
Nando segera tancap gas menuju rumahnya, dia senang karena sang kekasih selalu bersamanya. Julia terlihat murung, membuat Nando juga merasakan kesedihan yang sama.
Dia menatap wajah sendu Juli yang akibatkan oleh Tuan Heleas.
Sang ayah emang keterlaluan karena telah merendahkan calon menantunya di depan gadis lain yang tidak ada apa-apanya dengan Juli.
Gadis yang juga bernama J, membuat keadaan menjadi semakin runyam apalagi ayah Nando lebih condong kepadanya.
Mau tidak mau, Nando harus menghibur sang kekasih yang sedang galau itu.
"Baby, apa kau ingin makan di Cafe?" tanya Nando memberikan tawaran kepada sang kekasih.
"Hm ... tidak Steve, aku ingin beristirahat di rumah saja. Rasanya sangat lelah," tandas Julia dengan ekspresi wajah yang sulit ditebak.
"Kau ini sedang sakit ya?" tanya Nando lagi.
"Tidak Steve, hanya saja aku sedang tidak enak badan," ungkap Julia berikan alasan.
"Kau hamil?" sahut Nando.
"Haha ... aku tidak hamil, hanya saja kepalaku pusing dan perut sakit," jawab Julia sambil memegang kepala dan perutnya.
Nando baru menyadari bahwa dirinya dan sang kekasih belum makan malam, pantas aja kepala pusing dan perut keroncongan.
Sang casanova langsung membawa sang kekasih menuju Cafe terbaik di kota itu, dia tidak ingin memberikan hal yang buruk ataupun standar rendah saat berkencan dengan Julia yang menurutnya sangat istimewa itu.
"Kau mau membawaku kemana?" tanya Julia penasaran.
"Aku mengetahui bahwa dirimu itu kelaparan, aku pun sama rasanya sangat tidak enak," jelas Nando yang kini berakting sok melas.
__ADS_1
"Iya, jika kau mengatakan aku ini kelaparan, benar adanya. Jika kau beranggapan aku hamil, itu jelas salah karena aku sedang tanggal merah, aku baru mengetahuinya setelah mandi tadi," ucap Julia membuat wajah sang kekasih seketika pucat.
"Haishhhh! kesempatannya tidak akan datang kedua kali tetapi justru tanggal merah, bagaimana bisa melakukannya saat tanggal merah? aku frustasi!"
Nando benar-benar merasakan yang mendalam karena mendapati situasi yang sangat menyebalkan ini.
Berbeda kisah dengan Julia yang hanya tersenyum, dia memahami apa yang di rasakan oleh sang kekasih.
"Menikah dulu baru bisa merasakannya lagi," cetus Julia.
"Hah? aku harus menunggu sampai kita menikah?" tanya Nando sambil tetap fokus menyetir.
"Hei! pria mesyum, apakah lupa jika senjatamu sedang sakit? kau ini pria macam apa ya? sudah banyak yang terjadi di dalam hidupmu tetapi belum juga merasakan kapok juga, berhentilah memikirkan paha dan dada. Semuanya akan kau dapatkan setelah pernikahan kita diselenggarakan."
Julia mengatakan hal yang logis kepada sang kekasih yang terlalu memikirkan kenikmatan duniawi daripada kebahagiaan rohani.
Rasanya Nando memang tidak pernah bisa berubah 100%, si pria yang menurunkan darah casanova sang ayah memang tak terelakkan lagi.
Sesampainya di Cafe yang dimaksud....
Julia dan Nando turun dari mobil yang sudah terparkir di depan sebuah Cafe, Nando terlihat melindungi sang kekasih dari orang-orang yang baru saja keluar dari Cafe itu, sepertinya para pria yang baru saja melewati keduanya adalah sekumpulan pria dan wanita yang sedang melakukan reuni kampus.
Saat Julia dan Nando masuk kedalam Cafe tersebut, ada seorang pria yang mengajak Julia perkenalan.
"Hey cantik? ayo ikut kita pulang?" ucap si pria 1. Dia memperhatikan Julia dari ujung kaki sampai ujung kepalanya.
"Apa dia seorang malaikat yang mengenakan baju khas rumahan?" sahut pria 2.
Julia berusaha menerobos dua pria yang sudah semakin berani menyentuh lengannya, seketika itu juga Nando meminta kekasihnya mundur dan dia yang akan menghadapi dua pria yang tak kalah tampan dari dirinya.
__ADS_1
"Cih, kalian berdua ini sepertinya tidak bisa melihat, Aku ada disamping kekasihku dan kau secara terang-terangan menggodanya, memang cari mati atau ingin mati?" pungkas Nando.
Dia menarik kerah baju keduanya secara bersamaan dan hampir saja mengangkatnya, kekuatan Nando menjadi empat kali lebih besar dari sebelumnya karena rasa cemburunya yang sudah mendarah daging.
"Haha, kau hanya pria yang tidak terlihat," ledek pria 1.
"Sialan!"
Bug!
Bug!
Nando terlibat pertengkaran dengan dua pria yang berani menggoda kekasih hatinya, Julia yang juga memiliki keahlian beladiri langsung membantu Nando.
Dua pria terkejut dengan kekuatan yang dimiliki oleh Julia, bukan hanya dua orang itu tetapi juga sang kekasih.
"Wah!! kau seperti kungfu master yang ada di televisi!" puji Nando.
Dua pria yang mengganggu kekasih Nando, kabur karena takut menghadapi seorang Julia yang ternyata memiliki keahlian lain.
"Haha ... mereka berdua itu seperti tikus kecil yang tidak berdaya karena mendapatkan banyak pukulan darimu," jelas Nando.
"Kau bisa saja, aku sudah lama tidak latihan beladiri, belajar bela diri karena sering mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari beberapa pria yang suka menggodaku. Kejadiannya sama persis dengan apa yang kita alami."
Nando bahkan tidak menyangka bahwa sang kekasih memiliki keahlian yang luar biasa.
"Kau harus mengajariku bela diri agar bisa menggempur dirimu di malam pertama!" ujar Nando mengatakan hal yang tidak mungkin.
"Haha ... lebih baik kita duduk dan menikmati pemandangan malam hari di Cafe ini," pinta kekasih yang melihat pesta kembang api di depan Cafe itu.
__ADS_1
******