Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Ingin membahagiakan mu!


__ADS_3

Perbincangan dengan Tuan Besar Heleas telah usai. Santos merasa lega karena Tuannya tidak menanyakan hal lain yang membuatnya pusing.


"Syukurlah! aku tidak mendapatkan masalah karena Tuan Heleas langsung mempercayai ucapanku," ucap Santos sembari masuk ke dalam mobil mewah milik Nando.


Setelah siap, dia tancap gas menuju rumah sakit.


Di sepanjang perjalanan, dia merasa terganggu dengan dering ponselnya.


Awalnya dia tidak merasa terganggu.


Tetapi intensitas panggilan dan pesan masuk sudah terlalu banyak, membuatnya sedikit kesal.


"Astaga! siapa yang kurang kerjaan membuat panggilan serta mengirim pesan berantai dalam beberapa detik saja?"


Santos menghentikan mobilnya di pinggir jalan karena ingin memeriksa siapa yang menghubunginya.


Dia meraih ponsel yang ada di saku celananya, saat Santos melihat layar ponselnya, dia tersenyum.


Santos, kau jangan lupa bawa calon istriku pergi ke butik mahal tempat ibuku siapa membeli baju, setelah itu, kau bawa dia ke restoran termahal dan terenak masakan di kota ini, jangan lupa bawa dia jalan-jalan agar dia bisa refreshing. Setelah itu, baru bawa dia pulang. Oke?


Santos! jawab panggilan teleponku!


Hey!


Haloo!


Santos!


Sial! kau ini dimana?


Jawab!


Ayo cepat!

__ADS_1


Kau kerjaan semua yang aku suruh.


"Tuan Muda, kau ini seperti anak gadisku saat kesal padaku, mengirim pesan berantai, astaga! 100 panggilan tak terjawab, dia mencintai Nona Juli sampai tidak waras."


Santos tersenyum saat membaca isi pesan dari Tuan Mudanya.


Saat dia ingin membuat panggilan kepada nomor telepon Nando, tiba-tiba saja Nando menghubunginya.


"Halo Tuan, maaf aku sedang menyetir, jadi tidak mengetahui jika kau menghubungiku. Tapi mengapa Tuan mengirim pesan begitu banyak dan juga panggilan masuk yang tidak ada hentinya." Santos mengkonfirmasi tentang keanehan yang terjadi pada sang Tuan Muda.


"Aku galau, kau tahu kan! rasanya anu sakit itu macam mana? aku menunggu Juli, tetapi saat dia datang aku hanya bisa berbaring di atas ranjang, itu sangat tidak estetik menurutku." Sang Tuan Muda berharap bisa menyenangkan hati Juli meskipun dirinya dalam keterbatasan.


"Oke, tapi Nona Juli bukan orang seperti itu. Dia pasti akan menolak, Nona Juli lebih memilih merawat Tuan. Dia terlalu baik, tidak suka menghamburkan uang. Jadi, saat Tuan menawarkan segala hal tentang kemewahan dan gelimang harta, dia tidak akan silau. Nona Juli hanya mencari pria setia yang menerimanya apa adanya," jelas Santos.


"Ya, tapi setidaknya kau memberikan penawaran dulu," pinta Sang Tuan Muda mesum.


"Baik Tuan, aku baru saja mendapatkan informasi dari Tuan Besar Heleas bahwa besok, dia dan Nyonya Besar ingin bertemu dengan Nona Juli dan Tuan Muda di Villa keluarga Heleas." Santos akhirnya mengatakannya juga kepada Nando.


"Hm ... bilang saja kepada ayah, aku belum bisa. Aku ingin menunda pernikahan sampai luka lecet di anu sembuh," pungkas Nando.


"Jangan ditunda Tuan, tetaplah menikah, kau harus bertanggung jawab atas semua balas dendam Nona Juli terhadap mantan suami dan sang adik," imbuh Santos.


"Iya juga sih, tetapi aku tidak bisa honeymoon? menyesakkan dada."


Si casanova sangat sengsara kala hasratnya tak tersalurkan dengan sempurna.


Bermain solo tiap hari juga pegal, lebih baik memiliki pasangan, mau melakukan itu di malam pertama atau malam-malam sebelumnya sudah tidak ada rasa was-was atau gangguan lagi.


"Bisa, honeymoon kan tidak harus enaa-enaa mulu, jalin keintiman Tuan dan Nona Juli, dengan berjalan-jalan atau menghabiskan waktu berdua untuk mengobrol sambil minum kopi. Orang normal biasanya melakukan seperti itu agar hubungan mereka awet," saran Santos yang pasti sangat manjur, tetapi perlu beberapa tahap dalam hal itu.


"Idemu boleh juga, oke. Batalkan semuanya, aku mengikuti saranmu." Tuan Muda akhirnya setuju dengan ide Santos.


"Baik Tuan."

__ADS_1


Panggilan telepon itu berakhir.


Santos menyimpan ponselnya kembali di saku celananya, kemudian kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit.


....


Sesampainya di rumah sakit...


Santos memakirkan mobil sang Tuan Muda di tempat parkir ekslusif.


Saat dia berbalik, tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya.


"Santos?"


"Ya," ucap Santos. Dia seketika menoleh saat ada orang yang memanggil namanya.


"Ayo pulang," pinta seseorang tersebut.


"Astaga! apa kau Nona Juli?" tanya Santos yang terkejut dengan penampilan Juli yang sudah dekat dan bersemangat, dengan mengenakan rok panjang dengan kaos dan jaket denim, dia terlihat cantik dan elegan.


"Iya Santos, ini baju pemberian dokter yang merawatku. Dia baik sekali," jawab Juli dengan senyum manisnya.


"Kau pantas bersanding dengan Tuan Nando," celetuk Santos.


"Hm ... aku sebenarnya tidak mau, tapi karena dia baik dan kadar brengseknya sudah berkurang, makanya aku menerima saja dia jadi pendamping sementara," tukas Juli sembari tersenyum.


"Haha, tidak Santos, jangan katakan padanya. Aku senang bisa mengenalnya, menjadi pendamping Nando bukan impianku tetapi memang jalan satu-satunya untuk membalas dendam adalah dengan menikahi Tuan Muda mesummu itu Santos. Hehe ...," imbuh Juli, dia sangat jujur. Nampak dari kedua bola matanya yang bening dan penuh kebahagiaan.


Aku melihat ada benih cinta di sana, semoga kedua orang ini segera menyadari jika cinta yang selama ini didamba, sudah ada di depan mata.


"Santos? kau melamun? apa kau marah padaku karena aku hanya memanfaatkan Nando untuk sarana balas dendamku? tapi aku sudah membayar dengan tubuhku, apa Nando masih menginginkan hal lain? coba katakan apa? aku akan mencoba mewujudkannya," ucap Juli sembari menepuk pundak Santos pelan.


"Oh, maaf Nona, aku melamun. Anda bicara apa Nona,?" jawab Santos seperti orang linglung.

__ADS_1


"Haha, oke." Juli memahami Santos yang pasti kelelahan, jadi pelayan setia Nando itu jadi oleng.


….


__ADS_2