
Pesawat yang membawa Nando pulang ke dalam negeri, menempuh perjalanan kurang lebih 1 setengah jam.
Di dalam pesawat, si casanova membayangkan jika dia benar-benar menikah. Pasti akan sangat repot hidupnya, harus menjaga dan mengurus anak. Apalagi menghadapi istri yang suka mengomel. Itu adalah gambaran pernikahan yang Nando lihat.
Meskipun pada kenyataannya, rumah tangga ibunya, tak serumit itu. Sang ibu hanya mengurus anak tanpa memperdulikan kelakuan gila suaminya yang masih bermain-main di luar sana.
Nando paham tentang hal ini, tapi jiwa casanova yang ia miliki, hanya akan membiarkannya dan pergi dari rumah.
Dia seperti tak mempedulikan perasaan ibunya. Tapi dibalik itu semua, dia tak mampu melawan hasrat yang ada di dalam dirinya yang hanya ingin para gadis menemani tiap malamnya.
Nando ingin lepas, tapi sangat sulit.
Pada akhirnya, dia hanya akan menjalani apa yang sudah digariskan olehnya.
Netra sang casanova menatap ke arah luar pesawat, dia melihat gumpalan awan yang mengambang di udara.
'Aku merasa seperti awan itu, tidak memiliki pendirian. Dia hanya akan mengikuti arah angin tanpa mampu melawannya. Huft! aku adalah casanova, tak pantas menjadi pria yang setia,' batin Nando.
Dia terus saja bergelut dengan pemikirannya sendiri hingga seorang gadis tidak sengaja terjatuh dan duduk dipangkuan Nando.
"Aw!" pekik si gadis saat tiba-tiba berada di pangkuan sang casanova.
Nando menatap wajah itu, baju dengan belahan dada yang rendah, menempel tepat di dagu si pria mesum.
__ADS_1
"Oh, maaf Tuan!" ucap si gadis yang merasa sungkan dengan apa yang terjadi.
"No problem baby, kau bisa melakukannya seperti yang kau inginkan." Senyum nakal Nando mengiringi tatapan matanya yang luar biasa menggoda iman.
"Saya akan turun dari pangkuan anda," ucap si gadis.
Namun, si casanova mencegahnya. Dia tetap membiarkan gadis cantik dengan dada yang membusung itu berada dekat dengan hembusan nafasnya.
"Harum sekali tubuhmu, mau kah kau menjadi gadisku?" Nando selalu to the point.
"Ehm, apa kau bisa membawaku ke hotel bintang lima di kotamu? kita bisa saling mengenal disana," ucap si gadis dengan senyum yang menggoda. Dia menggesekkan buah kenyal yang menyembul keluar itu ke arah dagu Nando. Si gadis merasakan sensasi aneh di sekujur tubuhnya, apalagi dia juga terlihat sangat bergairah ketika Nando mengerlingkan sebelah matanya, begitu seksi menurutnya.
Mengetahui respon si gadis yang juga menginginkan Nando, si casanova langsung gencar merayunya dengan jurus mematikan.
Setelah orang itu pergi, si gadis kemudian duduk di sebelahnya.
Keduanya saling berbincang.
"Siapa namamu cantik?" tanya Nando sembari mencium punggung tangan si gadis.
"Namaku Xia Margaretha. Rumahku di kota yang sama denganmu, Ehm ... sepertinya kau bukan pria sembarangan, apa kau seorang konglomerat?" jawab si gadis bernama Xia. Dia menatap Nando dengan seksama. Meskipun baju yang Nando kenakan terlihat sederhana, tapi bermerek luar negeri dan harganya sangat mahal.
Dia terus saja menelisik, sampai wangi parfum super mewah Nando saja dia mengetahuinya.
__ADS_1
"Baby, aku bukan pria kaya. Hanya seorang petualang cinta saja. Kau juga seorang pencari kesenangan surgawi yang nyata?" tanya Nando. Dia ingin mengetahui dengan siapa dia berbicara, karena dari tampilan visual yang cantik dan seksi, sang gadis seperti wanita simpanan para pria tua kaya raya.
"Benarkah? aku tidak percaya. Oke, namamu siapa baby? aku tertarik kepadamu sejak pertama menatapmu di luar bandara. Sorry, aku sengaja menjatuhkan diri dipangkuanmu agar bisa lebih dekat denganmu," bisik sang gadis dengan dada kenyal yang menempel di lengannya, sedangkan bibirnya mendekat ke arah telinganya yang sangat sensitif itu.
Hasrat yang menggelora kembali hadir, jiwa casanova yang ada di dalam dadanya memberontak. Dia ingin langsung mengeksekusi sang gadis.
Tetapi dia harus lebih bersabar menahan hasratnya yang sudah di ubun-ubun itu.
"Aku memiliki seorang pria, dia adalah kakak iparku. Kami menjalani hubungan tanpa pernikahan, tapi aku bosan dengannya. Dia terlalu monoton saat bercinta. Aku ingin sensasi yang lebih, pengalaman cinta yang lain." Sang gadis mulai menceritakan tentang jati dirinya.
"Oh, memangnya kau berselingkuh dengan suami kakakmu, itu maksudmu?" Nando merespon cerita sang gadis, dan tiba-tiba teringat akan Juli yang juga mengalami hal yang sama. Dia dikhianati oleh sang suami yang memilih tidur bersama adik kandungnya.
"Iya, akh sudahlah! aku malas membahasnya, dia terlalu mengekangku, jadi aku pergi berlibur ke Paris untuk merefresh otakku agar lebih rileks." Sang gadis memijat kepalanya saat menceritakan soal pria yang sudah bersamanya selama ini, dia seperti tidak bahagia dengan hidupnya.
Nando mencoba menelisik lebih dalam tentang asal usul pria yang menjadi suami kakaknya itu.
"Suami kakakmu dari kalangan bos besar, baby? aku sering bertemu dengan para bos besar perusahaan terkenal. Tetapi tidak pernah berjumpa denganmu, para bos sering datang dengan selir mereka saat berada di bar," ungkap Nando yang memancing Xia untuk berterus terang.
"Ehm, kau ingin tahu sekali tentang kehidupanku baby, ehm ... beri satu malam yang indah untukku, baru aku akan mengatakannya," jawab si gadis sembari memijat rudal Nando yang sudah menegang sejak tadi.
"Itu mudah baby, kau akan mendapatkan kenikmatan yang tiada tara saat menghabiskan malam denganku."
Kali ini, bukan hasrat yang menggebu untuk bercinta, namun lebih kepada rasa penasaran terhadap kehidupan sang gadis yang ia duga kuat adik dari nona kecil J.
__ADS_1
.....