
Fea mengusap pipi Nando lembut, bibir manis itu perlahan mendekati bibir sang casanova. Jarak mereka sangat dekat, bukannya langsung melahap, justru Nando melepaskan genggaman tangannya, dan perlahan menjauhi sang gadis.
"Ada apa denganmu baby?" tanya Fea dengan raut wajah sedih, dia merasa akan kehilangan kenikmatan duniawinya dalam waktu dekat.
"Baby, maaf aku tidak bisa. Tak ada alasan yang pasti, tetapi aku ingin kau bahagia bersama pria normal, aku terlalu gila untuk menjadi partner ranjangmu. Aku mohon, pergilah!" pinta Nando tanpa melihat wajah Fea.
"Baby, kau tega! bagaimana bisa kita putus begitu saja? setidaknya beri aku kenangan, tanda perpisahan yang manis darimu," ucap Fea yang terus saja merayu Nando tanpa henti, dia tidak mudah menyerah membuat si mesum frustasi.
Dia mencoba tetap tenang, agar otaknya bisa berpikir lebih cerdas.
"Apa keinginan terakhirmu?" tanya Nando sekali lagi, masih dengan posisi tak menatap wajah gadis cantik nan manis itu.
"Kiss me, baby! setelah itu, aku akan pergi. Ini saatnya aku merelakan dirimu, karena kau tak menginginkanku lagi, hambar jika aku hanya bermain sendiri diranjang. Aku paham pasti dirimu sudah memiliki gadis simpanan lagi kan? jadi kau memiliki 6? hebat! kau memang sehebat itu, mampu memanjakan lembah kami, dua pucuk ranum, dua buah sintal serta bibir kami. Predikat casanova handal, pantas sekali untukmu, casanova si penghancur hati!" ucap si gadis dengan berlinang air mata.
"Maaf, meski hanya sentuhan bibir, aku tak bisa mengabulkannya. Kau tahu, jika aku sebrengsek itu, hanya ingin tubuhmu dan kalian semua, tidak ada cinta sama sekali, Oh ya ... nanti aku akan mentransfer uang untukmu, sebagai kompensasi," jelas Nando.
Sebelum benar-benar melangkah pergi, dia diam sejenak. Si mesum bergelut dengan dengan hati dan pikirannya.
Sialan! kenapa langkahku berat, ini sulit sekali untukku! Fea terbaik ketiga setelah Cantika dan Kiara. Mana mungkin aku melepasnya begitu saja! tapi ingat Nando, ini pengorbanan yang harus kau lakukan! demi Juli, kau pasti bisa!
Nando mendengarkan kata hatinya, perlahan tapi pasti, dia melangkahkan kedua kakinya menjauh dari gadis molek yang telah menemaninya selama lima tahun terakhir, menghangatkan ranjangnya, memuaskan hasrat.
__ADS_1
"Nando! baby! kau jahat! aku akan mencari wanita itu, dia harus merasakan rasa sakit hatiku ini! aku tidak rela kau memilihnya!"
Fea mengusap airmata, dia berbalik kemudian pergi meninggalkan kenangan indahnya bersama Nando.
Perpisahan itu ternyata tak semanis yang ia inginkan, Nando terlalu jual mahal.
Sang gadis hanya ingin kiss, dia tak memberikannya.
Dia tak bergeming sedikitpun, langkahnya justru semakin mantap masuk ke dalam istananya.
'Tuan Muda sudah memahami apa arti berkomitmen dengan ucapan dan kata hatinya, baguslah!' batin Santos yang sedari tadi hanya menjadi penonton adegan seperti sinetron antara Nando dan Fea.
Dia tak berani berkomentar, Santos hanya bisa diam terpaku, berharap adegan sinetron tersebut segera berakhir.
Fea pun sudah pergi mengendarai mobil super mahal milik Nando.
Santos berjalan santai menuju pintu utama yang jaraknya tak jauh dari lokasi drama antara Nando dan Fea.
Tap ... tap ... tap ...
Langkahnya sangat yakin, hingga tepat di depan pintu utama, dia membuka pintu tersebut.
__ADS_1
KLEK!
Saat pintu terbuka, Santos dikagetkan dengan penampakan sang Tuan Muda yang berdiri tepat di depan pintu yang baru saja ia buka.
"Astaga! Tuan Muda? apa yang kau lakukan di sini?" tanya Santos sembari memegang dadanya, dia khawatir jantungnya melompat keluar karena saking kagetnya.
"Apa dia sudah pulang?" tanya Nando terlihat frustasi, rambut yang semula rapi, terlihat acak-acakan.
"Dia siapa Tuan?" jawab Santos heran.
"Fea, siapa lagi, memangnya aku tadi bersama siapa? lama-lama kau ini menyebalkan ya?" Nando uring-uringan karena aset kenikmatannya berhasil ia singkirkan, harusnya dia bahagia, tetapi apa yang dirasakan justru sebaliknya.
"Tuan, ikhlas kan saja Nona Fea. Keputusan Tuan Muda sudah sangat benar. Nona Juli 1000 kali lipat lebih baik dari kelima gadis Tuan jika Tuan bisa menghargai dan menghormatinya selayaknya seorang wanita. Dia akan mengabdi kepada Tuan lahir dan batin, kapanpun dia akan melayani Tuan, di saat sakit pun, dia akan memberikan segenap jiwa dan raga hanya untuk Tuan, itu sekilas info yang aku dapatkan saat berbincang dengannya," ucap Santos yang memberikan semangat kepada Tuan Muda mesum agar berhenti mempermainkan para gadisnya, karena ada satu wanita yang rela melakukan apapun demi Nando. Itu ikrar yang Juli sampaikan, tapi untuk mendapatkan semuanya, Nando harus benar-benar bersih dari hubungan tidak sehatnya dengan lima gadis simpanannya.
Nando diam sejenak, dia berpikir.
Juli, dia wanita yang penuh dengan harga diri, tapi karena sebuah bantuan yang aku berikan, dia bisa menyerahkan segalanya. Aku selalu bertanya-tanya apa masalahnya begitu berat? hingga dia rela mengadaikan tubuh mulusnya untuk pria sebrengsek aku?
"Tuan? apa yang kau pikirkan? Tuan? Tuan?" tanya Santos mencoba menyadarkan Nando yang terpaku dalam lamunannya.
Nando tidak merespon, dia pergi begitu saja.
__ADS_1
Aneh sekali, Tuan Muda kesambet sepertinya.
….