
Dalam situasi yang intim itu, Nando masih bisa melakukan hal yang tidak mungkin.
Dia bahkan mulai menyusup ke dalam baju sang kekasih, dia sudah tidak sabar untuk menikmati buah kesukaannya.
"Nando!" ucap Juli, dia mencubit lengan casanova.
"Aw! sakit baby!" Nando mengusap lengannya yang terasa panas itu.
"Kau mesuum baby, jangan seperti itu!" pinta Juli, merasa tidak nyaman dengan tindakan sang kekasih yang tiba-tiba.
"Memangnya aku harus bagaimana?" tanya Nando, dia mencoba menjadi kekasih yang penurut.
"Menikah dulu, baru boleh menyentuh ku!" Juli benar-benar membuat hasrat sang casanova menjadi meleyot, bagaimana tidak?
Untuk menuju pernikahan masih sangat lama, apalagi dia harus melewati restu Ayah yang mungkin tidak semudah yang dibayangkan, melewati cobaan demi cobaan yang sangat membuatnya lelah dan kesal, bahkan sampai cobaan para gadisnya yang mungkin saja masih meneror.
"Hm ... DP ya? kan aku sudah pernah menjamah mu? masa mau mau menyesap buahmu saja tidak boleh!" ucap Nando, dia merasa dirugikan dalam hal ini.
"Iya, kau akan membuat semuanya merah, aku tidak mau!" Juli sudah mengerti apa yang akan dilakukan oleh sang kekasih.
"Hahaha, aku memang akan seperti itu, tadi diam lah aku akan melakukannya dengan sangat baik dan lembut, oke sayangku?"
Nando yang sudah tidak tahan lagi langsung mendekap tubuh sang kekasih, memberikan sentuhan yang luar biasa, dia membelai rambut sang kekasih, mengatakan kata-kata cinta, bahkan mencium punggung tangan Juli.
__ADS_1
"Pemanasan dulu Baby, tidak akan tahan saat aku menyentuh bagian yang itu!"
Nando membuat kejutan, dia bersimpuh di depan sang kekasih dan meminta Juli memeluknya.
Juli tidak mau, tetapi Nando langsung mendekapnya, dia melakukan jurus yang akan membuat sang kekasih menuju surga dunia nya.
"Diam baby, aku akan melakukan sesuatu yang luar biasa."
"Apa itu?"
"Kau rasakan saja."
Dia membuka dengan perlahan baju sang kekasih, dia memulai aksinya dari perut, kemudian semakin naik dan menuju pucuk ranum yang membahana itu.
Plup!
"N-Nando ... kau, ini ... s-sangat tidak nyaman! aku ingin ...."
Kata-kata Juli terpotong, dia bahkan merasakan sensasi itu dan ingin meledak.
"Ada apa baby?"
"Kau sangat pandai melakukan hal itu!"
__ADS_1
"Aku sudah bilang, dua buah kenyal itu memang membuatku jatuh dan akan aku perlakuan dengan baik," ucap Nando.
Plup!
Dia kembali memanjakan pegunungan sang kekasih lidahnya yang erotis, tangannya yang nakal juga tak lupa melakukan aktivitas lain yang lebih menantang.
Tangan itu menyusup ke dalam lembah sang kekasih dan memberikan sensasi luar biasa untuk Juli.
Mulut dan tangannya menjadi saksi betapa dia sangat menginginkan Juli detik ini.
Juli menjambak rambut sang kekasih dan membenamkannya di dada, dia merasakan sensasi itu berulang kali.
Gerakan jemarinya yang ada di dalam lembah itu seperti miliknya yang tidak ada duanya, Juli merasakan kenikmatan yang selama ini belum pernah ia rasakan, semua yang telah Ia lewati bersama Nando merupakan cinta kasih yang tidak akan pernah ia lupakan selamanya, meskipun hubungan mereka hanya sebatas ranjang sebelumnya, tetapi untuk kali ini dia mengikrarkan diri menyerahkan segalanya kepada Nando.
"Aku akan menjadi milikmu selamanya!" ucap Juli di sela aktivitas sang kekasih yang semakin tidak terduga itu.
Nando menghentikan aktivitasnya sementara, " Really?"
"Yes!"
Nando kemudian merebahkan tubuh sang gadis dan bibirnya mendaratkan beberapa apa tanda cintanya di sekujur tubuh sang kekasih, dia bercumbu dengan Juli dan menahan rasa sakit di bawah sana.
Shiiitt! seperti ini harusnya sudah ada lima ronde, ini tidak bisa dibiarkan! aku harus sembuh.
__ADS_1
*******