Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Berkilah


__ADS_3

Penerbangan menuju Paris tidak terlalu menyenangkan karena Nando harus menutupi rasa kesalnya oleh sebab ponsel miliknya yang ditahan oleh Cantik.


Dia menuruti apapun yang Cantika katakan, seperti selfi bersama, membicarakan tempat-tempat indah di Paris dan masih banyak lagi.


Dua puluh menit sudah keduanya menjalin keintiman, tetapi itu semua hanya semu bagi sang casanova. Intinya adalah sang kekasih tidak merasa diabaikan dan tetap merasa nyaman saat berada didekatnya.


"Baby, aku sangat bahagia," ujar Cantik sembari mencium punggung tangan Nando.


"Iya baby, aku juga sangat bahagia. Oh ya, kau semakin hari semakin menggoda saja, make up mu juga cocok untukmu. Thank you baby selalu menjaga penampilanmu." Hati Nando bergemuruh saat mengatakan pujian terhadap Cantik. Tetapi ini adalah salah satu cara agar si gadis tidak mencurigainya jika yang ada di otak sang casanova adalah Julia.


Cantika yang menggilai pujian dari mulut penuh dusta milik Nando, hanya bisa tersenyum manis.


Dia tidak mampu berkata-kata lagi, dia merasa Nando sangat mencintainya, padahal tidak sama sekali.


Kamuflase sang casanova sangatlah cerdik, dia mampu menunjukkan banyak wajah kepada lima gadisnya.


Dengan 4 gadis cantik yang lain juga dia mengatakan hal yang sama. Memperlakukan mereka dengan cara yang sama pula.


Tidak ada hal lain selain ranjang dan kenikmatan di otaknya.


Dia akan menjadi pembohong ulung agar hasratnya tersalurkan.


Semua yang terjadi juga bukan salah Nando sepenuhnya, para gadis yang rela menjadi budak napsunya, tak meminta imbalan sepersenpun karena mereka sama dengan Nando, pemuja kenikmatan duniawi.


Semua gadis simpanannya adalah para gadis high class, untuk membeli kaos t-shirt biasa saja harganya di atas 30 juta.


Sungguh, Nando adalah pria paling beruntung di seluruh dunia. Tanpa perlu keluar uang banyak, para gadis sudah menempel seperti permen karet.


....


Di bandar udara Charles de Gaulle, Paris, Perancis.

__ADS_1


Tidak terasa, perjalanan yang membosankan 'pun berakhir. Pesawat telah mendarat di bandara  Charles de Gaulle, Paris, Perancis.


Dua jam yang melelahkan bagi sang casanova karena harus menampakkan senyum palsu di depan Cantik.


Perlahan keduanya beranjak dari tempat duduknya dan mengantri untuk bisa keluar dari pesawat itu.


"Baby, terima kasih ya? kau sudah mengajakku kemari."


"Ini belum apa-apa. Masih ada hal lain yang lebih istimewa."


"Oh ya? love you so much baby, muah ... muah," tukas Cantik sembari mencium bibir Nando berulang kali di depan banyak penumpang.


Semua penumpang tidak terlalu memusingkan tingkah nekat Cantik, karena hal itu sudah biasa bagi mereka.


Setelah turun dari pesawat, mereka berjalan menuju pintu keluar bandara.


Nando begitu mesra terhadap Cantik, dia menggandeng tangan Cantik. Menyanyikannya sebuah lagu, bercerita hal yang sederhana tetapi sangat seru.


Tak terasa, semua kebahagiaan itu telah membawa mereka benar-benar keluar dari bandara itu.


"Baby, lama sekali mobilnya," gerutu Cantika, masih tetap bermanja-manja dengan Nando. Dia benar-benar menempel bak perangko di tubuh wangi dan kekar milk sang casanova.


"Iya baby, kan kita baru saja sampai. Mungkin lima menit lagi." Baru saja Nando selesai berbicara, mobil jemputan menuju hotel mewah di Paris sudah tiba.


Raut bahagia menyelimuti wajah Cantika.


Setelah mobil itu berada tepat di depan keduanya, Nando dan partner ranjangnya masuk ke dalam mobil itu dan duduk di jok belakang.


Sang sopir melihat dari spion tengah mobil, kemudian dia bertanya kepada Nando," Tuan, kata Santos, saya harus mengantar anda ke tempat lain sebelum ke hotel, apakah itu sesuai dengan rencana Tuan?"


"Terserah saja, kau ikuti apapun yang Santos katakan. Aku tidak ingin ribet." Sang casanova sedang tidak ingin berdebat, apapun yang Santos rencanakan ia ikuti saja.

__ADS_1


"Baik Tuan," jawab sang sopir yang segera tancap gas menuju tempat yang sudah Santos siapkan.


....


Perjalanan yang membosankan part 2 harus Nando jalani agar sang gadis berbaik hati mengembalikan ponselnya.


Rasa gundahnya semakin terasa saat terdengar bunyi ponsel miliknya.


"Baby, ada yang meneleponku, kembalikan ponselku, please! aku sedang membangun proyek rumah mewah untukmu seorang. Apa kau tega menghancurkan semua usahaku untuk membahagiakanmu?" Nando si penipu kelas kakap sedang menunjukkan eksistensinya dalam membuat para gadisnya tak mampu menolak semua permintaannya.


"Benarkah baby? wow! kau luar biasa! aku akan mengembalikan tapi, kiss dulu." Cantika sangatlah cerdik, dia tidak mau rugi. Segalanya bisa ia gunakan sebagai alasan untuk mendapatkan kiss dari sang kekasih.


"Bukan hal yang sulit," tukas Nando.


"Pak, kau pura-pura saja tidak terjadi sesuatu di belakangmu, atau kau akan tersiksa jika berani menoleh," imbuh sang casanova memperingatkan.


"Baik Tuan," jawab sang sopir yang langsung menurunkan kaca spion tengah mobil untuk mengurangi rasa penasarannya dengan apa yang terjadi di belakang.


"Sekarang baby?"


"Iya."


Cup!


Nando langsung mendaratkan satu kecupan mesra  di bibir sang kekasih. Kecupan yang semula teratur, kini menjadi semakin menuntut dan membuat tangan nakal sang casanova mencari tempat ternyamannya.


Nando nakal sekali sampai suara de sa aha an Cantik begitu membahana di telinga siapapun yang mendengarnya, beberapa kali sang sopir menelan salivanya, dia juga merasakan hawa yang panas.


"Baby, stop! cukup," pinta Cantik saat mulut maut Nando mulai bergerilya di buah kesukaannya, yang kenyal dan sangat candu baginya itu.


Dengan nafas tersenggal-senggal, Cantik mengembalikan ponsel Nando.

__ADS_1


'Akhirnya, dia mengembalikan ponselku juga. Aku menang banyak kalau seperti ini, haha,' batin Nando bersorak-sorai. Selain ponsel sudah di tangan, dia juga mendapatkan bonus, menikmati  dou candu penuh kenikmatan yang tiada tara.


...


__ADS_2