Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Gadis Piranha


__ADS_3

Rasa sakit di bagian bawahnya membuat Nando harus meringis kesakitan, dia menjauh dari piranha betina yang telah menyakiti senjatanya.


"Santos! bawa dia pergi! dia ini stres ya? milikku digigit, astaga! gadis ini," ucap Nando kesal.


"Baik Tuan!" jawab Santos dengan menahan tawanya.


"Baby! no, jangan lakukan ini padaku! baby!" Alea di gendong oleh Santos di bagian pundaknya.


Gadis itu terus memberontak ingin turun, tetapi tangan dan pundak Santos terlalu kuat jadi Alea tidak bisa turun meskipun melawan dengan sekuat tenaga.


"Kau gila! Alea!" pekik Nando sembari masuk ke dalam kamar pribadinya, dia berjalan seperti orang habis sunat, sangat berhati-hati.


Nando segera menghubungi dokter pribadinya agar on the way ke rumahnya karena senjata pamungkasnya cidera.


"Aku baru akan tobat, tapi Tuhan memberikan cobaan jika senjataku tak mampu bertempur di lembah sempit milik Juli! ini akan membuatku frustasi! Tuhan, cepatlah sembuhkan aku! aku bertobat kali ini," ucap Nando yang putus asa, mengapa tidak dari awal dia melakukan pertobatan itu.


Alea memang ganas, sejak awal berhubungan dengannya, Nando sering mendapatkan gigitan yang sama tapi di bagian lain, kini si piranha betina menyasar inti pertahanannya, sungguh tak bisa di bayangkan betapa ngilu rasanya.


Beberapa menit berlalu, dia hanya bisa berbaring sambil menunggu Dokter Brian datang.


Tok ... tok ... tok ...


Terdengar suara ketukan pintu, Nando tersenyum sumringah karena yang datang pastilah dokter pribadinya.

__ADS_1


"Masuk dok, tidak di kunci," ucap Nando.


KLEK!


Sosok pria berbaju putih dan membawa tas jinjing hitam masuk ke dalam kamar Nando setelah ia mempersilakan masuk.


"Dok, periksa anu saya, apakah bermasalah? rasanya sangat perih dan panas, kadang ngilu juga," jawab Nando menjelaskan apa yang dia rasakan.


"Oke," tukas sang dokter yang kini duduk di sampingnya.


Si dokter membuka resleting celana si mesum dan mendapati jika senjata Nando lecet akibat gigitan super piranha betina.


"Waduh, ini bahaya Tuan! anda menyakiti senjata anda sendiri atau bagaimana bisa lecet seperti ini?"  Si dokter juga tidak paham mengapa Nando bisa mendapatkan luka itu.


"Wkkwkwkwk ... aneh sekali, dia mau makan kau punya senjata? astaga? wkwkwk ... ini kasus yang aneh. Pertama kalinya dalam sejarah." Si dokter justru menertawakannya sampai perutnya keram.


"Terserah anda, apapun yang dokter katakan saya tidak perduli, intinya obati senjata saya dengan segera agar kondisinya kembali seperti semula." Nando berharap jika dia bisa menikah dan menikmati malam berdua, mengarungi lautan surgawi nan indah bersama Juli usai menikah.Tetapi, impian itu agaknya harus ditunda beberapa waktu sampai waktu yang tidak bisa ditentukan.


"Oke, aku akan segera mengobatinya dengan obat merah, dan membalutnya dengan perban agar lukanya cepat kering. Otomatis kau harus libur bercinta dulu," saran dari dokter yang sangat memberatkan dan membuatnya syok, tetapi dia hanya bisa pasrah.


Setelah pengobatan dilakukan, Nando diminta menggenakan celana yang lebih longgar agar luka lecet itu segera sembuh.


"Dokter jaga rahasia ini, ini bukan penyakit kelamin, melainkan luka akibat gigitan gadis brutal itu," tukas Nando mewanti-wanti.

__ADS_1


"Iya, aku sebagai dokter pribadimu akan selalu menjaga rahasia ini, okelah kalau begitu. Aku pamit, kau banyak-banyak istirahat agar milikmu segera sembuh," pinta sang dokter.


"Ya," jawab Nando.


Si dokter pergi, setelah itu gantian Santos yang datang.


"Tuan Muda, anunya baik-baik saja kan?" tanya Santos yang khawatir tetapi juga menahan tawanya.


"Cih, kau itu kalau mau tertawa, tertawa saja, tidak perlu ditahan-tahan. Aku tahu, ini balasan dari Tuhan karena sikapku yang mempermainkan para gadis itu." Nando mulai menerima apapun yang terjadi di dalam hidupnya, termasuk peristiwa mengejutkan seperti hari ini.


"Ini lucu Tuan, tetapi Tuan sedang sakit, aku tidak tega menertawakanmu. Aku adalah pelayan setia Tuan Muda, selalu memahami keadaan Tuan, suka dan duka, aku akan tetep menjaga dan mendukungmu. Hari ini harus bisa menjadi pembelajaran bagi Tuan, jika tidak selamanya yang kuat dan luar biasa akan bertahan lama. Oh ya, tadi aku mendapatkan pesan dari dokter yang merawat Nona Juli, bahwa dia boleh pulang hari ini, tidak perlu menunggu dua hari lagi." Kabar bahagia dari Santos menjadi kabar duka baginya, di saat dirinya terkena musibah, justru Juli diperbolehkan pulang.


"Tuhan baik sekali memang, kebanyakan dosa ini, makanya di stop dulu biar tidak menerjang jalan pertobatan, yaelah nasib ... nasib!" Nando menepuk jidatnya, dia sepertinya tidak memiliki muka jika menghadapi Juli.


Casanovanya loyo, senjata andalan sudah terkudeta dengan sendirinya.


"Haha ... maaf, kali ini aku tertawa Tuan. Tapi aku yakin, Nona Juli tetap akan menikah dengan anda bahkan mau merawat anda sampai sembuh dan tobat." Santos mencoba menenangkan sang majikan agar tidak terlalu berpikiran buruk.


"Hm, lanjutkan saja tertawamu, aku tidak masalah. Sialan, Alea ... kau nekat sekali!" umpat Nando yang menyesali apa yang terjadi.


Santos tersenyum, dia senang, akhirnya waktunya tiba, titik terang pertobatan Tuan Muda telah mencapai level lebih tinggi.


Terimakasih Nona Alea, gigitanmu menyadarkan Tuanku.

__ADS_1



__ADS_2