
Setelah mengerjai Xia, kedua orang yang memang usil bin jahil itu saling tos untuk merayakan kemenangan. Tawa yang tak henti membuat Nando sampai terbatuk-batuk.
Mengetahui Tuannya batuk, Santos dengan sigap mengambil sebotol air putih yang ia siapkan.
“Tuan Muda, ini minuman untukmu, kau jahat sekali menertawai gadis cantik dan semok sampai terbatuk-batuk,” ucap Santos. Dia juga tertawa tapi tidak berlebihan seperti Tuan Mudanya.
“Aku tertawa karena dia mengejar rudal yang tak akan dia dapatkan, mengemis pun aku tak akan memberikannya. Dasar gadis murah meriah, mana ada sudah dapat suami kakaknya, ingin mencicipi rudal yang lain, apalagi punyaku yang hypersonic ini. No, big no!”
Nando memang menyadari jika awalnya, dia tertarik kepada Xia, namun di saat terakhir, Nano langsung membuang muka sebab Xia adalah adik dari Julia alias J. Dia terbakar emosi, rasa dendam yang Julia rasakan sepertinya Nando juga merasakannya.
“Bagus kalau begitu Tuan Muda, kau sudah menyadari jika bermain-main dengan wanita itu tidak baik. Tapi untuk adik Nona Julia, memang halal untuk dipermainkan, sebab dia jahat sekali,” ucap Santos yang ikut geram.
Dia mendukung Nando yang akan membalaskan dendam Juli.
Tidak terasa, sudah sepuluh menit mobil Nando mondok di kuburan angker itu. Lama kelamaan rasanya horor juga.
Dia meminta Santos untuk segera pergi dari tempat itu.
Santos mengiyakan permintaan Tuan Mudanya. Dia tancap gas menggunakan mobil mewah itu meninggalkan tempat yang katanya angker tersebut.
Di sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Nando mencari infomasi lebih lanjut dari mantan suami J yang bernama Jack itu, dia terlihat sangat serius.
__ADS_1
“Jack Ardelon, pria tampan berusia tiga puluh lima tahun. Pengusaha sukses dengan gelar master of bussiness. Mendirikan banyak usaha disegala bidang, terutama bisnis property. Dia berasal dari keluarga berada, pasangan Lexon Ardelon dan Nerin Ardelon. Keluarga yang sangat terkenal dengan menjunjung tinggi nilai sopan santun. Astaga! sopan santun? dia bermain dengan adik Juli, dia bilang sopan santun? Ya Tuhan, ternyata ada yang lebih nista dan brengsek sepertiku. Jack, pria bodoh.” Nando masih fokus menatap layar ponselnya untuk mencari informasi di internet mengenai siapa Jack yang sebenarnya.
Santos kepo, dia juga ingin mengetahui apa yang sedang dibaca oleh Tuan Mudanya.
“Tuan, apa anda mencari informasi tentang suami Nona J?” tanya Santos sembari menatap Tuan Mudanya lewat spion tengah mobil.
“Iya, dia memiliki track record yang bagus, tidak ada cela sama sekali. Ini aneh, perlakuannya terhadap Juli juga tidak tersentuh pemberitaan. Terakhir dari yang aku baca, dia belum bercerai dengan Julia, ini aneh. Aku mengira Julia pergi dari rumah karena dia diusir dari rumahnya sendiri. Adik dan mantan suaminya ingin menguasai harta peninggalan kedua orang tua Juli berupa rumah mewah dengan harga yang fantastis,” jelas Nando yang mencoba membagi informasi kepada Santos tentang Jack, mantan suami J.
“Astaga, Nona J mengenaskan sekali nasib hidupnya. Tuan harus menjaganya dan membantunya balas dendam.”
Santos mendukung 100 persen hubungan antara Julia dan Nando. Ini yang pertama kalinya bagi Santos setuju jika Tuannya berhubungan lebih serius dengan partner ranjang Tuan Muda mesumnya itu.
Nando melotot ke arah spion tengah mobil, dia melihat Santos yang malas menatapnya.
“Santos? Kau dengarkan apa yang aku katakan?” imbuh Nando yang merasa pelayan setianya mencoba menghindar.
“Iya, dengar Tuan,” jawab Santos yang melirik ke arah spion tengah mobil, tempat si Nando mengamatinya.
“Bagus! Pembahasan tentang Jack, kita hentikan sampai di sini. Saat di depan J, kita berpura-pura tidak mengetahui apapun. Kau mengertikan?” tukas Nando yang masih ingin menutupi jati dirinya, dia ingin mengetahui perasaan J yang sebenarnya kepada dirinya, jika dia bukan Steve.
Apakah Juli mau menerimanya menjadi orang yang paling berharga di hidupnya? Ini adalah misi pembuktian cintanya.
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit ...
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang karena harus menambah jarak perjalanan oleh sebab ingin mengerjai Xia, akhirnya Santos dan Tuan Muda mesum sampai di rumah sakit tempat Julia di rawat.
Santos memakirkan mobil mewah Nando di tempat parkir eksklusif, kemudian dia mengajak Tuan Muda untuk segera turun dari mobil, karena dia sudah terlalu lama meninggalkan Julia sendirian di kamar VVIP rumah sakit tersebut.
Tapi, dia heran dengan tingkah Nando yang justru sedang berbicara sendiri di jok belakang.
“Ehm ... hallo Julia? Apa kabar? tidak ... tidak seperti itu, aku terdengar sangat gugup. Kalau begini, Nona Juli, how are you? Aku terlihat aneh tidak ya? mana ada aku grogi ingin bertemu seorang wanita, padahal biasanya aku langsung mengatakan rayuan maut dan para gadis itu akan memintaku menghangatkan ranjangnya, atau aku yang menyerang mereka terlebih dulu. Tapi mengapa rasanya berbeda saat ingin bertemu Juli? Sialan! Predikat pemain handal akan segera musnah dari hidupku! Shiittt,” ucap Nando yang terlihat sangat frustasi dengan dirinya sendiri.
Santos yang sedari tadi memperhatikan Tuan Muda mesumnya, hanya terdiam dan geleng-geleng kepala melihat keanehan Nando.
Nando melirik ke arah Santos dan bertanya kepadanya,” Apa yang kau lihat? bukannya kita harus menemui Juli, mengapa masih ada di tempat parkir? Ayo cepat keluar dari mobil. Kasihan Juli, kau ini bagaimana? Kerja tidak becus!”
Santos masih diam dengan penuh kebingungan, Tuan Mudanya sedari tadi berbicara sendiri, setelahnya Nando juga marah kepada Santos.
Cinta ini, kadang-kadang tak ada logika. Tuan Muda telah terpesona oleh Nona J. Dia sudah mendapatkan cinta sejatinya.
Santos mengelus dadanya dan berharap bisa lebih sabar menghadapi Tuan Mudanya yang masih saja labil itu.
….
__ADS_1