
Di tempat lain ...
Jack terlihat sedang meratapi nasibnya, dia yang seharusnya bahagia bersama Juli, mendadak harus mengalami hal yang tidak.
Dia sakit perut karena obat pencahar kemudian harus kehilangan kesempatan mendapatkan mantan istrinya, lalu yang lebih parah adalah salah satu bisnisnya dikabarkan bangkrut akibat Xia.
"Julia, harusnya aku tidak meninggalkanmu seperti itu, aku seharusnya tetap bersamamu di saat kondisi apapun! maafkan aku Julia!" ucap Jack lirih.
Dia tidak bisa membayangkan betapa remuknya hati saat mendengar sang mantan istri akan menikah dengan pria yang lebih mapan darinya.
Jack tidak terima semua itu terjadi, dewa minta anak buahnya untuk segera mencari Julia dan membawanya pulang ke rumah.
Namun, tidak ada satupun anak buah yang sudah menemukan Juli.
Dia sangat depresi.
Jack mengingat masa-masa di mana sang mantan istri selalu memperhatikan dirinya di saat Jack sakit.
Flash back :
Saat itu Jack terjatuh dari motor akibat terlalu sering menggunakan motor gedenya, Julia sampai menangis saat melihat darah keluar dari kening sang suami, padahal itu hanya benturan yang sederhana.
__ADS_1
"Jack, apa yang terjadi denganmu?" tanya Julia waktu itu sambil menitikan air matanya tanpa henti.
"Aku tidak apa-apa sayang, kau tidak perlu menangisi aku! aku merasa menjadi pria yang bodoh karena kau tangisi," jawab Jack sambil mengompres kepalanya sendiri yang baru saja mendapatkan pertolongan pertama dari sang istri.
Benturan itu tidak mengakibatkan gegar otak ataupun kepalanya bocor.
Jack hanya luka ringan, tapi Julia sudah menangis tiada henti.
"Jack, berjanjilah untuk tidak terluka, aku tidak bisa selamanya menemanimu," ucap Julia dalam tangisnya.
"Memangnya kau mau kemana bodoh!" jawab Jack yang merasa Julia terlalu kekanak-kanakan.
"Aku memang bodoh karena mencintai pria kasar dan pemarah sepertimu, tetapi aku mengetahui jika kau sebenarnya baik. Jadi, berjanjilah untuk tidak terluka setelah aku pergi nanti," ungkap Julia seperti Dejavu.
Julia sebenarnya sudah mencurigai hubungan antara adiknya dan sang suami, namun karena belum memiliki bukti dia tidak ingin berprasangka buruk.
Julia memeluk tubuh Jack sangat erat, dia meyakinkan dirinya bahwa sang suami adalah pria yang setia.
Jack tidak memahami maksud dari sang istri, dia tetap melihat Julia seperti istri yang manja dan tidak bisa jauh darinya.
Flashback : off
__ADS_1
Jack menangis sejadinya saat mengingat hal itu, rasanya sakit.
Dia menahan rasa bersalah yang paling dalam untuk Julia.
"Juli, maafkan aku! aku ingin kau, hanya kau Juli," pungkas Jack.
Dia tidak bisa melakukan apapun selain meratapinya, kepergian Julia juga karena dirinya sendiri.
"Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus menemukan Julia!" ucap Jack penuh tekad yang kuat.
Saat Jack ingin berangkat dari tempat tidurnya, seorang pria masuk ke dalam ruangan.
"Kak Jack, kau seharusnya tidak terlalu memusingkan mantan istrimu itu!" pinta sang pria.
"Apa masalahmu Ferdinand?" tanya Jack saat mendapati adiknya tiba-tiba masuk ke dalam ruang rawat inapnya.
"Masalahku, adalah ingin menyadarkan dirimu bahwa Kak Julia, sudah bahagia dengan kehidupannya jadi jangan pernah mengganggunya lagi! cukup aku diam selama ini, kau tidak pernah menganggap Kak Julia ada! kau justru main gila dengan Xia!" teriak Ferdinand.
"Cih, kau hanya anak kecil, mana tahu urusan orang dewasa!" pekik Jack tidak terima atas apa yang dikatakan oleh Ferdinand.
"Aku tahu, makanya aku bicara! kau masih memiliki Xia, jadi jaga dia sebelum seseorang mengambilnya dari sisimu!"
__ADS_1
Kedua mata itu saling bertatapan, tajam sekali pandangan mata antara Ferdinand vs Jack, seakan-akan ada dendam yang membara di antara keduanya.
******