
Nando tidak melakukan hal yang seharusnya dia lakukan hari ini, dia lebih mengenaskan dari pria yang paling menderita di seluruh dunia.
"Apapun yang terjadi padamu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu."
Deg!
Kata-kata ajaib yang terucap dari mulut sang istri membuatnya sangat bahagia.
Pasalnya, dia takut kehilangan sang istri saat dirinya justru mendapatkan hal yang kurang baik seperti saat ini.
Bisa dibilang apa yang terjadi padanya adalah sebuah karma, karma yang akan membuat pria cassanova lebih berpikir realistis dalam melakukan segala tindakan, tidak menjadi orang yang egois hanya karena memikirkan kenikmatan dunia saja. Pria semacam ini akan membuat para gadis malas mendekatinya, apalagi mengetahui jika Nando memiliki sebuah penyakit.
Penyakit yang akan menggerogoti inti tubuhnya.
..
"Juli, maafkan aku selama ini melakukan tindakan yang salah! aku berusaha keras untuk meninggalkan kebiasaan yang buruk, mungkin itu aja dan menunjukkan kekuasaannya. Aku merasa mendapatkan ujian keteguhan hati," ucap Nando pasrah.
"Sudahlah, ada hikmah dibalik semua itu. Aku tetap menjadi istrimu dan aku akan menemanimu. Kau tidak perlu mengkhawatirkan banyak hal, kau hanya harus fokus dengan milikmu saja agar cepat sembuh, oke suamiku?" cakap Julia memberikan dukungan penuh terhadap sang suami.
"Hm, sejujurnya aku malu, tidak seharusnya aku meremehkan takdir Tuhan." Nando masih meratapi apa yang terjadi.
__ADS_1
Namun, Julia langsung memeluk tubuh sang suami.
Dia mengecup bibir itu dan memejamkan matanya, kedua orang itu terlibat pertautan yang cukup kuat.
Tidak ada adegan dewasa sama sekali, kecupan mesra yang penuh makna.
Nando menangis, ini untuk pertama kalinya bagi Juli mendapati seorang casanova gila macam Nando mampu menangis tanpa henti.
Juli menahan tengkuk Nando dan melanjutkan kecupan panas itu.
Airmata mengalir disela panasnya pertukaran lidah itu.
"Maaf baby!" ucap Nando sambil melepaskan pertautan itu dan memeluknya erat.
"Jangan sedih, aku akan menelpon dokter pribadimu, mana ponselmu?" tanya Julia.
"Ini," jawab Nando.
Ponsel sang casanova telah berada di tangan sang istri, kini giliran Juli melakukan tugasnya.
Sang istri melakukan panggilan telepon kepada dokter pribadi Nando.
__ADS_1
Panggilannya seketika tersambung.
"Halo?" sapa Julia.
"Halo, Nona, Ehm ... ini pasti kekasihnya Tuan Nando ya? yang ke berapa? 1,2,3,4 atau 5? sudah lama sekali tidak memeriksakan kesehatan? apa sudah ganti dokter?" tanya sang dokter pribadi Nando yang belum mengetahui jika Nando sudah tobat.
"Bukan gadis 1,2,3,4 dan 5, aku istrinya," jawab Julia menekankan kata istrinya.
"Owh, maaf ... aku tidak tahu jika Tuan Nando sudah menikah, maaf Nyonya. Hm, syukurlah jika Tuan Nando mau menjalani kehidupan rumah tangga yang ribet baginya."
Sang dokter menceritakan mengenai Nando yang enggan menikahi para gadisnya oleh sang casanova yang hanya ingin kenikmatan dunia saja.
"Dia sudah berubah, dia suamiku sekarang," ujar Julia sambil menatap wajah suaminya yang sumringah.
"Syukurlah! Tuhan telah membuka pintu hati Tuan Nando, btw ada apa ya Nyonya Nando tiba-tiba menghubungiku?" tanya sang dokter.
"Senjata suamiku bengkak, tolong periksa dia." Julia mengatakan keluhan sang suami..
"Wah! ini gawat! aku akan on the way kesana!"
"Baik dok!"
__ADS_1
Julia mulai ketar-ketir mengenai prasangkanya, tapi dia tetap berusaha bangkit dan tetap mendoakan yang terbaik untuk suaminya.
******