
"Maaf ibu mertua, bukan maksud kami berbisik, hanya tidak enak hati jika mengeluh karena Ibu telah mempersiapkan acara pernikahan ini dengan sangat megah. Namun, satu yang membuat kami merasa aneh, mengapa rumah ini menjadi sepi?" tanya Julia sambil melingkarkan kedua tangan di lengan sang ibu mertua sambil mengajaknya duduk.
"Mereka ada di lantai atas, sedang makan, lapar katanya, segera bersiap-siap ya? sebelum semua tamu membludak, turun dari lantai atas," pesan sang ibu mertua.
"Ehm, jika tamu banyak, mengapa mobil mereka tidak ada?" tanya Julia masih tetap heran.
"Ada di garasi belakang, kau tidak perlu memikirkan itu semua, lebih baik masuk ke kamarku, di sana ada penata rias yang siap membuatmu lebih cantik dari biasanya," pinta sang ibu mertua kepada Julia.
Saat Julia berjalan menuju kamar ibu mertua, sang calon suami mengekor di belakangnya.
Nyonya Jeslin beraksi, dia segera menjewer telinga sang putra.
"Kau mau kemana?" tanya Nyonya Jeslin, masih dengan jari yang mengait telinga si bandel.
"Aduh ibu, mengapa ibu begitu kejam padaku?" pekik Nando saat telinga semakin merah dan rasanya sangat perih.
"Kau tidak perlu mengikuti calon istrimu, kau ikut ibu masuk ke rumahmu sendiri! di sana ada perias laki-laki yang cocok untukmu, jangan mengikuti Julia! apa kau paham?" ucap sang ibu memberikan penekanan terhadap kata-katanya.
"Ya ya, paham," jawab Nando pasrah.
Dia mengalah dan mengikuti apa yang dikatakan oleh sang ibu.
...
Kamar Nando ...
Nando dan sang ibu kini telah berdiri di depan kamar sang casanova.
Malas rasanya bagi Nando untuk masuk ke dalam kamarnya.
Dia hanya akan di rias, tapi harus ini itu, pasti ribet.
"Masuk!"
"Malas ibu, aku mau masuk jika berganti baju saja! jika di rias, aku tidak mau masuk!"
"Nando! masuk ibu bilang!"
__ADS_1
"Astaga galaknya."
"Kau itu anak yang menyebalkan dan sulit diberitahu, jika Ibu tidak galak, mau jadi apa kau? Ibu galak saja kau bertindak dengan semau mu! apa lagi hanya diam? ku menangis, membayangkan!"
"Hahahaha ... ibu malah bernyanyi?"
"Steve! Ibu tidak bercanda, cepat masuk ke dalam kamar!" teriak sang ibu untuk kesekian kalinya.
"Iya! ibu! astaga berisik sekali, nenek-nenek ini!"
"Steve Heleas!!!!!!!!"
BRUAK!
Nando masuk ke dalam kamarnya lalu menutup pintu itu dengan segera, dia khawatir akan mendapatkan jeweran lagi.
"Huft! aman," ucap Nando merasa lega.
Akan tetapi kesialannya masih berlanjut.
"Hey! perkenalkan, eike Binalira, panggil saja Bi_nal, atau nama asli Boy (tiba-tiba berubah menjadi nge-bass suaranya, serem banget 🤣🤣🤣🤣👻👻)." Sang penata rias senyum-senyum sendiri saat menatap penampakan Nando yang sangat tampan, tubuh tegap, kekar, berotot.
"Ehm, you sangat jantan!" ucap Bi_nal. Dia menatap sang casanova dari ujung kaki hingga ujung kepala.
Si Bi_nal mengedipkan matanya sambil menggig_it bibir bawahnya, dia menggoda Nando.
"Oh ya, maaf anda siapa?" tanya Nando berusaha menjauhi si Bi_nal karena sang penata rias terlihat tertarik dengan Nando.
"Eike adalah penata rias yang di tunjuk Nyonya Jes, jadi you harus mengikuti apa yang eike kasih tehong."
"Astaga, tehong artinya apa ya? Nyonya setengah matang?"
"Kau bilang apa?" Sang penata rias terlihat marah.
"Oh maaf Nyonya, maksudku, aku mau di rias," ucap Nando mengalihkan pembicaraan.
"Oke, bersiaplah di meja rias."
__ADS_1
"Ya."
Tidak seperti waktu awal tadi, saat Nando telah berada di kursi rias, sang perias, terlihat sangat profesional dalam merias wajah Nando.
Dia sama sekali tidak mengajak Nando berbicara, genit pun tidak.
Sangat luar biasa.
Butuh waktu kurang lebih dua puluh menit, wajah telah di hias.
Saat pekerjaannya usai, baru si perias kembali menggoda Nando.
"Waw! kau kekar sekali, pasti Nona Julia akan puas!" celetuk si boy sambil memijat pundak Nando.
"Kau kenal Julia?"
"Nyonya Jes yang memberitahu, kau jaga dia Tuan tampan, kasihan hidupnya penuh cobaan, Ehm ... sudahlah, you ganti baju dulu, eike tunggu disini." Sang perias kembali mengedipkan matanya sehingga membuat Nando dan masuk ke dalam ruang ganti.
Di dalam ruang ganti dia segera memakai baju pengantin yang telah disiapkan, tidak butuh waktu lama, dia langsung keluar dari ruang ganti dan mendapatkan tepuk tangan sang perias.
"Kau memang pria tampan dan rupawan! hebat!" Sang perias terlihat memuji Nando.
Nando tidak mengatakan sepatah ataupun karena dia khawatir, sang perias akan membuatnya kesulitan.
Namun nyatanya sang perias menggandeng tangannya dan membawa sang pengantin keluar dari kamarnya.
"Apa-apaan ini? aku bisa jalan sendiri."
"Ini perintah dari Nyonya Heleas."
"Astaga!"
Mau tidak mau Nando harus mengikuti apa yang dikatakan ibunya.
Dia keluar dari kamar utama, bersama seorang pendamping pengantin.
*****
__ADS_1