Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Adopsi Ferdinand


__ADS_3

Saat dua orang ricuh sudah pergi, Ferdinand yang tidak bisa berbuat apa-apa, membantu Julia memapah tubuh Nando yang mukanya sudah bonyok karena ulah para mantan simpanan.


Namun, Nando dengan tegas menolak niat baik Ferdinand.


"Kau urusi saja dua kakakmu yang bermasalah itu!" ucap Nando lirih. Rahangnya mengeras, matanya membulat, terlihat sekali jika dia sedang emosi.


Julia yang mengetahui suasana hati Nando yang sedang panas, mencoba meminta Ferdinand pergi.


"Fer, biar kakak, kau istirahat saja," pinta Julia yang tidak ingin ada keributan lagi..


"Baik kak," jawab Ferdinand mengiyakan apa yang dikatakan oleh sang kakak ipar.


Ferdinand segera meninggalkan dua sejoli itu dengan perasaan sedih karena melihat Julia yang terlihat muram.


Namun, dia merasa memang harus pergi.


Mencampuri urusan rumah tangga orang lain sepertinya bukan ide yang bagus.


Saat Ferdinand berjalan menjauh, tiba-tiba saja dia menabrak Nyonya Jeslin yang sedang bersama dokter pribadi Nando.


"Maaf Nyonya," ucap Ferdinand kepada pemilik rumah itu.

__ADS_1


"Ya, tidak masalah. Kau Ferdin?" tanya Nyonya Jes.


"Iya Nyonya, ada apa?" sahut Ferdinand.


"Kita perlu bicara, ikut aku!" pinta Nyonya Jes.


Sang dokter yang tidak ada urusan dengan dua orang itu, melanjutkan langkahnya menuju kamar pengantin untuk mengecek kondisi Nando.


..


Nyonya Jes mengajak Ferdinand untuk duduk di area resepsi pernikahan, tempat itu sudah sepi karena satu persatu tamu undangan sudah pergi.


Ferdin yang mengetahui permasalahan antara Nyonya Jes dan sang kakak merasa terkejut saat ibu Nando menanyakan tentang wanita yang notabene menjadi saingannya itu.


Dua orang yang memiliki masalah keluarga yang rumit itu, seakan memakan buah simalakama. Di sisi lain, Juli adalah kakak ipar terbaik bagi Ferdin tapi sang kakak kandung telah menyakiti hati Julia, sedangkan Nyonya Jes, harus berurusan lagi dengan Christin Howard yang notabene mantan kakak ipar Juli, otomatis Nyonya Jes harus pasang badan saat si Chris akan menghancurkan kehidupan Juli dan anaknya, Nyonya Jes juga harus memikirkan rumah tangganya yang sebenarnya sudah baik-baik saja, tapi karena Juli sudah menjadi istri Nando, sepertinya hal rumit akan segera hadir.


"Fer, aku tahu kau adalah anak baik, tapi mengapa dua saudaramu itu sangat brengsek? apa ibumu dulu mabuk saat membuat dua spesies itu?" ujar Nyonya Jes dengan senyum smirk.


"Bisa saja Nyonya, tapi karena aku anak bungsu, aku kurang memahaminya," jawab Ferdin dengan wajah dan suara yang cenderung datar.


"Hahahaha ...." Nyonya Jes tertawa kala Ferdin tidak bisa di ajak bercanda.

__ADS_1


"Kenapa Nyonya tertawa?" tanya Ferdinand sambil mengeryitkan dahinya.


"Aku tertawa karena ekspresi wajahmu yang tetap sama sejak dulu," jawab Nyonya Jes.


"Oh, aku kira kenapa. Hehe ...." Ferdinand kini hanya tersenyum, tapi manis sekali.


Nyonya Jes menatap wajah Ferdinand," Kau jadi anakku saja ya? tinggal di rumahku, aku rasa kau tidak perlu kembali ke rumah jahanam itu." Nyonya Jes memberikan sebuah penawaran yang lucu bagi Ferdin.


Ferdinand yang semula hanya menatap lurus ke depan, kini menatap wajah Nyonya Jeslin.


"Aku sudah tidak tinggal di rumah itu lagi, aku bersyukur tetap dalam prinsipku saat dulu Kak Jack dan Kak Christin melakukan tindakan yang menurutku kurang pas di hati. Aku pergi dari rumah itu sejak Kak Julia diusir dan di cerai secara sepihak oleh Kak Jack." Ferdinand mencurahkan segala isi hatinya kepada Nyonya Jes mengenai kehidupan yang penuh dilema.


"Kau tinggal di apartemen?"


"Iya Nyonya."


"Tinggal bersamaku ya? sejak dulu aku inginkan anak modelan sepertimu, aku adopsi kau ya?" canda Nyonya Jeslin.


"Haha, sudah setua ini, Nyonya masih mau mengadopsi aku?" sahut Ferdin ragu.


*****

__ADS_1


__ADS_2