Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Aku mau nikah!


__ADS_3

Di sisi lain, ada kang mesyum yang sudah ngebet ingin nikah, tapi dia juga bingung mau nikah kapan karena si bapak lagi sakit karena ulahnya dan si emak, kasihan amat ya.


Gazebo, Green Resto!


Nando dan Santos terlihat masih berunding, kemudian Nando memberikan keputusannya.


"Aku akan meminta ibu untuk menyiapkan acara pernikahanku esok hari, bagaimana?" tanya Nando penuh percaya diri.


"Apa tidak terlalu cepat Steve?" sahut Julia.


Dia merasa tidak baik membuat beban orang tua apalagi ibu.


"Kan ibu sendiri yang memintaku untuk menikah, mengapa saat aku ingin menikah dia tidak mau mempersiapkannya? harusnya Ibu mengatakan sejak awal jika tidak ingin menikahkanku denganmu. Aku bisa melakukan segalanya sendiri." Steve merasa tersinggung dengan ucapan sang kekasih, dia bisa melakukan sendiri karena ada uang dan fasilitas yang bisa ia gunakan untuk melangsungkan pernikahan namun karena dia memperhatikan dan memikirkan perasaan ibunya, Nando tidak ingin terlalu gegabah mengenai pernikahan ini.


Dia ingin mendengar pernyataan langsung dari sang ibu mengenai hal ini.


"Baby, kau tersinggung atas apa yang aku katakan ya? maaf untuk semua itu, aku tidak bermaksud untuk menyinggung dirimu. Aku hanya berpikir bahwa ayahmu sedang sakit, tidak baik untuk melangsungkan pernikahan di saat anggota keluarga ada yang berhalangan," jelas Julia.


"Hm, itu juga ulah ibu kan? seharusnya ibu yang bertanggung jawab. Bukan aku yang harus menanggung segalanya dan menunda pernikahan berhari-hari lamanya, si anu juga sudah terasa lebih baik. Dia juga siap bertempur di malam pengantin."

__ADS_1


Di saat genting dan serius, Nando masih sempat-sempatnya bercanda kepada Julia dan Santos.


"Astaga, hasrat duniawi lagi. Duh, kau lama-lama harus di karantina, bagaimana bisa memikirkan hal itu disaat penting seperti ini? astaga, baby. Dasar kau ya?"


Nando hanya tersenyum smirk, dia tidak bercanda karena dalam hatinya dia memang merasa kesal dengan apa yang ada di depannya.


Semua hal yang sudah ibunya rencanakan hanya semu, dia tidak akan dapat apapun.


Namun, apa yang ada dipikiran Nando belum tentu sesuai kenyataan.


Sang ibu kini sedang mempersiapkan kejutan luar biasa untuk sang putra tercinta.


"Aku mau ke toilet dulu, mana ya toiletnya?" tanya Nando.


"Kau sangat hafal tempat ini?" ungkap Nando.


"Aku sering mengantar Nyonya dan Tuan besar ke sini, tempat ini adalah favorit mereka berdua."


Santos teringat akan zaman dimana majikannya sering datang ke Green Resto kemudian menikmati udara segar disana.

__ADS_1


Rasanya rindu akan hal tersebut.


Santos menjadi saksi, bagaimana luar biasanya cinta Nyonya Jeslin kepada Tuan Heleas yang terkenal dengan sifat brengsek yang sudah mendarah daging itu.


"Nona, Tuan, Tuan Heleas sebenarnya sangat baik, hanya saja kelakuannua yang mines," jelas Santos.


"Cih, kalau sudah mines ya mines saja. Mengapa harus mengatakan dia baik? ayahku terlibat cinta dengan wanita, sampai aku lupa yang mana saja. Dulu ibuku masa bodoh, untuk ku sendiri, rasanya belum bisa untuk melupakan rasa sakit hati akibat tingkah ayahku, makannya aku menjadi seperti ini juga atas andil ayahku," ungkap Nando kesal dan terus menyalahkan sang ayah.


Santos yang memahami hal ini, langsung mengalihkan pembicaraan.


"Kau tahu jika tempat ini, ada wahananya. Mau coba?" ucap Santos.


"Kau selalu membela ayah, permisi! aku pergi dulu!" jawab Nando yang lebih memilih untuk pergi ke toilet umum yang ada di tempat itu.


Saat berjalan menuju toilet umum, tiba-tiba Nando dikejutkan sosok Christin Howard.


"K-kau?" sahut Nando terkejut.


"Iya, ini aku. Apa kabar? lama tidak berjumpa?"

__ADS_1


Nando malas untuk berbicara dengan wanita itu, kemudian langsung beralih ke toilet karena semakin lama melihat wajah itu rasanya semakin kebelet, mual dan ingin muntah saja.


*****


__ADS_2