
Mobil itu tetap berjalan sebagaimana mestinya karena Santos sudah menurunkan kecepatannya. Tiba-tiba ponsel Julia berdering, dia segera menjawab panggilan telepon itu.
"Halo?" sapa Julia.
"Halo juga, bagaimana rapat tadi? apa sangat menyenangkan atau menyebalkan?" tanya si penelepon.
"Hm, apa ya? tidak terlalu menyenangkan juga tidak terlalu menyebalkan, hanya saja ada seorang pria tua yang sangat genit, dia bahkan memegangi kaki ku sangat erat. Dia ingin meminta satu malam denganku, geli jadinya," ujar Julia menahan tawanya.
"Apa? besok masuk kandang saja tidak perlu kemana-mana, aku kasih gaji 100juta perhari, asal tidak pergi-pergi, cukup di rumah saja ternak bayi!" teriak penelepon yang sangat sensitif saat sang sang kekasih dekat dengan pria lain apalagi pria itu sangat genit.
"Haha ... kau aneh-aneh saja, bagaimana bisa di rumah dan ternak bayi? bayi itu manusia bukan hewan, bagaimana bisa diternak? oke sayang, aku tidak melakukan apapun dengan pria itu. Aku akan menuruti apapun yang kau katakan setelah kau tobat dari segala jenis kelakuanmu sebagai seorang cassanova, kau harus ingat itu!" pinta Julia.
"Iya, kau tenang saja, aku on the way tobat kok! jadi kau harus ternak bayi," pinta sang kekasih lagi.
__ADS_1
Berulang kali Santos dan Julia menahan tawanya karena kata-kata Nando yang absurd itu. Nando sangat ingin beternak bayi katanya, dia kira bayi itu apa? memang casanova kamvret.
"Kita sudahi pembahasan mengenai peternakan, lebih baik kau tutup panggilan telepon ini," pinta Julia.
"Memangnya ada apa?" tanya Nando penasaran.
"Nyonya Jeslin sedang beristirahat, aku tidak ingin menganggunya," jelas Julia lagi.
"Hm ... okelah, aku akan menutup panggilan ini, kau baik-baik ya? btw ... ayahku, hanya sakit perut biasa, kadar pencahar yang aku masukkan kedalam minuman itu tidak ada 50%, yah cukup bolak-balik ke kamar mandi 30-50 kali bestie, setimpal dengan perbuatannya," jelas Nando dengan nada bicara yang santai.
"Astaga! ups, maaf Steve, bukannya aku menertawakan calon ayah mertua, akan tetapi kau sudah keterlaluan, bagaimana bisa? 30 kali keluar masuk kamar mandi, lemes gak tuh," ungkap Julia kembali menahan tertawa.
Santos memberikan ekspresi yang sama, sedangkan Julia membayangkan adik dan manta. suaminya juga mengalami hal yang sama, alangkah bahagianya jika Jack dan Xia merana karena obat pencahar.
__ADS_1
"Bagaimana dengan dua orang lainnya? pasti lebih menderita," ujar Julia.
"Ssstt! jangan tanyakan lagi, dosisnya cukup banyak untuk para pengkhianat, semoga esok hari masih bisa berdiri," jelas Nando menjawab asal-asalan.
"Apanya yang berdiri?" tanya Julia.
"Tubuhnya lah, masa anunya, anu nya belum mau berkomentar kwkwkwkwk," ungkap sang casanova dengan tawa yang menggelegar.
Namun suara itu cukup aman karena julia mengecilkan volume panggilan teleponnya, sebagai antisipasi agar sang calon mertua tidak terbangun dari tidur nyenyaknya.
Obrolan mengenai trio kamvret telah usai. Nando mengakhiri panggilan teleponnya.
"Santos, nanti kalau sudah sampai rumah sakit, jangan lupa beritahu aku ya?" pinta Julia.
__ADS_1
"Baik Nona," jawab Santos.
Selama berada di dalam mobil, Julia menyempatkan diri untuk memejamkan matanya karena rasa lelah dan kantuk mulai menggelayuti.