Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Seine River : Paris, Perancis


__ADS_3

Cantik masih sibuk dengan bajunya yang berantakan akibat ulah Nando. T-shirtnya tersingkap ke kemana-mana. Sampai buah kenyal itu terlihat nyata di pandangan Nando.


Sang casanova yang juga sibuk dengan ponselnya tidak menyadari keindahan yang benar-benar nampak di depan matanya.


Nando masih fokus dengan ponselnya.


Dia mengecek siapa yang tadi menghubungi nomor ponselnya.


Setelah menemukannya, dia terkejut bukan kepalang. Ternyata sang ayah yang membuat panggilan.


"Sialan! tua bangka itu mau apa?" umpat Nando. Dengan terburu-buru, dia segera memblokir nomor sang ayah dan segera menelepon Santos.


Cukup lama Santos menjawab telepon itu, hingga beberapa menit kemudian, sang pelayan setia menjawab panggilannya.


"Halo Tuan Muda, ada apa Tuan meneleponku? apakah tempat yang aku booking di Paris kurang menarik atau kurang mewah?" tanya Santos dengan nada suara yang rendah.


"Aku tidak ingin membahas Paris, tetapi ingin bertanya, mengapa ayahku bisa tahu nomor ponselku yang baru? kau yang memberikannya?" Nando terlihat sangat kesal. Dia sudah memperingatkan Santos agar sang pelayan tidak memberikan nomor ponselnya kepada sembarang orang, terutama kedua orang tuanya karena anggota keluarganya pasti akan melacak keberadaannya.


Dia belum ingin pulang ke rumah sebelum J di ketemukan. Sang casanova ingin membawa J ke rumahnya, jika beruntung sekalian menjadikannya seorang pendamping seumur hidup.


Tapi itu hanya dalam angan-angannya saja. Belum mampu terealisasi. J saja masih misteri keadaannya.


"Maaf Tuan, Nyonya Besar sakit. Dia memanggil nama anda terus menerus. Aku iba Tuan, saat Nyonya Besar ingin bertemu denganmu. Saat itu kebetulan ada Tuan Besar berada di sampingnya, dia juga ingin Tuan pulang ke rumah," jawab Santos. Masih dengan suara rendah dan tidak terlalu berani mengatakannya dengan gayanya biasanya karena sejak awal dia sudah membuat kesalahan, mulai dari menipu Cantik agar tetap diam di rumah, sampai yang terbaru, memberikan nomor ponsel yang terbaru kepada Tuan Besarnya.


"Aku tidak mau moodku buruk gara-gara ulahmu, perbaiki kesalahanmu dengan ...." Nando menoleh ke arah Cantik yang juga masih sibuk dengan gawainya.


Kemudian kembali menempelkan ponsel di telinganya sembari berbicara dengan cara berbisik.

__ADS_1


"Check kondisi Juli, laporkan kepadaku, hanya itu yang akan membuatmu mendapatkan pengampunanku." Nando tidak ingin ketahuan jika dia membicarakan tentang wanita lain saat dirinya sedang berlibur bersama Cantika, jadi dia tidak bisa keras-keras dalam membicarakan misi penting yang ia perintahkan kepada sang pelayan setia.


"Oke Tuan, setelah ini aku akan bersiap-siap ke rumah sakit untuk memantau kondisi si gadis kecil J, ups ... si Nona J maksudku." Sang pelayan setia sebenarnya tidak ingin bercanda, dia hanya gugup, tidak mengetahui caranya untuk berkata dengan Tuan Mudanya, sebab dia takut Nando akan marah kepadanya.


"Santos! jangan sebut nama itu! haisssh! kau hobi sekali membuatku marah hari ini! meskipun aku memaafkanmu, kau harus mendapatkan hukuman!" Sang casanova sangat menyembunyikan identitas J ataupun Juli. Karena dia belum ingin ribut dengan Cantika, karena gadis pertama yang menjadi partner ranjangnya, pasti akan marah dan ngambek sampai tujuh turunan dan dia yang akan repot sendiri


Siapa yang harus di salahkan?


Tentu saja Santos!


"Aku sangat menanti hukuman itu Tuan, karena aku memang pelayanan yang ceroboh." Santos pasrah dengan hukuman apapun yang sang Tuan berikan. Dia tidak ingin terlalu membela diri karena sang Tuan Muda pasti akan menambah lima kali lipat hukumannya jika dia terlalu banyak bicara.


"Bagus! aku akan menutup panggilan ini, berpura-puralah menjadi pemimpin proyek pembangunan rumah mewah yang sedang aku bangun untuk Cantik, kau akan mendapatkan pengurangan hukuman," ucap sang casanova sembari terus berbisik-bisik agar Cantika tidak mendengar apapun yang ia bicarakan, apa lagi si bohay sedang mendengarkan musik di ponsel mahal miliknya.


"Terimakasih Tuan, saya akan menuruti semua ucapan Tuan," jawab Santos dengan nama suara lemas dan tidak bertenaga membayangkan hukuman berlipat untuknya.


....


Akting di mulai ...


"Oke, aku ingin bahan-bahan yang digunakan untuk membangun rumah untuk kekasihku tercinta harus yang kelas tinggi dan mahal, aku tidak mau kalian bekerja asal-asalan. Pantau anak buahmu, laporkan kepadaku jika ada masalah."


Sungguh luar biasa akting si bunglon mesum, dia mampu menjadi apapun, merubah diri seperti apa yang dia inginkan di sesuai keadaannya.


Cantik heboh mendengar sang kekasih yang sedang menelepon seorang kepala proyek rumah mewah gadungan.


Dia melihat ke arah Nando, Cantik meminta izin untuk berbicara dengan kepala proyek gadungan, tetapi sang casanova beralasan sang kepala proyek sedang sibuk.

__ADS_1


Alhasil Cantik cemberut. Dia membuat bibirnya mirip seperti bebek.


"Baby, jangan marah ya? ini adalah demi rumah mewah kita berdua. Kau akan bahagia bersamaku tinggal disana. Okay?" ucap Nando merayu sang kekasih dengan rayuan maut.


"Huh, kau ya baby? nakal! mengapa diam-diam melakukan ini semua? aku bisa membantumu membuat rumah mewah itu," jawab Cantik yang tak kalah kaya raya.


Dia bisa memberikan berapapun uang yang Nando minta, tetapi sang casanova tidak ingin menjadi pria peminta-minta.


Uang yang ia miliki mampu memborong gadis-gadis cantik di kota Paris, itu juga masih banyak sisanya.


Asetnya juga ada dimana-mana. Siapapun yang menjadi partner ranjangnya tidak akan kekurangan sedikitpun, tapi sayangnya para gadis yang tidur dengannya tidak membutuhkan uang, mereka semua hanya butuh kepuasan semata.


Nando masih mencoba merayu sang kekasih sampai pak sopir memperlihatkan keindahan seine river.



(Seine River : Paris, Perancis. Image : google.com)


Mata keduanya termanjakan dengan suasana Paris yang indah. Jembatan serta bangunan yang fantastis, sungai seine yang tenang dan damai.


Sungguh memanjakan mata siapapun yang melihatnya.


"So amazing baby, thank you very much, muah ... muah." Cantik tiada henti menciumi wajah tampan Nando.


"Iya baby, sama-sama," jawab sang casanova merasa lega, semua masalah terselesaikan dengan lancar.


Kini dia bisa menikmati liburan di Paris, meskipun penuh kepalsuan.

__ADS_1


Pada intinya, dia berusaha menikmatinya.


.....


__ADS_2