Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Memuaskan Alea


__ADS_3

Sepanjang perjalanan, Nando merasa kesal. Dia tidak mendapati apapun selain kekecewaan.


Rasanya dia tidak ada harganya sebagai seorang pemuja kenikmatan. Bagaimana bisa gagal dua kali dalam merayu Cantika dan Julia.


Dia melampiaskan segalanya dengan diam tanpa kata.


Sang sopir yang sedari tadi menatap si majikan dari spion tengah mobil, merasa kasihan dengan keadaan sang Tuan Muda.


"Tuan? kau baik-baik saja?" tanya si sopir.


"Apa aku terlihat baik-baik saja? bagaimana bisa baik-baik saja? semuanya telah berakhir pak sopir," ungkapnya putus asa.


"Nona Cantika kabur?" celetuk si sopir.


"Haha ... sialan! apa aku terlihat seperti monster kelamin? hingga dia kabur begitu saja?" sahut Nando kembali risau karena ulahnya sendiri.


'Iya kau memang seperti itu Tuan, wkwkwkwk,' batin si sopir yang tak mampu menahan tawanya, namun dia hanya mampu mengatakannya di dalam hati.


Saat keduanya sedang asik mengobrol, ponsel milik sang sopir berdering.


"Nona Alea?" tandas si sopir.


Seketika telinga sang casanova langsung sensitif saat mendengar nama salah satu gadis simpanannya.


"Alea? dia menelponmu? berikan padaku, aku ingin bicara dengannya," jawab Nando.


Sang casanova merasa lebih baik, akhirnya ada yang bisa menghibur rasa gundahnya.


Nando mendekat ke arah sang sopir dan mengambil ponsel itu dari uluran tangan sang sopir yang masih fokus menyetir.


Setelah ponsel berada di tangan, sang casanova mulai kembali beraksi. Dia bahkan lupa akan rasa kecewanya karena gagal melampiaskan hasratnya.


"Baby, aku rindu," ungkap si Alea dengan manjanya.

__ADS_1


"Kau mau apa baby? aku sedang ada di Paris, aku belum bisa menemuimu," jelas Nando.


"Kau pergi bersama siapa?" sahut Alea.


"Ada pekerjaan, tidak perlu kau menanyakan hal itu, katakan apa mau mu? pasti kau ingin sesuatu dariku kan?" ucap sang casanova mulai memancing sang gadis mengatakannya sendiri.


'Astaga, Tuan Muda, jangan bilang mereka akan PS di mobil lagi,' gumam sang sopir yang sudah memahami arah pembicaraan keduanya.


Baru beberapa detik bergumam, sang casanova memintanya menghentikan mobil di jalanan sepi.


Sang sopir pasrah dan langsung menghentikan mobil sesuai dengan perintah Tuannya.


"Kau jaga di luar, aku akan melayani gadisku," pinta Nando.


"Oke Tuan," tandas sang sopir.


Saat sang sopir turun dari mobil, kemudian menelisik ke segala arah, dia tidak mendapati apapun.


Dia merasa aman jika sang Tuan Muda langsung melancarkan aksinya.


"Oke, kau jaga di luar," pinta Nando.


"Oke Tuan."


.....


Baru beberapa detik sang sopir berada di luar mobil, terdengar eranggaaan dan lengguhaaan yang membahana.


Sampai mobil mewah Nando ikut merasakan ledakan itu.


Sang sopir sudah memahami ini semua, dia mengambil sebatang rokok dan korek gas dari balik saku bajunya, dia segera menyalakan korek gas kemudian mendekatkan kepada ujung batang rokok hingga menyala dan siap menemaninya menjadi satpam kegiatan hot sang majikan.


Dia menghisap benda ber-nikotin itu dalam-dalam dan menghembuskan asapnya ke udara.

__ADS_1


"Astaga, mereka berdua seperti sapi yang kasmaran wkwkwkwk," tandasnya.


Sang sopir bahkan geli sendiri saat mendengar suara aneh dari dalam mobil sang Tuan Muda.


"Kapan tobatnya, astaga! aku kira dia merenung dan akan segera mendapatkan kesadaran bahwa tindakannya yang merusak jiwa dan raganya, tapi apa ini? Tuan Muda memang tidak bisa ditebak," ungkap sang sopir yang masih saja berbicara sendiri.


Sang sopir harus tetap tegar dan sabar dalam menghadapi cobaan memiliki majikan seorang casanova seperti Nando.


Belum juga berhenti, dua orang manusia itu sepertinya melanjutkan ronde hingga sang majikan menumpahkan lahar panasnya.


"Ah ... Ugh ... Nando! baby, lagi!"


Suara itu sangat nyata, membuat sang sopir merinding.


"Wkwkkwkw ... astaga! Tuan Muda, uhuk ... uhuk."


Sang sopir tersedak asap rokok karena mendengar suara itu, nyaring sekali di telinganya karena jalanan memang benar-benar sepi.


....


Sedangkan di dalam mobil, kenyataannya sang casanova melanjutkan aksinya sampai sang gadis puas.


"Baby, milikmu semakin panjang saja," ucap sang gadis saat melakukan panggilan video dengan Nando.


"Dua pegunungan milik mu juga sama, makin menantang."


Sang casanova kembali memainkan miliknya sendiri atas arahan sang gadis yang juga melakukan tindakan yang sama.


Dua pegunungan indah juga tak lupa menjadi tontonan menarik bagi Nando untuk segera menghempaskan hasrat yang sebelumnya terpendam.


Beberapa detik kemudian, suara aneh tidak menggema lagi, sang sopir merasa lega. Rasanya sesak karena dia jomblo yang setiap kali bersama Tuan Muda, dia akan mendapati penderitaan ini.


Dia tidak bisa langsung menemui sang Tuan Muda, karena akan kena semprot. Biasanya pak sopir selalu menunggu panggilan dari Nando.

__ADS_1


"Akhirnya, penderitaanku usai," ungkap sang sopir sambil membuang puntung rokok yang sedari tadi setia menemaninya menikmati alunan suara aneh yang terkadang membuat sang sopir ingin tertawa, tak lupa ia menginjaknya hingga puntung rokok itu mati.


*****


__ADS_2