... kau cantik,seksi, intelektual, mampu menyenangkanku dan sangat hebat, aku tidak menyangka dalam waktu beberapa menit saja kau mampu memahami isi dari berkas ini," balas Nando kagum dengan sosok Julia yang terlihat lemah, namun memiliki sisi lain yang memukau.

__ADS_1


*******


__ADS_2