
Julia yang berperan sebagai Manda Heinz, beranjak dari tempat duduknya, kemudian dia berdiri.
"Perkenalkan, nama saya adalah Manda Heinz, saya di sini adalah karyawan magang, Tuan Heleas ingin melihat kemampuan saya dalam bekerja, salam kenal," ucap Julia sangat percaya diri.
Semua peserta rapat terpana wajah Julia, begitu juga Tuan Heleas, dia bahkan tidak berkedip.
'Astaga, si gigi maju dan kacamata bisa cantik, seksi dan anggun? Hm ... jika aku masih berjiwa casanova, sudah aku goyang kau di atas ranjang, astaga! Heleas! sadarlah! dia calon menantu! tidak benar ini, bisa di gantung hidup-hidup oleh Steve jika aku melakukannya,' gumam Tuan Heleas yang kagum akan pesona Julia.
Julia yang menyadari hal ini, menoleh ke arah Tuan Heleas yang hampir mengeluarkan air liur sambil menatap dua bongkahan yang terlihat mengintip dan seperti sesak di dalam sana.
"Ada apa Tuan? ada yang salah dari apa yang saya ucapkan?" tanya Manda tegas.
"Oh, tidak ada Manda. Kau cantik dan seksi, aku sangat suka kau bekerja di sini," jelas Tuan Heleas.
'Gombal dia Nona, biarkan saja, jangan di jawab, fokus rapat,' bisik Santos yang terdengar melalui earphone yang dipasang ditelinga Julia.
Julia tersenyum, dan mengangguk pelan, Santos tetap memantau Nona Julia dan jalannya rapat agar tetap kondusif.
"Nona Manda? boleh saya mengajukan pertanyaan?" tanya Carlos tiba-tiba.
"Ya Tuan tampan, silahkan bertanya," jawab Julia mempersilahkan.
"Hm ... apa anda memiliki kekasih?"
"Saya memiliki calon suami, maaf. Ini rapat, bukan ajang membuka masalah pribadi saya. Oke, saya akan membagikan materi rapat hari ini," tukas Julia.
Dengan sigap Tuan Heleas membagi materi rapat kepada para peserta.
Kini Tuan Heleas benar-benar memahami bagaimana tipe Nando.
Meskipun cantik, calon istri anaknya ini juga sama cerdas, siapakah lupa harus menyiapkan dan membagikan materi rapat kepada para peserta.
Semua memang berbeda dan berubah, tapi Julia tetaplah Julia, dia hanya akan fokus pada satu pria saja meskipun pernah tersebut pernah menyakiti hatinya.
__ADS_1
Steve sangat berbeda dengan mantan suaminya, selain urakan, Steve adalah orang bodoh yang berusaha menjadi lebih baik.
Dia mencintai sang cassanova apa adanya, karena Nando juga menerimanya dengan sepenuh hati.
Namun, kali ini memang Julia sedang menguji cinta sang kekasih kepadanya.
Sebelum jenjang pernikahan, dia akan memantapkan hati, bahwa Nando adalah pria yang bisa menjadi lebih baik dan menjauh dari para simpanannya, tak bisa bersikap tegas dan hanya setia kepadanya.
...
Materi rapat telah di bagikan.
Lampu ruangan juga sudah dimatikan, semua peserta rapat fokus kepada Layar yang ada di depan mereka serta Julia yang bertugas memimpin rapat hari ini.
Dari awal Julia memperkenalkan diri hingga setengah perjalanan rapat, semua peserta konsen.
Mereka fokus dengan penyampaian luar biasa Julia.
Semua anggota rapat sepakat mengakui kehebatan Julia, mereka mengatakan bahwa gadis yang seksi dan cantik tidak hanya mengandalkan tubuh dan wajahnya, tapi otaknya juga cerdas.
"Saya, hanya lulusan universitas lokal," jawab Julia.
"Iya, kau sangat hebat! aku respect kepadamu, luar biasa Nona ini, mari kita berdiri dan memberikan tepuk tangan kehormatan kepada Nona Manda Heinz!"
Suara tepukan tangan menggema, riuh sekali, semua peserta rapat mengagungkan Julia.
Namun, ada yang tidak suka dengan apa yang terjadi di dalam rapat.
Dia adalah Xia.
"Cih, baru juga pertama kali pemimpin rapat, sudah mendapatkan penghargaan yang luar biasa! padahal yang dikatakannya biasa saja!" ujar Xia meremehkan.
"Sayang, sudahlah! kau akui saja jika dia lebih baik! kau harus banyak belajar darinya," bisik Jack lebih membela Julia.
__ADS_1
Xia dongkol, dia cemburu kepada Julia.
Rapat kembali berlanjut, semua orang kini lebih terfokus dengan apa yang disampaikan oleh Julia, bukan keseksiannya.
Di mata semua orang yang ada di dalam ruang rapat, sosok Manda mengingatkan tentang Julia.
"Maaf Nona, aku sepertinya pernah mengetahui gaya bicara, anda mirip dengan Nyonya Julia, mantan istri Tuan Jack," celetuk salah satu peserta rapat.
Julia masih tetap tenang, dia menjawab dengan elegan.
"Semua orang di dunia ini memang banyak yang mirip, contoh sifat ataupun wajah, tapi hanya keberanian untuk maju dan berubah menjadi lebih baik itulah pembeda satu dari yang lainnya, menurut saya seperti itu!" ungkap Julia.
Sekali lagi, apa yang telah di sampaikan oleh membuat semua peserta rapat berdecak kagum.
"Anda hebat Nona! maafkan kami jika awalnya meremehkan anda, saya mengira anda hanya mengandalkan tubuh anda untuk magang di kantor luar biasa milik Tuan Heleas!" cakap salah satu peserta rapat lagi.
'Anda hebat Nona!' bisik Santos di earphone.
Julia tersenyum. Dia lebih percaya diri dari sebelumnya.
Apa yang dia lakukan sangat mendapatkan apresiasi yang luar biasa, semua orang mengakui bahwa dirinya bukan hanya wanita dengan tubuh satu hati tetapi otak yang mumpuni.
Dia puas, ini adalah balas dendam pertamanya, masih ada balas dendam selanjutnya.
Pujian demi pujian terlontar untuk Julia, Xia merasa cemburu dan ingin walk out dari ruang rapat, tapi Jack mencegahnya.
"Sayang, apa yang mereka katakan itu benar, hebat! jadi kau terima saja ya? tidak boleh marah, nanti aku akan memberikanmu tas branded keluaran terbaru, sebentar lagi kita akan menikah, tidak baik marahan, oke?" ujar Jack sambil terus memandangi Julia.
Xia semakin kesal, namun dia hanya bisa diam.
'Astaga, wanita itu membuatku gila! aku ingin sekali memilikinya, tidur dengannya sepertinya akan candu, apalagi dadanya terlihat sangat besar dan berisi, aku ingin itu!' gumam Jack dengan senyum smirk.
Dia tidak menyadari pesona mantan istrinya, dia yang rela meninggalkan Julia demi Xia, kini justru tergila-gila kepada mantan istrinya sendiri yang selama ini tidak ia sentuh.
__ADS_1
*******
#owalah Jack-Jack, othor Gedeg sama situ, reader gedeg kagak? yok timpuk berjamaah si Jack pake golok!