Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Merenung


__ADS_3

Malam yang panjang untuknya karena harus menunggu pagi menjelang tanpa kehadiran seorangpun di sisinya.


Nando termenung dalam diam, mencoba menafsirkan kata tobat yang Juli sematkan saat memberikan pria itu nasehat.


Sang casanova merebahkan tubuh yang masih mengenakan handuk, Nando memikirkan tentang cara meninggalkan ke empat gadis simpanannya dan hanya hidup dengan seorang wanita saja selamanya.


Namun, dia merasa belum mampu.


Petualangan cintanya yang terasa semu itu masih ingin ia jelajahi sampai dia benar-benar bosan dan berhenti.


"Cantik sudah mundur, tinggal empat lagi. Selain Cantik, tidak ada yang lebih menyenangkan. Hanya Kiara yang masih bisa bersaing." Nando mempertimbangkan untuk membuat satu persatu gadisnya pergi tanpa ia minta. Contohnya, seperti Cantika.


Dia kabur oleh sebab Nando yang hanya mempermainkan cinta yang tulus dari gadis itu.


.....


Pukul 21.00 waktu Paris...


Nando belum juga terpejam, dia tiba-tiba teringat akan sang ibu.


"Kenapa aku teringat ibu? apa dia baik-baik saja?" ucap Nando yang merasa aneh dengan dirinya sendiri.


Dia segera beranjak dari tempat tidurnya dan mengenakan pakaian tidur, dia membuka jendela kamarnya.


Seketika angin malam menyeruak ke dalam tulangnya.


'R**asanya amat dingin, biasanya aku bersama gadisku dan terasa hangat dalam pelukan mereka. Apa ini yang namanya jomblo? rasanya sepi dan membosankan!' batin Nando sembari menatap Menara Eiffel dari jendela kamarnya.



Dia memilih untuk menutup matanya, merasakan kesendirian yang menyiksa ini. Mencoba memahami bahwa dia bukan lagi pria casanova yang tidur dengan para gadis tiap malamnya.


Kini dia merasa menjadi pria yang harus pandai menahannya, menahan segala hasrat dalam dirinya.


"Tuhan, apa aku harus berubah? apa yang membuatku harus melakukan semua hal yang sulit untuk aku tinggalkan?" Nando mempertanyakan banyak hal kepada Tuhan yang selalu ia tinggalkan. Dia berlaku seolah-olah hanya saat butuh, dia akan ingat Sang Pencipta.

__ADS_1


Nando yang penuh dosa dan dusta itu, di saat sepi seperti ini, biasanya akan melakukan sesuatu di kamar mandi untuk meluapkan hasratnya bersama para gadisnya lewat phone se*x. Dengan melihat tubuh seksi dan liang yang basah, membuat Nando dengan mudah terangsang dan cairan surgawi itu akan keluar sebagai respon rasa leganya akan permainannya sendiri.


Dia menguji nyali menggunakan tangannya untuk memuaskan hasrat dalam diri yang menggebu.


Tapi saat ini, bukan itu yang menjadi fokus utamanya. Dia memikirkan sang ibu, dia teringat akan petuah sang ibu tercinta terakhir kali sebelum ia kabur dari rumah.


Steve, berhentilah bermain dengan para gadis itu. Menikahlah, cari gadis yang membuatmu jatuh cinta dan mampu memberikanmu keturunan. Ingat, umur kita tidak ada yang tahu. Kau jangan meniru ayahmu, dia memang pemain, ibu sudah siap akan konsekuensinya karena kami hanya korban perjodohan. Ayahmu, saat menjadi suami ibu, tidak sekalipun menyentuh ibu karena dia merasa ibu menjadi penyebab dirinya dikurung selama satu bulan penuh dirumah agar dia tidak berhubungan dengan wanita lain di luar sana. Ini adalah ide gila kakekmu, dia tidak ingin cucunya terlahir dari para simpanan ayahmu. Alhasil, dia benar-benar balas dendam dengan menyerang ibu 6 kali sehari selama 2 minggu penuh. Satu bulan kemudian, ibu hamil, ayahmu diam-diam masih bertemu dengan salah satu simpanannya yang mungkin menjadi yang utama daripada yang lainnya.


Steve, ibu berdoa agar kau menjadi pria normal. Jika kau sudah siap untuk meninggalkan segalanya, temui ibu, bawa calon menantu untukku.


"Shiittt! ini yang selalu membuatku kesal, saat sendiri, aku akan memikirkan kata-kata ibu, merasa bahwa aku menjadi pria bodoh dan jahat karena mempermainkan para wanita yang sama artinya aku menjadi seperti ayah, aku kembali menyakiti hati ibuku."


Nando mengacak rambutnya kasar.


Dia kebingungan harus melakukan apa. Pria casanova yang tidak bisa tidur karena gadisnya kabur.


....


Pukul 23.00 waktu Paris...


Dia frustasi jika lama-lama berada di kamar hotel sendirian.


Ingin bermain solo pun, tidak ada hasrat, tetapi miliknya terasa menegang.


Dia seperti kena karma karena mempermainkan para gadisnya.


Rasa kecewa Cantik, membuatnya tidak mendapatkan sentuhan lembut itu.


Sang casanova segera bersiap-siap, dia mengganti bajunya dengan kain lain yang lebih modis.


Beberapa menit setelahnya, dia keluar dari kamar hotel itu, berjalan dengan rasa bersalah yang tak terhingga untuk sang ibu.


Ting!


Pintu lift terbuka, dia masuk ke dalam lift tersebut.

__ADS_1


Dia menekan tombol angka 1 karena dia akan turun di ke lantai dasar.


Beberapa menit kemudian...


Ting!


Pintu lift terbuka, dia berjalan yakin meninggalkan hotel mewah itu.


Memberikan kesempatan kepada jiwanya untuk melihat pemandangan lain, memikirkan hal lain yang lebih menenangkan.


"Tuan? apa anda sakit?" tanya sang sopir saat membuka pintu untuk Tuan Mudanya.


"Memangnya aku terlihat pucat?" tanya Nando sembari melotot ke arah sang sopir.


"Bukan itu maksudku Tuan, biasa Tuan bilang sedang sakit jika ingin pergi berjalan-jalan," ucap si sopir yang mengingat kebiasaan sang majikan.


"Haha, iya. Waktu itu aku sedang mabuk, jadi lupa apa yang aku katakan." Nando selalu seperti itu, tapi kali ini dia tidak sedang sakit, hanya sedang memikirkan banyak hal tentang masa depan.


"Oh syukurlah kalau begitu, Tuan ingin ke bar? bertemu para gadis?" tanya si sopir.


"Tidak untuk kali ini, biarkan aku melihat pemandangan Paris sampai pagi menjelang," jelas Nando.


"Baik Tuan," jawab si sopir dengan wajah keheranan.


Apa Tuan Nando sudah tobat ya? jika iya, syukurlah! Nyonya Besar pasti senang jika mengetahui Tuan Muda sudah menunjukkan perubahan yang positif.


Si sopir bergumam hal yang tidak mungkin, tetapi ini adalah kenyataannya, seorang casanova macam Nando tidak ingin bertemu gadis? tidak ingin menghabiskan waktu bersama gadis lagi?


Fix, Nando sudah menyadari banyak hal yang membuatnya harus segera berubah dan itu baik untuknya.


"Hey kau? apa kau melamun? cepat jalan! kau mau gajimu aku potong 100 persen?" Nando terlihat emosional.


"Maaf Tuan, baik aku akan membawa anda berkeliling Paris sampai pagi."


….

__ADS_1


__ADS_2