Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Rayuan maut


__ADS_3

"Baby? tatap mataku?" pinta Cantik.


Sebelah tangan Cantik membelai wajah tampan Nando, dan sebelah lagi mengelap bibir yang memabukkan itu.


Terlihat jelas sorot mata Cantik yang begitu menginginkan Nando menjadi miliknya.


"Baby? wajah ini, bibir ini, semua adalah milikku. Semua yang ada padamu, juga milikku. Tapi mengapa kau tidak meninggalkan empat gadis simpananmu demi aku? bukannya kau bilang, aku yang pertama?" Cantik menegaskan posisinya. Dia ingin menjadi prioritas, tidak mau lagi menjadi cadangan seperti yang lainnya.


Otak Nando berpikir keras, otak messum itu ia paksa memikirkan jawaban yang tepat.


Ting!


Otak mesuum itu mendadak cerdas.


Dia tahu apa yang harus ia lakukan.


"Baby, i love you."


Cup!


Nando mengecup bibir Cantik, dari kecupan manis, menjadi kecupan penuh gairah.


Cantik semakin menarik jas Nando dekat dengan dadanya yang sudah menjulang tinggi dengan pucuk ranumnya terlihat menantang dibalik t-shirtnya.


Tanpa aba-aba, tangan Nando sudah standby di buah kenyal yang membuatnya candu itu.


Mulut dan tangan bekerja sama membuat nyaman sang gadis yang sudah terbuai oleh sentuhan penuh rayu sang casanova.


Nando menghentikan sementara pertautan bibir itu. Mulut maut sang pemuja kenikmatan, mulai menjelajah ke tempat lain yang lebih sensitif.


Mulai dari telinga, leher hingga dada sang kekasih.


"Baby, bolehkah aku melakukannya di mobil?" tanya Nando sembari menyapu pucuk sensitif buah kenyal itu dengan lidahnya yang basah.


"No baby, aku tidak terlalu nyaman. Hmmp! seperti ini saja baby! biar aku ... akhh, yang membuatmu bahagia!"

__ADS_1


Medan magnet sang cassanova, berhasil menarik Cantik lagi, lagi dan lagi.


Sang gadis sudah terjerat pesona Nando. Dengan penampilan visual yang menawan. Rayuan maut penuh tipu daya, senyum manis menggoda.


Tak ayal, keinginan gila Cantik untuk menjadikan pria yang memiliki 5 gadis simpanan termasuk dirinya memang sudah tepat.


Namun, sial baginya.


Hubungannya dengan Nando tidak lebih dari sekedar partner ranjang.


Cantik sadar akan hal itu, tetapi dia terlalu keras kepala untuk mengalah.


Anak orang kaya macam dia, harus mendapatkan apa yang dia inginkan. Tidak boleh tidak, apalagi Cantik gadis paling manja dan penuntut diantara 5 gadis simpanan sang casanova. Dia ingin menguasai Nando untuk dirinya sendiri, padahal tiap harinya sang pria tampan harus menjamah lahan lain yang lebih menantang dan menggoda.


Sebelum kehadiran Juli dikehidupan Nando, Cantik dan Kiara adalah tujuan utamanya pulang ke rumah.


Dua gadis yang selalu membuatnya puas itu, tidak akan pernah ia lupakan.


Tetapi berbeda cerita saat dia melihat wajah Juli di ponsel milik temannya yang seorang pria sewaan para wanita tajir.


Seperti sekarang ini, dia melihat Juli dengan dua buah kenyal yang sudah tak terbungkus lagi.


Si gadis telah melepaskan tali pengait pembungkus buah sensasional itu, atas inisiatifnya sendiri.


Dia sudah tidak sabar ingin merasakan sensasi lidah basah Nando serta gigitan manjanya.


"Baby, ini buah kesukaanmu, ayo makanlah!"


Nando menelan salivanya, dia berusaha keras tak menyentuh benda kenyal di depannya karena otaknya belum sinkron.


Dia khawatir salah menyebut nama lagi.


Alhasil Nando hanya mempermainkan dua aset sensitif sang gadis menggunakan tangan dan jari-jemarinya.


"Akh ... baby, kau memang nakal dan tampan ... no baby," ucap Cantika kala tangan sang kekasih kini telah menyusup di bagian sensitif yang lain.

__ADS_1


Permainan Nando berakhir dengan sang gadis yang sudah mengeluarkan cairan surgawinya berkali-kali.


Suara Cantik terdengar seksi, membuat Nando tergoda untuk segera menancapkan miliknya.


Tetapi sungguh sial bagi Nando, saat dia ingin mencuri kesempatan, suara ketukan jendela mobil, membuatnya terkejut.


"Astaga!" ucap Nando yang langsung mengurungkan niatnya untuk menghujam liang penuh kenikmatan itu karena Cantika sudah tersadar dari perasaan nikmat yang luar biasa.


Dia merapikan celana dan kemejanya yang lusuh karena pergerakan tubuhnya yang sigap untuk menyiksa Cantika.


"Tuan muda? tiketnya ketinggalan!" Suara familiar itu mengetuk jendela mobil sang casanova dan terus saja mengulang perkataannya.


Nando membuka jendela mobilnya, dia menatap tajam mata Santos dan langsung merebut dua tiket pesawat dari tangannya.


"Awas kau Santos! setelah aku pulang dari Paris, kau akan mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai dengan perbuatanmu, tunggulah pembalasanku!" ucap sang Tuan Muda yang membuat Santos merinding, dia memahami letak kesalahannya, jadi kepalanya menjadi sangat pening.


"Baik Tuan Muda, maafkan saya jika Tuan berkenan." Santos masih berusaha merayu sang Tuan agar mau memaafkan kesalahannya yang fatal itu.


"Maafku sudah habis untukmu Santos! pergi kau! selesaikan pekerjaanmu!"


Seketika itu juga, Santos langsung enyah dari hadapan Nando.


"Baby, mengapa kau marah kepada Santos?" tanya Cantik sembari merapikan bajunya yang berantakan akibat hasrat yang tak terbendung.


"Bukan hal yang penting baby, ini urusanku dengan Santos. Simpan tiket pesawat ini baby, pakai sabuk pengamanmu, kita harus segera sampai bandara kurang dari lima belas menit," pinta Nando dengan wajah serius.


"Oke baby," jawab Cantik dengan tatapan mata sayu yang menggoda.


Sejujurnya, Cantik ingin sekali dijamah lagi oleh sang casanova. Namun, waktunya yang tidak memungkinkan.


Nando segera tancap gas menuju bandara internasional di kota itu untuk melakukan perjalanan udara ke negara yang menjadi pusat fashion dunia.


Paris, Perancis.


__ADS_1


__ADS_2