Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Keputusan Julia


__ADS_3

Saat sang casanova berada dalam masalah, tiba-tiba Julia keluar dari kamar utama dan menghampiri Nando.


"Maaf Steve, aku tidak bisa menikah denganmu sebelum kau benar-benar menyelesaikan urusanmu dengan para gadismu, aku akan datang dan memimpin rapat besok sebagai temanmu, bukan sebagai calon istrimu."


Deg!


Jantung itu seperti ingin copot dari tempatnya, rasanya tidak tertahan lagi.


Bagaimana bisa Julia mengatakan hal ini padanya?


Nando masih di posisi semula, dia merasa sangat bersalah.


"Baby, jangan. Aku mencintaimu, aku ingin menikahimu," ungkap Nando memohon.


Dia memeluk erat tubuh Julia, namun wanita itu tetap diam terpaku.


"Aku tidak bisa hidup dengan pria yang tidak berkomitmen, rasa sakit itu sudah cukup, aku tidak mau merasakan perih lagi," pungkas Julia dengan berderai air mata.


"Baby, aku ...." Belum sempat Nando merayu Julia agar tetap bersamanya, tiba-tiba datang seorang yang sangat Nando inginkan, dia adalah sang ibu.


Diam-diam Santos menghubungi Nyonya Jeslin untuk membantu menyelesaikan masalah pelik ini.


"Bagus Steve, kau telah membuat menantu ibu sedih, sebagai ibu, aku tidak rela," jelas Nyonya Jeslin sambil menghampiri Julia.


"Maaf Bu, aku yang salah, tapi aku ingin berubah, bertobat," tandas Nando.


Dia bersimpuh dihadapan sang ibu.


"Tolong ibu, katakan kepada Julia bahwa aku sangat mencintainya, aku ingin menikahinya," seloroh Nando.


"Hm ... daripada banyak bicara, lebih baik kau merenungkan apa yang telah kau lakukan, aku sebagai seorang istri casanova sudah cukup bersabar, tapi saat kau juga bermain dengan adik Julia, ini sangat menyakiti ibu, Steve," ucap Nyonya Jeslin.

__ADS_1


Julia terpaku, dia masih tak mengira semua ini akan terjadi lagi.


Sang ibu meminta Julia untuk masuk ke dalam kamar utama milik Steve, sedangkan Nando ditinggalkan begitu saja bersama Santos.


"Santos? aku harus bagaimana? cintaku telah hilang Santos!"


Tangis itu pun tumpah, sebagai pria casanova, mencintai wanita yang tulus seperti Juli adalah sebuah anugerah, tapi dia yang memiliki noda hitam masa lalu, membuatnya rapuh dan harus berbenah diri.


...


"Tuan, lebih baik anda beristirahat saja, semua ini harus terjadi agar Tuan Muda tidak sembarangan mengumbar kata manis kepada gadis manapun, ini saatnya Tuan berhenti," saran Santos.


Nando memikirkan saran Santos, tapi Nando masih bingung dengan ke empat gadisnya, secara tidak langsung, mereka akan merongrong kehidupan asmara sang casanova.


Santos mengatakan bahwa dia akan membantu Nando agar lepas dari belenggu mantan partner ranjangnya.


"Nyonya Jeslin akan menyelesaikan masalah ini, dia akan berbicara dengan ke empat gadis mantan simpanan Tuan Muda," ujar sang Santos.


"Benarkah ibu akan membantu?" tanya Nando.


"Aku tidak bisa berkata-kata lagi, ibuku memang luar biasa," kata Nando terharu.


"Maka dari itu, Tuan harus lebih menghargai wanita, mereka bisa menjadi buas dan lembut, tergantung bagaimana para pria memperlakukannya," tandas Santos memberi petuah.


"Kau dan ibu adalah yang terbaik," ucap Nando.


"Nyonya dan Tuan mengutusku ikut bersama Tuan Muda juga karena mereka mengetahui jika Tuan masih labil dan belum dewasa, aku sebagai penengah antara Tuan Muda, Tuan Besar dan Nyonya Besar," jelas Santos.


"Iya, aku sempat menyepelekan masalah ini, tapi pada akhirnya, penyesalan mendalam harus aku alami, derita yang tidak pernah berakhir," pungkas Nando.


Nando, bangkit dari posisi bersimpuhnya, kemudian berjalan menuju kamar Santos.

__ADS_1


"Hey? mau kemana Tuan?" tanya Santos yang melihat sang majikan menuju kamarnya.


"Tidur denganmu," jawab Nando lesu.


"Astaga! selera Tuan Muda sekarang pria tua macam aku? ampun Tuan, aku masih normal," canda Santos.


"Pikiranmu Santos! aku tak berselera, kau pria tua, pasti alot dan tidak bergizi," celetuk Nando sambil terus berjalan menuju kamar sang pelayan setia.


"Cih, Tuan Muda mesyum bisa juga galau berat, aku kira masih bisa percaya diri seperti sebelumnya," ungkap Santos.


Sang pelayan setia, memilih untuk berjalan menuju kamar utama, dia ingin melapor kepada Nyonya Jeslin.


Tok ... tok ... tok ....


Santos mengetuk pintu kamar utama, setelah itu, muncul Nyonya Jeslin dari balik pintu.


"Bagaimana?" tanya Nyonya Jeslin.


"Aman Nyonya, sepertinya Tuan Muda pasrah, dia benar-benar menyesal," ungkap sang pelayan setia.


"Temui ke empat gadis itu Santos, beri mereka masing-masing satu mobil mewah keluaran terbaru serta bagikan uang 1 triliun untuk para gadis itu karena sudah berhasil menjalankan misi," pungkas sang ibu.


Dia berbisik saat mengatakan ini karena takut Julia mendengar.


"Santos, kau sudah mencari jati diri pria yang membuat keributan di bar saat kau menjemput Julia?" tanya Nyonya Jeslin.


"Belum Nyonya, dia terlalu tertutup Nyonya, aku hanya mengetahui bahwa Tuan itu seorang pria yang diangkat menjadi anak oleh Tuan Robert," ungkap sang pelayan setia.


"Astaga! Robert? dia sahabat lamaku ... Haha, bisa diatur, aku akan mengatakan kepadanya agar anak angkatnya tidak mendekati calon menantuku," jelas Nyonya Besar.


'Nyonya Besar sangat berharap Tuan Steve mendapatkan wanita yang cocok untuk majikan gilaku itu, semoga usaha Nyonya Jes, berhasil!' gumam Santos merasa bahagia melihat raut bahagia Nyonya Jes yang sempat hilang akibat kegilaan Tuan Heleas.

__ADS_1


Julia adalah wanita yang sangat ingin ia perjuangkan kebahagiaannya, dia tidak ingin wanita lain menjadi seperti dirinya.


*****


__ADS_2