
Nando bangkit dari ranjang dan mengambil sesuatu di dalam laci.
Setelah apa yang ia ingin kan ada di tangannya, Nando kembali naik ke ranjang.
"Baby, ayo kita membahas rapat," ucap Nando.
"Aku merapikan baju dan celanaku dulu, ini ulahmu, semuanya menjadi berantakan," jawab Nando.
"Haha ... kau benar juga."
Nando membantu merapikan penampilan Juli, setelah rapi, keduanya duduk di tepi ranjang.
"Membahas hal ini di atas ranjang adalah ide yang bagus. Terimakasih ibu, kau memberikan kesempatan luar biasa kepadaku." Nando sangat bahagia, dia mampu membuat Juli melayang tanpa henti.
"Astaga, pikiranmu jangan kemana-mana sayang. Ayo kita mulai."
"Ya."
...
Nando menulis kan konsep yang biasanya sang ayah sampaikan saat memulai rapat, mengisi serta menutup rapat tersebut.
__ADS_1
Segalanya telah Nando tulis secara terperinci.
"Baby, kau pelajari ini. Rapat ayah tidak serumit perusahaanmu, dia hanya membahas isu-isu ringan. Aku yakin kau pasti bisa!" Nando memberikan semangat kepada Juli.
"Aku deg-degan, sudah berapa hari ini aku tidak memimpin rapat. Bagaimana perusahaanku ya? apa Jack telah memindah tangan aset perusahaan ku menjadi miliknya? ini sangat menyedihkan bagiku," ucap Juli yang tidak berdaya menghadapi kekuasaan Jack yang sangat luar biasa.
Sang mantan suami memang hebat di dunia bisnis, dia tidak mampu mengalahkan sang suami karena kekuasaannya melebihi 50% sahamnya.
Dia lebih terkenal, lebih memiliki potensi mengembangkan ide-ide baru dan lebih segalanya dari perusahaan yang Juli miliki selama ini.
Nando tidak mau melihat sang pujaan hati bersedih, dia akan membantu Juli.
Nama itu akan mengembangkan seluruh dunia, menjadi nama perusahaan yang tersohor di seluruh dunia.
...
Juli lagi-lagi terkesima dengan apa yang dilakukan oleh calon suaminya, tidak pernah menyangka bahwa anda memiliki pemikiran luar biasa di masa depan.
"Sayang, terima kasih atas cinta dan segalanya yang telah kau berikan kepadaku. Maaf, aku selalu merepotkanmu." Juli tidak bisa memberikan apapun kepada Steve, tapi dia bisa memberikan tubuhnya. Satu-satunya yang ia miliki saat ini.
"Kau menyayangiku telah menerima aku apa adanya saja sudah lebih dari cukup, aku tidak ingin apapun. Kau saja, hanya ingin kau saja di sampingku." Nando menatap mata indah yang hanya dimiliki oleh sang pujaan hati.
__ADS_1
Juli pun menatap mata sang casanova, tatapannya sangat teduh, berbeda dengan saat pertama kali dia bertemu dengan Nando.
Saat itu, yang ada di mata Nando hanya kebrutalan tiada henti.
Juli merasa bahagia karena Nando menunjukkan banyak perubahan.
Rasa sakit karena gigitan piranha betina merubah hidupnya yang dulu terlalu banyak mempermainkan wanita.
Kini Nando mencoba menata hidupnya menjadi lebih baik bersama sang pujaan hati, membangun sebuah keluarga yang bahagia dengan restu kedua orang tua sekalipun harus melewati banyak tantangan.
"Kita akan tetap bersama seperti ini kan?" tanya Nando, tidak ingin berpisah lagi dengan teman kecilnya itu.
"Iya sayang, aku akan selalu bersamamu sampai kapanpun." Juli memberikan harapan yang pasti kepada Steve.
"Terimakasih baby, i love you!" ucap Nando.
"Love love you too, sayang!" jawab Juli.
Keduanya saling berpelukan dalam damai, kasih sayang tentang cinta yang akan menjadi satu untuk selamanya.
....
__ADS_1