
Sepanjang perjalanan, Julia hanya diam. Dia tidak mengatakan sepatah kata pun, rasanya sangat sesak, dia malas menanggapi Nando yang tiba-tiba saja cerewet itu.
"Sayang? tolong kau dengar apa yang akan aku katakan!" ucap Nando memelas.
"Hm."
"Astaga, hm lagi," tukas Nando sambil terus membujuk Julia agar tidak marah lagi dengannya.
"Turunkan aku di sini, cepat! turunkan!" teriak Julia.
Nando memelankan laju mobilnya, dia tidak menuruti apa yang dikatakan oleh Julia.
Nando terpaksa melakukan dosa, dia memeluk tubuh Julia dengan niat yang tulus ingin menenangkan sang wanita pujaan hati, bukan niatan ingin anu-anu dengan napsu yang menggebu seperti sebelumnya.
"Baby, dengar! aku hanya mencintaimu! tidak ada yang lain, jika kau menganggapku brengsek, berarti itu masa lalu. Masa depanku adalah dirimu!" ujar Nando sambil memeluk erat sang kekasih.
Julia ingin melepaskan diri, tapi Nando tak mengizinkannya.
"Lepas Steve!"
"Tidak!"
"Steve!"
__ADS_1
"Aku akan bertanggung jawab karena telah menyentuhmu! aku siap mendapatkan hukuman apapun dari ibuku, asalkan kau mau memaafkanku!" cakap Nando masih memeluk tubuh itu tanpa melepaskan sedetikpun.
"Hiks!" Suara Julia menghilang, kini berganti dengan isak tangis.
"Baby maaf! aku tidak akan melakukannya lagi, aku bersumpah! aku akan impoten jika tidak menepati janji," terang pria itu dengan segenap hatinya, dia bersumpah hal yang menakutkan. Namun, Nando memang sudah serius, tidak ingin menjelajah lembah sempit para gadis cantik di luaran sana.
"Cih, impoten? aku yang payah kalau impoten! kau ini kalau bersumpah yang benar," jawab Julia yang tidak terima jika calon suaminya akan mengalami hal buruk, meskipun dia akan tetap menerima sang suami apa adanya, tapi alangkah lebih baik, berkata yang benar.
"Maaf baby, hanya kata itu yang mampu membuatmu percaya! mau berkata apapun, bajingaaaan seperti aku mana mungkin kau percaya, aku sadar diri," cetus Nando pasrah, dia tidak ada daya dan upaya lagi.
Rasanya lelah, tapi saat sang casanova melepaskan pelukannya dan memukul stir mobil lalu meletakkan dahinya di stir itu, Julia mendekat dan mencium pipi Nando.
Sang casanova tak bergeming, sepertinya dia sudah putus asa, padahal ciuman sudah mendarat di pipinya.
"Julia, maafkan aku, aku sangat bodoh dan buruk! tolong hukum aku saja! kau ingin memukulku? pukul aku Julia! aku gila, bagaimana bisa menyakitimu dengan tingkahku di masa lalu! katakan Julia, aku harus apa untuk menebus kesalahanku? Julia! katakan!" ucap Nando yang sambil memukul stir mobil.
Julia mencoba menghentikan ulah Nando sebelum lebih parah lagi, dia dalam titik penyesalan yang sangat dalam.
"Steve, cukup! tatap aku! coba kau lihat kedua mataku, apa kau lihat ada kebohongan disana? apa aku tidak pernah mempercayaimu?!!! aku percaya Steve! tapi aku mohon! kau jaga perasaanku, Xia menang adikku! tapi rasa sakit masih belum juga sirna, dan kau adalah sandaran hatiku yang sangat ingin aku jadikan pendamping hidup terakhirku! aku tidak ingin perceraian lagi! sungguh Steve! rasanya sakit saat kita begitu mencintai seseorang dan dia meninggalkan kita demi orang lain, luka itu! bahkan aku hampir mati karena kegilaanku yang tak sanggup menerima kenyataan! kau hadir dalam hidupku lalu mengobati luka itu, kau yang aku mau Steve! hanya kau!" Julia mencengkram erat baju Steve saking emosionalnya dia.
Nando merasakan kesedihan Julia, dia mendongakkan wajah Julia yang sempat tertunduk dengan tangisan yang menyesakkan menggunakan jari telunjuknya.
"Aku akan membuatmu nyaman, aku ingin menghapus air matamu, ingat hari ini, kau dan aku, kita akan menjadi satu!" cakap Nando yang mengatakan dengan nada lirih.
__ADS_1
Kedua kening pria dan wanita itu saling menempel, Nando menahan tengkuk Julia.
Perlahan tapi pasti, bibir keduanya saling beradu.
Awalnya Julia terkejut dengan apa yang Nando lakukan, tapi lama kelamaan, rasanya sangat manis.
Nando melanggar kesepakatan dengan sang ibu, tapi dia berniat ingin menenangkan Julia yang terlihat sangat emosional kala mengingat masa lalunya, hanya dengan kiss, calon istrinya pasti akan tenang, pikir sang casanova.
Kali ini Nando benar-benar berhati-hati, dia terlihat canggung kala kedua tangannya hanya mampu menahan tubuh Julia, biasanya dia akan menyusup ke sana kemari, dia mencoba menahan diri.
"Cukup Steve!" ucap Julia sambil menjauhkan bibirnya dari bibir Nando.
Dia nampak malu.
"Bagaimana? kau sudah tenang?"
"Ya, lumayan. Hm, btw kau kuat juga menahan diri, aku akan tutup mulut jika kau menyentuhku agar ibumu tidak menghukummu!"
"Haha, kau bisa saja. Yah, namanya juga mau tobat, harus tahan diri. Pemain sepertiku bisa gugup saat kissing, memalukan sekali. Padahal dulu bisa tahan dengan lima gadis selama bertahun-tahun, Huft! kekuatanku sudah berkurang," terang sang casanova penuh duka.
"Haha, ini bagus sayang. Kau dan anu-mu hanya milikku, bukan milik bersama lagi."
"Ya terserah kau saja, aku pasrah."
__ADS_1
"Kwwkwk, dasar casanova sudah hilang ilmunya gara-gara kena gigit piranha!"
*****