
Ketegangan masih berlanjut, Ferdinand terlihat mengejek sang kakak dengan mengatakan bahwa sang kakak tidak bisa menghargai wanita, entah itu Julia atau Xia.
Jack hanya akan bersama siapa yang menurutnya menguntungkan.
"Bedebah! bocah kecil? kau? beraninya seperti itu? memangnya aku juga suci? memang kau tidak pernah melakukan dosa?" teriak Jack, dia kesal sekali saat mendapatkan tuduhan yang menurutnya tidak benar.
"Aku tidak ingin berdebat, tapi ingat satu hal!perbaiki sebelum terlambat, dulu Kak Juli, sekarang Xia, adik kandungnya. Jika kau tidak benar-benar mencintainya, tinggalkan saja dia. Namun, jika kau ingin bersamanya selamanya, nikahi dia! kau sanggup?" ujar Ferdinand memberikan opsi yang paling tepat.
"Cih! aku tidak perlu nasehatmu, daripada kau merusak pandanganku lebih baik keluar dari ruangan ini!" pekik Jack merasa dirinya terhina.
Sang adik tanpa mengatakan sepatah kata pun, langsung kembalikan badan kemudian keluar dari ruangan itu.
"Sialaaannn!!!! kenapa si bocah tengik itu ikut-ikutan mengurusi aku? mentang-mentang kini dia ada jabatan di perusahaan bergengsi, dan aku bangkrut! seenaknya saja sok nasehati aku yang sudah dewasa ini! Cuh! bocah tidak tahu diri!" ujar Jack masih dengan emosi masih dengan emosinya tapi tidak bisa melakukan apapun.
Dia terjebak oleh kelakuannya sendiri yang memang tidak sopan sejak awal terhadap semua wanita.
"Aku bukan pria yang tidak bertanggung jawab, tapi memang aku harus memastikan orang yang bersamaku benar-benar setia atau tidak, tapi ... aku tidak mampu untuk melupakan Julia! shiitt!" umpatnya berkali-kali.
Dia bisa gila saat merasakan debaran itu hanya untuk sang mantan istri.
Jack baru menyadari jika kepergian Julia, hanya menyisakan luka untuknya.
__ADS_1
Tidak ada lagi yang bisa diharapkan dari hubungannya bersama sang mantan istri.
Selain, sekian dan terima kasih.
...
Sementara itu, Ferdinand sedang menelepon seseorang untuk mencari Julia, dia ingin bertemu dengan mantan kakak iparnya itu.
"Dimana? kau sudah mendapatkan alamat rumahnya?" tanya Ferdinand.
"Sudah, apa bos akan kesana?" sahut sang anak buah.
"Iya, aku akan datang padanya," jawab Ferdinand percaya diri.
"Ada hal penting yang akan aku beritahu kepadanya," jawab Ferdinand.
"Apa itu Tuan?"
"Nanti kau akan tahu sendiri!"
"Oke bos."
__ADS_1
Panggilan telepon itu berakhir, kini saatnya bertemu Julia.
Ferdinand keluar dari area rumah sakit kemudian berjalan menuju tempat dimana mobilnya terparkir.
Raga gagahnya masuk ke dalam mobil itu, dia mengemudikan mobil miliknya secara perlahan hingga mobilnya telah jauh beberapa meter meninggalkan rumah sakit itu.
"Kak Julia, aku ingin meminta doa restu mu agar mampu menahan perasaan ini, Xia wanita ja...Lang tapi mengapa aku menyukainya? shiiit!!!" ungkap Ferdinand yang selama ini memang cukup dekat dengan Julia.
Dia juga sering menceritakan kepada Julia, jika ada perasaan lain untuk Xia.
Julia mendukung hubungan keduanya, hanya saja hubungan ipar yang terlalu dekat, membuat Ferdinand tidak enak hati. Apalagi setelah Jack ketahuan berselingkuh dengan Xia, Ferdinand ikut hancur.
Dia tidak menyangka sang kakak tega melukai hatinya dan Kak Julia, padahal Ferdinand pernah mengatakan ada rasa untuk Xia.
Jack yang masa bodoh dan tidak peka, terus menerus memepet Xia hingga Xia benar-benar jatuh ke tangannya.
Xia si mata duitan, telah mendapatkan mangsa empuknya. Dia sudah siap menguras habis uang dan harta benda Jack.
Namun kenyataannya,Xia tidak pernah bahagia, apalagi Jack.
Dua orang mata duitan yang tega berkhianat itu , kini mengalami kehancuran yang nyata.
__ADS_1
*****