Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
New Episode ll Cemburu yang elegan


__ADS_3

Beberapa menit kemudian, Nando telah selesai mandi. Dia keluar dari kamar mandi dengan merasakan nyeri di bagian vitalnya.


Dia masih bisa menahan.


"Harusnya aku tidak perlu melakukan ini," ucap sang casanova saat harus mengurus si anu, aset berharganya yang sedang luka itu.


Tok ... tok ... tok ...


Terdengar suara ketukan pintu, Steve mengatakan untuk langsung masuk kepada orang yang ada di balik pintu.


Deg!


Dia terkejut saat melihat Julia muncul dari balik pintu.


"Baby? ada apa kau datang kemari?" tanya Nando penasaran.


"Aku khawatir kau tidak bisa merawat aset mu sendiri," pungkas Julia yang berjalan mendekati pria itu.


Kini Julia sudah berada di sisi Nando, dia dan itu duduk di tepi ranjang.


"Aku akan membantu merawatnya, kau sudah terlalu banyak membantuku, menyelamatkanku dari keterpurukan yang mendalam. Semua itu aku tidak bisa membalas, aku hanya mampu melakukan hal-hal kecil, seperti membantu merawat aset yang terluka itu dan mencintaimu sampai aku tiada."


Julia terlihat sangat cantik dengan rambut panjangnya yang tergerai, rambut itu masih basah. Sang wanita mengenakan pakaian ala rumahan yang lebih nyaman, karena hanya itu yang ada di lemari baju kamar yang ia tempati.


"Baby, aku ingin membuat kue basah," jelas Nando yang salah ucap.


"Haha ... mau buat kue basah ya di dapur, mengapa tiba-tiba ingin kue basah?" tanya Julia yang merasa sang kekasih semakin aneh akhir-akhir ini.


"Astaga, bukan kue tapi kau! shiittttt! maaf salah ucap."


Sang casanova malu tidak ketulungan. Si Julia menahan tawanya.


"Hehe ... kau ini, lucu," ujar sang wanita sambil mencubit pipi Nando mesra.


"Hm ... baby, aku ingin bibirmu," tukas sang casanova to the point.

__ADS_1


"Boleh, tapi setelah lukamu terbalut sempurna," jawab Julia.


Perlahan wanita itu melakukan tindakan terhadap anu Nando, hanya butuh beberapa menit saja, aset Nando telah terbalut sempurna.


Sang casanova perlahan mendekati wajah Julia.


"Mau apa?"


"Menciummu, apa lagi?"


"Nanti saja, waktunya makan malam."


Sang kekasih benar-benar membuat hasrat yang ada di ubun-ubun mendidih tak karuan.


Rasanya tak bisa dikendalikan, rasa membuncah yang luar biasa di dalam jiwanya harus ia tahan sampai waktu yang tidak bisa ditentukan.


"Gagal!" lirih Nando yang memilih untuk bangkit dari tempat duduknya kemudian masuk ke dalam ruang ganti.


....


"Suamiku, apa tidak terlalu berlebih jika mengundang gadis itu?" tanya Nyonya Jeslin sambil menyiapkan hidangan makan malam.


"Aku tidak setuju dengan pilihanmu atau Nando, tapi aku membiarkan kalian, jika aku ingin mengundang gadis itu apakah salah?" ungkap kakek moyang casanova dengan segala keegoisannya yang membuat Nando marah besar.


"Terserah kau saja, semua keputusan ada di tanganmu. Jika anakmu mengamuk, itu urusanku," jelas Nyonya Jeslin yang malas berdebat dengan sang suami.


Waktu sudah menunjukkan pukul 20.00, waktunya makan malam itu tiba.


Julia dan Nando berjalan beriringan menuju meja makan.


Tuan Heleas masih fokus dengan ponselnya dan hanya melirik saat calon menantu dan anak semata wayangnya duduk berdampingan.


Di saat bersamaan, seorang pelayan datang danĀ  menyampaikan sesuatu kepada Tuan Heleas.


"Tuan, Nona J sudah datang," ucap seseorang pelayan yang memberikan info kepada Tuan Heleas.

__ADS_1


"Oh oke, suruh dia masuk. Aku sudah menunggunya lama sekali."


"Baik Tuan."


Sang pelayan kembali ke pintu utama dan membuka pintu itu, setelahnya muncul seorang wanita cantik dari balik pintu.


Nando yang mengetahui J yang di maksud sang ayah, memasang muka masam dan terus menggenggam tangan Julia.


"Nanti akan datang seorang gadis yang akan dijodohkan denganku, nama panggilannya juga J. Jadi kau tetaplah tenang jangan cemburu, Ayah pasti akan membuat kita panas hati dengan segala ucapannya yang selalu menjunjung tinggi gadis bernama J itu," bisik Nando menguatkan Julia.


Sang wanita mengangguk tanda mengerti.


Sedangkan gadis itu sudah berada di samping Tuan Heleas, sang gadis terlihat sumringah namun melihat Nando duduk di samping seorang yang memiliki paras yang cantik, membuat si gadis cemburu.


"Dia bersama siapa paman?" tanya J sambil menatap kedua orang yang sedang jatuh cinta itu.


"Tidak perlu memikirkan 2 orang yang tidak berguna itu, lebih baik kau makan malam dengan kami dan duduklah disamping Steve."


Sang ayah memang menabuh genderang dengan sang anak karena di samping Nando ada Juli dan tidak ada tempat duduk lagi.


Julia yang tahu diri langsung beranjak dari tempat duduknya namun tangannya dicekal oleh sang kekasih.


"Baby, jangan terpengaruh oleh pria tua itu, kau duduk saja lagi," bisik Nando.


Julia tidak mau, dia tidak ingin membuat ayah Nando semakin membencinya hanya karena dia egois.


Julia membujuk Nando dan akhirnya sang cassanova mau menuruti apa yang Juli inginkan.


Julia berjalan menuju tempat duduk yang lain, dia duduk di samping Nyonya Heleas.


"Nak, kau tidak perlu bersedih. Dia hanya ingin mengetes sebesar apa cintamu pada Steve," ucap Nyonya Jeslin.


Meskipun Julia tidak terlalu memikirkan hal itu, dia panas hati saat melihat sang gadis menyenderkan kepalanya di bahu Nando.


'Sabar Juli, ini cobaan,' batin Julia yang cemburu dengan cara yang elegan.

__ADS_1


*****


__ADS_2