Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Pembohong ulung


__ADS_3

Keduanya masuk ke dalam kamar mandi dan melakukan sesi pembersihan bersama, tidak ada hal lain yang mereka lakukan.


Setelah itu, Nando dan Cantika masuk ke dalam ruang ganti. Sang gadis memeluk tubuh Nando erat.


"Ada apa?" tanya Nando heran.


"Jangan tinggalkan aku," pungkasnya.


"Aku selama ini selalu bersamamu, tidak akan meninggalkanmu sayang," sahut Nando. Dia memutar tubuhnya dan memeluk tubuh Cantik.


"Kapan kau akan menikahiku?" tanya Cantika lagi.


Gadis ini memang sangat ingin menikah dengan pria casanova sableng itu.


Mulutnya yang penuh dosa, penuh rayuan gombal, namun memabukkan, mampu mengoyak sanubari Cantik yang sejak awal memang sangat mengagumi sosok Nando yang hebat di ranjang dan dunia bisnis.


Cantik masih menunggu keputusan Nando, pria itu seketika berucap, "Tunggu waktu baby, nanti saat liburan, ada banyak kejutan untukmu," jelas Nando.


Pria ini lagi-lagi membual.


Kejutan apa? dia hanya akan mempermainkan Cantika saja.


Dia bukan pria yang inginkan sebuah ikatan, pantaslah selalu berkilah, anehnya sang gadis mau saja di bohongi.


"Oke, aku pulang dulu ya baby, aku ada janji dengan kolega ayah," pinta Cantika.


Cantika adalah satu-satunya gadis yang cerdas di antara kelima simpanannya, sang ayah yang seorang pebisnis luar biasa, membuat Cantika harus mengikuti segala peraturan sang ayah.


Alhasil dia tertekan meskipun apa yang menjadi keinginan sang ayah akan terwujud.


Ini adalah faktor utama Cantika terjerat pria casanova gila yang tidak akan henti membuatnya candu itu.


Cantika dan Nando sesekali berbicara mengenai bisnis, tanpa mengindahkan pokok utama hubungan tanpa status itu.


Dalam perbincangan tentang pekerjaan, dia juga menyisipkan permainan luar biasanya.

__ADS_1


Nando pria tidak mau rugi.


"Aku akan mengantarmu pulang," cakap Nando sok menawarkan diri.


"Tidak perlu, aku pulang sendiri saja. Apalagi ada pertemuan dengan kolega ayah, aku harus tepat waktu. Kau pasti lelah kan? beristirahatlah!" pungkasnya.


"Oke," jawab Nando.


Nando mengantar sang gadis sampai di depan pintu utama.


"Kiss selamat tinggal," ujar Cantika.


Dia mendekat ke arah bibir Nando dan mendaratkan kecupan singkat.


"Bye, kau jangan lupa tentang liburan kita ya?" cakap Cantika mengingatkan.


"Oke baby," tandasnya.


Dia mengawasi sang gadis hingga masuk ke dalam mobilnya, Cantika mengendarai mobil milik Nando yang super mahal dan mewah itu.


Dia masuk ke dalam rumah kembali dan pusing kepalanya terasa begitu menyiksa.


Nando masih pening memikirkan esok hari, dia akan pergi berlibur bersama Cantika ke Paris, namun suasana hatinya tidak sebagus rencananya.


Dia masih memikirkan Juli yang entah bagaimana keadaannya.


"Shhhiiit*!!! Juli ... Juli ... kenapa harus Juli yang seharian ini memenuhi otak kentang ku! ini tidak bisa dibiarkan!"


Seketika itu juga, dia ingin berbicara dengan Santos.


Derap langkahnya begitu yakin akan menemukan Santos di ruang makan. Dia menelisik sekeliling, tetapi tidak ada tanda-tanda Santos berada di sana.


Hingga satu tepukan di pundaknya, membuat Nando terkejut.


"Astaga!" ucap Nando sembari menoleh ke arah belakang, dia mendapati Santos tersenyum kepadanya.

__ADS_1


"Kau mencariku Tuan Muda?" tanya Santos santai, padahal pria casanova itu kaget bukan kepalang.


"Santos! sialan kau, membuat jantungku mau copot. Apa yang kau lakukan di belakangku?" jawab Nando dengan menjitak jidat Santos yang nakal itu.


"Aduh! maaf Tuan, aku baru saja mengantar Nona Kiara mencari taksi, dia sudah menunggumu terlalu lama, dia bilang lelah, ingin naik taksi saja." Santos memperagakan ucapan Kiara, ekspresinya menyebalkan sekali.


"Astaga! aku lupa dengan si montok itu, haishsh! sial! sial! harusnya aku bersamanya juga kali ini, btw cara bicaramu seperti Kiara kw 56. Mana ada Kiara seperti itu!" protes Nando. Dia tidak terima, Santos meledek partner ranjangnya.


"Haha, ya Tuan. Maafkan aku, eh tadi Nona Gadis rapi sekali, pakai gaun lagi, biasanya kau yang akan mengantarnya pulang? ada apa Tuan?" tanya Santos yang sudah memahami kebiasaan para gadis milik Tuan Mudanya itu.


"Biarkan saja, mungkin Gadis kesal karena aku terlalu lama bersama Cantika. Oh ya ... Santos, aku ingin curhat," jelas sang casanova.


Raut wajahnya seketika berubah, dia seperti memikirkan banyak hal.


Nando sebenarnya malas jika harus menceritakan segalanya kepada Santos, ini akan membuatnya terlihat tidak berdaya, tetapi mau bagaimana lagi? hanya Santos 'lah yang menjadi tumpuannya saat ini.


Nando menatap Santos dengan pandangan yang serius, membuat sang pelayan setia heran.


"Tuan? Tuan Muda?" panggil Santos, dia heran dengan tingkah Nando yang tidak seperti biasanya.


Kesadaran Nando belum kembali sepenuhnya, dia masih berada di dalam alam bawah sadarnya.


"Tuan?" Santos mendekat ke arah wajah tampan itu.


Ctak!


Santos dengan berani menjitak jidat Nando, alhasil pria tampan itu tersadar.


"Aw! sialan kau Santos! apa yang kau lakukan?" ucap Nando sembari mengusap jidatnya yang kesakitan.


"Maaf Tuan, Tuan sih, melamun saja! katanya mau mencurahkan isi hati." Santos hanya mengatakan hal seadanya dan apa adanya.


Dia memang gemas dengan Tuan Mudanya, yang selalu memikirkan para wanitanya tanpa mampu mengambil tindakan tegas.


*******

__ADS_1


__ADS_2