
Aku makin mencintainya, apa yang ada di dalam dirinya tetapi Nando adalah yang terbaik untukku.
Selain mengobati lukaku, dia juga memberikan kebahagiaan yang sejati untukku.
Nando, pria cassanova yang kini telah menjelma menjadi pria idaman.
Dia tidak akan pernah meninggalkanku sampai kapanpun karena dia adalah seorang yang mampu menggenggam erat janjinya meskipun dirinya adalah seorang pembohong ulung, tapi untukku dia tidak seperti itu.
Aku sangat berharap Nando tidak mengingkari janjinya, seperti hari ini dia telah memberikan kebahagiaan sejati untukku.
Meskipun hanya sekedar sentuhan yang kadang tidak terlalu berarti tetapi sangat membuatku tenang.
Nando terus saja memberikan kecupan di sekujur tubuhku, rasanya geli tetapi aku tidak bisa menahan sensasi itu.
Aku membiarkan Nando memperlakukan tubuh sesuai dengan keinginannya, dia menatap mataku saat bibir kami kembali menyatu.
Rasa di bawah sana yang katanya sakit sudah tidak terasa lagi, mungkin.
Aku hanya melihat kebahagiaan di matanya, dia berulang kali melakukan gerakan yang membuatku tidak bisa menahan diri untuk meledak setiap saat.
Nando, pria Casanova yang sangat ahli dalam membahagiakan pasangannya.
"Sayang, aku senang kau mau menerima aku apa adanya," katanya sembari mengecup lagi bibirku tanpa henti.
__ADS_1
Dia kembali menerbangkan aku ke nirwana.
"Nando, kau yang terbaik!" kataku dengan menjambak rambutnya lagi kala bibir nakalnya, turun ke dadaku, aku tidak bisa melakukan apapun karena dia memperlakukan seperti ratu, membuatku bahagia setiap detiknya.
Aku membiarkan dia melepas helai kain yang menempel di tubuhku, memperlakukanku dengan lembut dan penuh perasaan.
"Baby, aku akan memberikan tanda dimanapun sesuka hatiku!" katanya, pria gila yang tidak pernah jauh dari hasrat yang membara.
Aku tidak bisa mengatakan apapun selain menerima perlakuannya.
"Nando! no!" kataku masih menahan rasa itu dengan mengigit bibir bawahku, Nando memang gila.
*******
"Aw!" pekik ku, saat Nando mengigit pucuk ranum buahku.
"Kenapa? kau suka ya?" katanya, pria tidak malu yang sangat aku cintai.
"Perih Nando, kau sudah menyesapnya berulang kali," tegurku, aku menggerutu.
"Maaf baby, itu salah buahmu, aku candu dengan kedua buah kenyal itu," jawab Nando dengan senyum nakalnya yang membuatku terkesan.
"Baby, aku akan melakukannya sekali lagi," pintanya, seketika itu juga pria casanova itu menyusup ke bawah, rasa geli langsung menyelimuti kala benda tak bertulang masuk perlahan ke bawah sana.
__ADS_1
Ya, Nando mengulangnya lagi, dia membiarkan tubuhku polos karena ini, dia ingin memberikan surga dunia lagi dan lagi.
Sesuatu telah meledak dibawah sana, rasanya benda tak bertulang meraba dinding lembahku, menyesap pucuk merah muda super sensitif milikku.
"Baby! cukup!"
Aku mencoba menghentikannya, tetapi dia semakin gila.
Jika anunya sembuh, aku pasti sudah kena gempur Nando, pikirku.
Untung saja, masih ada rasa nyeri di area miliknya, jadi dia tetap akan libur meskipun sudah menikah kelak.
Haha ...
Aku tertawa kala melihat tatapan mengenaskan dari Nando.
"Baby, lembahmu memabukkan, tapi aku hanya bisa melakukan ini tanpa senjata andalanku!" gerutu Nando, dia terlihat seperti bocah yang merengek ingin sesuatu yang harus dipenuhi.
"Kalau sudah sembuh kan bisa," ucap ku, aku berusaha menghiburnya agar tidak terlalu bersedih.
"Menunggu lagi!" gerutu pria casanova kesayanganku, cinta sejatiku.
**********
__ADS_1