Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Menghalu anu


__ADS_3

Setelah santos keluar dari kamar pribadi Nando, si mesum pergi mandi, di dalam kamar mandi, dia berendam dengan segelas wine di tangannya, setelah helai kain di tubuhnya telah terlepas.


“Jika aku menjadi pria sejati, apa aku akan siap menjalaninya? memiliki anak, merawat mereka, suara tangis bayi di malam hari, harus menahan hasrat selama 40 hari. astaga, 40 hari? dua hari saja sudah tersiksa apalagi lebih dari itu? aku tidak bisa membayangkan.”


Nando membayangkan hal yang belum terjadi dan dia merasa ketakutan, namun saat mengingat juli, semua terasa mudah.


“Ini ujian kali ya? aku kan sudah banyak dosa, harus banyak-banyak ingat Tuhan agar hidup ada tujuan, dulu kan aku hanya bermain dengan para gadis itu tanpa mementingkan kehidupanku di masa depan. aku tidak boleh menjadi seperti ayah, dia terlalu menyakiti ibu, kasihan juli, dia kan tersiksa jika aku kembali menjamah para gadis simpananku. ada beberapa lagi yang harus aku selesaikan, aku akan mengajak mereka bertemu, akan aku selesaikan secara gentle.”


Nando memikirkan segalanya dengan terperinci. perubahan yang ia lakukan akan berdampak buruk padanya, mungkin saja para gadis akan menjatuhkan namanya atau menyebutnya pria cabul yang sadis. nando sudah mengantisipasinya, dia sudah memastikan semua gadisnya akan tutup mulut karena ada beberapa fakta mengejutkan dari para gadis yang ia kencani selama lima tahun ini. empat dari lima gadis memiliki rahasia yang mereka ceritakan secara tidak sadar saat mabuk, nando sudah merekamnya, jika empat gadis itu macam-macam, nando hanya perlu mengatakan ini kepada media kemudian keluarga mereka yang konglomerat akan tercoreng mukanya di depan umum.


Dia cukup cerdik menjadi pencinta wanita dan penjamah lembah dalam berliku yang memabukkan itu.


....


Cukup sepuluh menit saja dia berendam, wine di dalam gelas juga sudah habis masuk ke dalam kerongkongannya.


Waktunya nando untuk membilas tubuhnya yang penuh busa. tubuh polos nan kekar keluar dari bath up kemudian masuk ke dalam bilik kaca. di dalam bilik tersebut, dia menghidupkan air shower. seketika guyuran air shower membasahi ujung rambut hingga ujung kaki sang cassanova.


“Baby, aku ingin mandi bersamamu, menjamahmu di bawah gemericik air ini. wah pasti sangat menyenangkan.” nando sudah tergila-gila dengan dengan janda penuh pesona itu.


Dia frustasi kala miliknya yang berotot itu sudah menegang sempurna. apalagi benda tegak itu terlalu sensitif saat tersentuh, tangan ataupun gemericik air yang sedari tadi mengguyur hingga sekujur tubuhnya basah, menampakkan sisi maskulin yang abadi.


“Butuh pelepasan, aku sudah jarang bermain solo, tapi apalah daya, aku harus melakukannya.”


Dia memejamkan matanya dengan tangan kiri berada di benda tegak itu, dia membayangkan sosok juli dengan tubuh polos, dengan dua buah kenyal yang sintal, pucuk ranum yang menegang serta liang yang hangat.


Nando menggunakan visual juli saat ingin bermain dengan miliknya sendiri.


“Juli,” ucap nando yang sudah melakukan gerakan yang erotis.


Hingga, dia mendengar suara yang ia harapkan kedatangannya.

__ADS_1


“Baby?”


Nando yang semula terpejam, terperanjat kala sosok wanita yang ada di otaknya, menjelma menjadi nyata.


Dia adalah juli, wanita yang akan membuatnya menuju pertobatan.


“Kau? bukannya kau sedang ada di rumah sakit?" ucap nando yang terkejut, karena juli sudah ada tepat di depan matanya.


"Jika kau memikirkanku, pasti aku datang!" jawab juli dengan perlahan meraba tubuh kekar dengan sesuatu yang berdiri tegak di bawah sana.


"Kasihan sekali milikmu, tidak ada yang menyentuh dan memanjakannya, boleh aku sentuh?" bisik juli di telinga nando, dia sedikit mengigit ujung telinga si mesum hingga rasa aneh menggelayar di sekujur tubuhnya.


Nando mengizinkan juli untuk memanjakan miliknya yang sudah tak sabar menunggu sentuhan lembut dari tangan halus juli.


Tangan itu, tanpa aba-aba sudah melakukan gerakan maju mundur dengan tempo yang lambat.


"Bagaimana rasanya baby?" tanya juli.


"Jangan banyak bertanya karena ini sangat menyenangkan." netra nando terpejam. dia merasakan sensasi pijatan yang aduhai. rasanya tidak ingin usai, terlalu nikmat untuk diakhiri.


"Baby, mengapa kau meng ..." matanya terbuka, dia tidak melanjutkan kata-katanya karena apa yang ia alami adalah sebuah halusinasi.


Ya dia menghalu saja ...


"Sial!"


Nando menghentikan aksi solonya dan mempercepat waktu pembersihan diri.


Setelah pembersihan diri usai, nando meraih handuk kimono, ia mengenakannya dengan cepat.


"Aku harus banyak bersabar, kata ibuku kalau sabar nanti istrinya cantik dan bohay wkwkwk, ada-ada saja ibuku." nando tersenyum kala mengingat kata-kata ibunya.

__ADS_1


Dia perlahan membuka pintu kamar mandi sembari meraih handuk kecil yang sering ia gunakan untuk mengeringkan rambutnya.


Tap ... tap ... tap ....


Ia melangkah menuju ruang ganti, tapi langkahnya tiba-tiba terhenti saat ada sebuah kotak kado berukuran sedang, dengan motif beruang imut teronggok di atas nakas.


"Ada kotak kado? apa ini kerjaan santos?" nando masih bertanya-tanya.


Karena rasa penasarannya, dia segera mendekati kotak kado itu dan mengambilnya.


"Kita lihat, apa isi dari kotak kado ini," ucap nando sembari membuka kotak itu dengan perlahan.


Dia terkejut saat mendapati bingkai foto dengan visual juli yang diedit berdampingan dengan visualnya, di dalamnya juga ada pesan yang tertulis di secarik kertas ...


Ponsel untuk tuan muda, ini hadiah dariku. semoga kalian berdua bisa menjadi pasangan yang harmonis dan romantis. tidak perlu kau mengganti uangnya, cukup tuan bahagia dengan nona juli dan tuan muda menghentikan kebiasaan tuan bermain-main dengan para gadis itu.


Semangat Tuan!


Pasti Tuan bisa!


Nando tersenyum kala membaca pesan tertulis itu.


"Cih, santos bisa saja," ucap nando sembari mengambil ponsel yang ada di kotak itu, dan meletakkan kembali, kotak kado tersebut di atas nakas.


Tiba-tiba dia teringat akan kata-kata Santos.


"Santos bilang, dia akan membelikan aku dan juli ponsel, jadi ..., yes! aku bisa meneleponnya tiap saat! ha ha ...." raut wajah bahagia menghiasi wajah tampannya.


Lebih dari sekedar itu, yang sangat ia ingin adalah ...


Meskipun belum bisa menjamahnya, kan bisa phone se*x.

__ADS_1


Yah, radar mesumnya memang cepat sekali merespon.


...


__ADS_2