Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Meminta restu


__ADS_3

Nyonya Jeslin sudah cocok dengan calon menantunya, tetapi dia masih ingin mempertemukan Juli dengan sang suami.


"Steve, kau harus membawa calon menantu ke rumah." Permintaan sang ibu sederhana, tetapi sangat sulit baginya.


"Nanti sajalah, aku malas bertemu pria itu." Nando memalingkan muka dan memilih untuk segera masuk ke dalam mobil dan duduk di jok kemudi.


Dia diam di sana untuk beberapa saat.


Tetapi sang ibu masih saja banyak bicara.


"Kau harus bertemu dengan ayahmu, meskipun dia bajingaaaan, tapi setidaknya dia ayah kandungmu yang akan menjadi pendamping pernikahan bersama ibu kelak di altar pernikahan." Sang ibu mencoba membujuk sang putra yang sangat keras kepala itu.


Nando tetap diam, kini giliran Juli yang berpendapat.


"Tidak masalah untuk bertemu ayahmu Steve," jelas Juli mencoba menengahi permasalahan.

__ADS_1


Nando menatap sang pujaan hati dengan kode agar diam saja, tetapi Juli tidak memahaminya.


"Stop Steve, hentikan mempengaruhi calon istrimu, kau harus segera membawa mobil ini ke rumah kita." Sang ibu sangat antusias, membuatnya tidak tega untuk mengabaikannya.


"Oke, aku akan pulang setelah ini, kau jangan banyak permintaan yang aneh-aneh!" Sang putra memahami Nyonya Jeslin yang memang sangat menyebalkan itu.


Kadang, ibunya selalu memintanya melakukan apapun yang ia inginkan, tapi terkadang tidak sesuai dengan harapan beliau.


Oleh sebab itu, Steve lebih memilih untuk diam dan tidak banyak bicara agar semuanya menjadi lebih nyaman.


....


Bagaimana tidak? sang ayah sering pulang kerumah membawa seorang gadis yang juga menjadi simpanannya, sang ibu sampai pening memikirkan tingkah anak dan suaminya yang kurang ajar itu.


Nyonya Jeslin, adalah Nyonya Besar tercuek di seluruh dunia. Apa pun yang terjadi di dalam hidupnya, dia selalu menerimanya dan bersyukur, tidak ada kata-kata mengeluh hanya saja dia sering marah-marah karena ingin semua anggota keluarganya menjadi pribadi yang lebih baik bukan jadi orang yang tidak bermanfaat untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


Meskipun sudah banyak bicara, pada kenyataannya, kedua anggota keluarganya yang memiliki kelebihan dalam permainan ranjang, lebih memilih untuk kabur dan tidak mengatakan sepatah kata pun kala dirinya memberikan nasehat.


Semuanya kabur dan Nyonya Besar biasanya akan menyetel musik sangat keras hingga kedua orang itu kembali lagi kepadanya untuk memprotes musik yang memiliki suara yang bising, pada saat itu juga kedua telinga orang yang sangat ia cintai langsung dijawab dengan ganasnya.


Itu adalah hukuman bagi pria yang tidak pernah memperhatikan istri bahkan ibunya sendiri, kadang Nyonya Jeslin juga sering memasang jebakan tikus agar kedua orang itu mengetahui rasa sakit di dalam hatinya.


Tetapi masih saja, keduanya selalu menemui wanita malam yang lebih darinya.


Nando sebenarnya ragu, tapi senyum Juli menguatkannya.


"Dia baik kok ibu, hanya saja penyampaiannya kurang pas." Juli sedang menanggapi apa yang sedang calon ibu mertuanya sampaikan.


"Masak? dia itu bandel sekali, aku sampai kesal dibuatnya," jawab sang ibu sembari melirik kearah sang anak melalui kaca tengah mobil, si anak juga melihat dan mendengar orang yang berada di jok belakang sedang membicarakan tentangnya.


"Apa lihat-lihat?" ucap sang ibu.

__ADS_1


Nando secara refleks menaikkan spion tengah mobil karena ketahuan curi-curi pandang terhadap Juli.


….


__ADS_2