
Nando dan Santos tetap berjalan lurus ke depan tanpa menoleh sekalipun, setelah mendengar hal yang menggembirakan tersebut. Nando khawatir rasa bahagianya terlalu kentara, dia ingin mengatakan kebenarannya dengan cara yang manis.
KLEK!
Pintu ruang VVIP telah terbuka, dia dan Santos berjalan keluar.
Suasana hatinya masih kondusif.
Tetapi saat pintu tersebut tertutup.
Dia berjingkrak-jingkrak tidak karuan seperti bocah, untung di sana adalah kawasan ruangan rawat inap VVIP, jadi hanya ada Santos dan dirinya saja.
Santos pun ikut bahagia, dia tersenyum untuk keberhasilan Nando menemukan si nona kecil J.
"Santos! aku senang sekali, yes! aku bisa menemukan gadis kecil itu kemudian akan menikahinya, yes!" Dia mencengkeram pundak Santos dengan kuat, dua bola matanya membulat sempurna, senyum manisnya senantiasa menghiasi wajahnya.
Lama kelamaan, Santos merasa kesakitan. Dia menegur sang majikan.
"Tuan, kau sangat bahagia, tetapi mengapa kau menyiksa pundakku? pundakku salah apa?" tanya Santos dengan menahan rasa sakit.
"Astaga! Haha ... maaf Santos, aku sangat bahagia. Kau mengetahui ini kan? Haha ... aku bahagia ...." Nando, si pria casanova yang terlalu bahagia lantaran bertemu dengan cintanya, bukan karena mampu meniduri 5 gadis dalam sehari.
Konteks kebahagiaan sejati Nando telah berubah, dia merasa lebih bersemangat menjalani kehidupan, bukan sekedar mengumbar napsu serta membuang uang untuk mencari kenikmatan duniawi yang ia puja selama ini.
Nando telah bertransformasi menjadi budak cinta akut, ikrar tak akan bercinta dengan empat gadis yang tersisa, agaknya akan terwujud dengan segera.
"Iya, aku tahu. Tapi, apakah Tuan sudah siap untuk menyanggupi persyaratan dari Nona Juli tentang libur bercinta dengan para gadis Tuan setelah menikah dengannya?" Santos terlihat meragukan Tuan Mudanya.
__ADS_1
Lima tahun lamanya kebiasaan gila itu berlangsung, tidak akan mudah untuk seorang casanova meninggalkan kenikmatan duniawinya dalam waktu singkat, oleh sebab itu, Santos memberikan saran agar sang majikan belajar menahan hasrat untuk bermain dengan para gadisnya.
"Tuan, ini hanya saran dariku, kau harus belajar mengendalikan hasratmu, jangan tergoda meskipun mereka memaksa dengan cara yang lembut sekalipun, kau mengerti kan maksudku?" imbuh Santos mencoba memberikan saran terbaiknya agar Tuan Muda mesum tidak kesulitan saat menikah dengan Juli, karena urusannya akan ribet jika dalam pernikahan sudah tumbuh benih-benih cinta tetapi Nando masih memiliki kebiasaan bermain di ladang yang lain.
"Ya nanti bisalah aku atur, semoga aku bisa," jawab Nando. Si pria mesum mengatakan hal tersebut seperti berat hatinya, membuat Santos harus lebih tegas padanya.
"Tuan Muda! aku yakin kau dan Nona J, kelak akan saling mencintai meskipun Nona J belum mengungkapkan perasaannya, jika aku dengar dari ucapan yang ia lontarkan tadi, dia sangat ingin bertemu Tuan Muda sebagai Steve Heleas bukan Javier Fernando. Jadi Tuan harus belajar memahami keadaan ini ...."
Belum sempat Santos melanjutkan ceramahnya, Nando sudah membungkam mulutnya.
"Sejak kapan kau menjadi cerewet, jangan membahas J-ku di sini, aku tidak ingin dia dengar, kau payah sekali Santos! mirip ayahku saja kau ini, berisik!" ucap Nando.
Dia mengapit leher Santos di ketiaknya dan membawa pelayan setianya pergi menjauh dari kawasan ruang rawat inap VVIP.
Sesampainya di depan pintu lift yang masih tertutup, Nando melepaskan Santos.
"Fiuh! akhirnya bisa bernafas juga, Tuan jahat sekali, apa kau ingin membunuhku?" jelas Santos sembari merapikan bajunya serta mengatur nafasnya agar tidak sesak saat berada di ketiak Nando.
"Haha ... apa kau kira bau ketiak masam bisa membunuhmu?" jawab Tuan Muda mesum. Dia tertawa mendengar ucapan Santos.
Ting!
Pintu lift telah terbuka sempurna, kedua pria berbeda usia tersebut masuk ke dalamnya.
Tak lupa Santos memencet tombol angka 1 karena tujuan mereka turun ke lantai dasar rumah sakit tersebut.
Tidak ada perbincangan diantara keduanya di dalam lift. Santos tidak ingin mengganggu sang bos yang sedang memandangi foto Juli di ponselnya, si Tuan Muda senyum-senyum sendiri seperti baru saja jadian.
__ADS_1
Syukurlah Tuhan, kau berikan cahaya kehidupan untuk Tuan Muda, dia pasti akan banyak berubah setelah ini, ini doaku untuknya Tuhan, kabulkan permintaan manusia sepertiku yang banyak dosa ini Tuhan.
Ting!
Pintu lift terbuka, Nando menyimpan ponsel di saku celananya.
Dia dan Santos berjalan santai menuju tempat parkir ekslusif.
Setelah sampai di tempat parkir ekslusif, Nando langsung masuk ke dalam mobil, dia duduk di jok belakang, sedangkan Santos duduk di jok kemudi.
"Kita kemana Tuan setelah ini?" tanya Santos.
"Pulang, aku ijin berisitirahat, hari ini sangat melelahkan, tapi sebelumnya aku harus mandi kembang setaman karena telah bersentuhan dengan Xia, gadis nakal yang sok cantik meskipun dia memang cantik! Haha ...." Nando mengingat saat jemarinya bermain di antara kedua paha Xia, suara desahaannnya masih saja tergiang, tapi bukannya senang, dia merasa itu sesuatu yang menjijikkan.
"Apa anda juga bermain dengannya?" tanya Santos.
"Rudalku tidak, tapi jemariku iya, lembahnya mudah sekali basah, dia pasti mudah terangsang. Jack sudah membombardir Xia dengan rudalnya, tapi lupa merawat aset kenikmatannya. Tidak sepertiku yang membuat para gadis yang bersamaku, semuanya terjamin. Sampai aku memiliki dokter pribadi yang khusus memeriksa kesehatan rudalku dan lembah basah para gadis, beruntungnya lembah Juli mendapatkan hujaman rudalku bukan rudal Jack," ucap si Nando bangga.
Kepala Santos mulai pening saat pembahasan tentang rudal dan lembah di perjelas oleh Nando, meskipun dia sudah menikah, aneh rasanya harus dibahas sedetail ini.
"Tuan, bisakah ganti topik pembicaraan?" jawab Santos sembari memijat kepalanya yang nyut-nyutan.
"Haha ... bisa, jalan Santos! kita pulang saja!" Nando merasa Santos sudah muak dengan dirinya.
"Ya Tuan, hentikan berbicara hal mesumm mulai sekarang, agar Tuan bisa belajar mengendalikan hasrat Tuan yang selalu menggebu saat bertemu gadis-gadis itu," pinta Santos.
"Iya cerewet! ini aku tutup mulutku, kau puas?" Nando dengan lucunya menutup mulut dengan kedua tangannya.
__ADS_1
Wkkwwk, dasar mesuum bin cabul.
….