
"Ibu, aku dan Xia. Kami, ada hubungan." Sang pria terlihat menyesal telah melakukan hal ini.
"Apa kau masih mencintainya?" tanya sang ibu.
"Sama sekali tidak sebab dia orang yang licik, aku hanya anak itu saja, aku merasa bersalah pada anak yang berada dalam kandungan Xia," jawab Ferdinand dengan raut wajah murung.
"Masalah ini, kita selesaikan nanti, kau ikuti apa yang aku katakan. Soal anak itu, kau bertanggung jawablah, soal Xia ingin menggugurkan kandungan atau pura-pura keguguran, itu terserah dia, dosa biar Xia yang menanggungnya, karena gadis macam dia pasti tidak ingin terikat oleh keturunan." Sang ibu sudah memperkirakan hal ini sebab pengalaman terdahulunya juga seperti itu, lalu Julia juga. Saat Jack menikahi Julia dan berselingkuh, mana ada kabar Xia hamil, sang gadis hanya ingin kenikmatan dunia saja. Nah ini, apesnya si Ferdinand menyukai gadis macam Xia.
"Iya bu, tapi malas dengan ibu dari bayinya. Jika aku boleh memilih, aku ambil anak itu dan aku rawat saja tanpa perlu dia yang melahirkan." Ide yang nyeleneh dari seorang Ferdinand.
"Haha ... memangnya kau pikir orang hamil, melahirkan bisa seperti itu? aneh-aneh saja kau Fer." Sang ibu geleng-geleng kepala saat mendengar anak keduanya ini berargumen.
Perbincangan yang menarik itu terlihat sangat luar biasa, hingga saat ada panggilan telepon dari Xia, sang putra pun tak mengetahuinya.
..
"Sudah sampai ibu," ucap Ferdi.
"Iya, akhirnya sampai juga," jawab sang ibu.
Keduanya telah berada di tempat parkir, setelah mobil Nyonya Jes terparkir sempurna di tempat itu, barulah dua orang itu turun dari mobil.
"Ibu, aku rasa Tuan Heleas sudah menunggu lama," terang sang putra.
__ADS_1
"Iya, makanya kita harus segera menemuinya, semoga efek pencahar itu telah berakhir," cetus sang ibu.
Nyonya Jes dan Ferdinand berjalan menuju pintu utama rumah sakit itu, tapi saat bersamaan, Ferdin tidak sengaja menabrak seorang gadis hingga terjatuh.
"Maaf, aku tidak ...." Belum sempat Ferdin melanjutkan ucapannya, dia terkejut saat melihat sosok Xia di depannya.
"Xia?"
"Ferdinand?'
Mata keduanya saling menatap heran, Nyonya Jes tidak ikut campur,dia diam saja sambil mengawasi.
"Apa yang kau lakukan disini? bukannya kau sedang terbaring lemah di Rumah Sakit Y, apa kau kabur, untuk apa kau di sini? apa yang kau lakukan?" tanya Ferdinand.
"Tidak perlu aku jelaskan, dan ini bukan urusanmu!" Xia masih saja ketus. Dia memang wanita tidak tahu diri.
"Kita sudah tidak ada hubungan lagi, soal anak itu, kau tidak perlu khawatirkan! dia sudah ada di surga," ucap Xia lirih, sang gadis langsung masuk ke dalam mobil yang sedari tadi menunggunya.
"Hey! Xia!" Ferdinand masih belum mempercayai jika gadis itu tega melakukan hal ini.
Dia sudah bisa menduga jika Xia telah mengugurkan kandungannya.
"Astaga! Xia, dia memang ratu tega! bagaimana bisa membunuh janin yang tidak berdosa." Ferdinand sudah bisa memastikan jika Xia telah menggugurkan kandungannya.
__ADS_1
Sang ibu tersenyum," Fer, ini doa ibu selama ini, ibu ingin anak-anak ibu mendapatkan jodoh yang baik." Sang ibu memberikan dukungannya.
"Dia sudah terang-terangan meninggalkanmu, apa yang kau harapkan dari wanita itu? sungguh mengesalkan. Aku tidak rela, pria setampan dirimu harus meratapi kepergian gadis tidak tahu malu seperti Xia. Setelah menemui Heleas, lamar Naina, aku tidak mau tahu!" Sang ibu sangat menggebu-gebu. Dia ingin anak-anaknya mendapatkan istri terbaik.
"Ibu, kau tega sekali," ucap Ferdinand yang masih sakit hati dengan Xia, langsung diminta melamar.
"Hey! aku ini orang tua, lebih memahami anak muda. Kalau mau dapat yang baik, harus bergerak cepat!" Sang ibu memang sangat ingin Ferdinand segera menikah, agar seperti Nando.
"Astaga! aku lupa tentang Steve, aku tadi bertemu dengan dokter pribadinya, apa dia baik-baik saja ya?" Sang ibu tiba-tiba memikirkan Nando, sang putra casanova.
Sambil berjalan menuju pintu utama Rumah Sakit Y, sang ibu menelpon Nando.
"Sayang, ada apa denganmu? kenapa ada dokter tadi?" tanya sang ibu sangat perhatian.
"Hanya sakit biasa," jawab Nando dalam panggilan telepon.
"Dia dokter spesialis yang biasa check kesehatan organ dalam, tidak mungkin hanya sakit biasa." Sang ibu tidak mempercayai Nando.
"Aku ingin ibu berpikiran yang baik dan berdoa yang baik untukku," ujar Nando.
"Emm, oke. Oh ya Steve, aku sudah mengadopsi Ferdinand sebagai anak. Kau jangan protes!" Sang ibu mengetahui jika sang putra sangatlah sulit menerima keberadaan si tampan Ferdinand.
"Astaga! ibu!!!" Sudah kelihatan sekali, si Nando tak suka bersaudara dengan Ferdinand yang akan merecokinya saat bersama Julia.
__ADS_1
Padahal tidak ada hal semacam itu, hanya rasa cemburu Nando saja yang berlebihan.
*****