Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
New Episode ll Tidak sengaja menyentuh


__ADS_3

Tuan Heleas mencoba memikirkan cara terjitunya, dia memikirkan orang yang bisa memberikan informasi terbaik mengenai J.


"Santos! ya, orang itu," ucap Tuan Heleas.


Sang Tuan besar menghubungi Santos lewat sambungan telepon dan memintanya bertemu setelah urusan kantor usai.


Sang pelayan setia langsung menyanggupi apa yang menjadi permintaan Tuan Besar.


"Okelah! untuk masalah Santos telah clear, kini saatnya aku bertempur melawan Yohanes."


Sang pria tua mempercepat langkahnya untuk keluar dari rumah mewahnya menuju garasi mewahnya, dia ingin sekali menyelesaikan tugas berat ini dan mendapat informasi penting mengenai Julia.


....


Beberapa menit setelah Tuan Heleas keluar dari rumah, terlihat ada Nando dan Juli masih bergelut di dalam kamar.


"Kenapa kau baby?" tanya Nando.


"Kau menghabisiku kali ini, masih saja bertanya? apa kau lupa, punggungku penuh dengan bekas bibirmu!" gerutu Juli.


Dia merasa pegal dan lelah, meski senjata sang pria masih belum sembuh sempurna, namun tenaganya masih full.


"Haha, maaf baby. Aku memang gila jika dekat denganmu, Ehm ... baby, lebih baik kita jalan-jalan saja ya? sebelum pertarungan esok hari," pinta Steve. Dia melihat raut galau di wajah Julia. Steve ingin yang terbaik untuk sang wanita pujaan.


"Tidak perlu, aku berada di kamar bersamamu saja sudah menjadi bahan olokan ayahmu, dia pasti berpikir bahwa aku adalah wanita murahan," keluh sang wanita. Dia tahu diri, sebagai seorang wanita yang sudah menjanda tanpa pernah disentuh sang suami dan justru memilih seorang pria tampan, membayarnya untuk tidur bersamanya, membuat Juli tak mampu mengelak julukan itu.


Nando memeluk tubuh mulus yang candu baginya.


"Baby, kau tidak perlu merasa rendah, karena ayahku juga pria brengsek, apapun yang keluar dari mulutnya hanya omong kosong, kau dengar kan aku saja, yang lain kau abaikan!" pinta sang casanova.


"Steve, kau sudah banyak berubah, apa ini karena ingin tubuhku saja? atau karena kau mencintaiku?"


Sang pria tersenyum smirk, dia sadar, pria gila kenikmatan itu memang terobsesi oleh gadis cantik dengan tubuh bohai dan seksi.


Namun, akhir pencarian nona kecil J telah berakhir, ini menjadi titik dimana Steve benar-benar akan membawa Juli dalam dekapan hangat tanpa ada gadis lain di sisi Nando.


"Aku sadar, aku brengsek, tapi setidaknya percayalah satu hal bahwa aku memang tulus kepadamu, lima gadis simpananku bukanlah penghalang! aku akan memperjuangkan cinta kita."

__ADS_1


"Iya kah?"


"Jangan meragukanku, apa perlu aku menghabisimu lagi? sampai tidak bisa bangun dari ranjang? selain kesetiaan, para wanita juga butuh kepuasan. Aku tahu itu."


"Astaga! tidak semua wanita seperti itu Steve, itu sudut pandang pria pemuja kenikmatan. Di otakmu pasti hanya dada dan paha saja!"


"Hahahaha ... dada dan paha ayam?"


"Sudahlah."


Juli beranjak dari ranjang dan berjalan menuju jendela kamar Steve, dia menatap mobil mewah yang baru saja keluar dari istana Tuan Heleas.


"Sepertinya ayahmu pergi ke kantor," terka Juli sambil menoleh ke arah pria mesyum.


"Biarkan saja, dia memang sok sibuk."


Steve malas menanggapi Juli yang membahas sang ayah.


Saat Juli dan Steve berjauhan, tiba-tiba saja ponsel sang casanova berdering, pria itu membiarkan gawai miliknya dengan suara dering yang berulang-ulang.


Julia masih menatap Steve yang ogah-ogahan menjawab panggilan telepon entah dari siapa.


Sang wanita mengingatkan bahwa ada panggilan yang harus segera mendapatkan jawaban.


"Hm."


Sang pria hanya berdehem, membuat sang wanita gemas.


Dia segera meraih ponsel yang ada di saku celana Steve, tanpa sengaja sang wanita menyentuh pertahanan terakhir sang pria yang masih perih.


"Aw!!! sial!" pekik sang pria, dia merasakan sakit yang teramat.


Julia panik, dia segera membuka celana itu dan memeriksanya tanpa rasa malu.


Steve senang saat senjatanya di perhatikan oleh Julia, padahal yang ada di benak sang wanita, hanya mengecek bagian paling sakit.


"Steve, kau panggil dokter saja. Lukamu sepertinya tergores lagi," ucap sang wanita dengan polosnya.

__ADS_1


"Kau perhatikan saja, lama-lama juga sembuh sendiri."


Ucapan Steve, membuatnya menyadari satu hal, dia terlalu jauh dalam bertindak.


"Astaga!"


"Ada apa?"


"Aku menyentuhnya."


"Wkwkkwkwk, sentuh saja. Siapa tahu nanti sembuh."


"Dasar! serius Steve, nanti iritasi."


"Ambil kotak obat di laci nakas, ganti perbannya."


Sang gadis menuruti apa yang Steve katakan, setelah menemukan kotak obat itu, Julia kembali ke posisi sang pria yang sedang berbaring di atas ranjang.


"Diamlah, jangan banyak bergerak."


Julia belum melakukan tindakan apapun, tapi Steve sudah berlebihan.


"Akhh ... baby! lagi baby! aghh!"


Julia menatap wajah Steve dengan ekspresi heran.


"Aku baru ingin melepaskan perbannya, belum melakukan apapun, tapi kau justru aahh uhh akhh uhh, pria ini, memang mesyum sangat!"


"Kwwkwkwkwk .... kita banyak bercanda biar tidak cepat tua baby."


Julia geleng-geleng kepala, dia bisa menebak apa yang ada di otak sang casanova.


Selain lembah dan dua aset para gadisnya, isi otaknya pasti kosong.


Dasar!


Pria tampan yang hanya ingin kenikmatan saja.

__ADS_1


*****


__ADS_2