
Sang ayah telah enyah dari hadapannya, kini giliran sang OB tampan yang menggoda Nona Julia, meski tak sevulgar Tuan Heleas, tapi mampu membuat Julia menahan tawanya, berkali-kali Nando ingin menggenggam tangan Julia, namun wanita itu mencegahnya karena mata Carlos sedari tadi mengamati gerak-gerik keduanya.
Sampai hal yang paling ditakutkan Julia, kejadian juga.
Carlos beranjak dari tempat duduknya kemudian berjalan yakin menuju tempatnya duduk.
...
Kini Carlos berada di depan Julia dengan menggeser tubuh OB abal-abal itu.
"Maaf Tuan OB, aku ada urusan dengan Nona ini, mumpung rapat akan kembali dimulai 10 menit lagi, izinkan aku mengajukan berbagai pertanyaan padanya," pinta Carlos dengan tatapan tajam dan serius.
"Oh, baiklah," ujar Nando yang memilih pergi agar Carlos tidak mencurigainya.
Nando sudah pergi, kini hanya ada Carlos dan Julia.
"Nona, apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Carlos.
"Belum, maaf! saya tidak terbiasa berbicara dengan orang yang belum pernah saya kenal, saya sering berbicara dengan banyak orang yang saya kenal tapi mereka hanya berbohong dan tidak mengatakan hal yang sebenarnya, tolong! anda kembali ke tempat duduk anda, sebelum saya meminta Tuan Heleas datang dan menegur anda karena telah mengganggu saya," sahut Julia yang akan merubah kepribadiannya wanita yang tangguh dan tegas.
Dia tidak ingin terlalu menanggapi apa yang ditanyakan oleh Carlos, dia juga tidak ingin dikatakan murahan karena dekat dengan banyak lelaki setelah muncul di rapat hari ini.
Belum sempat Carlos pergi, Jack tiba-tiba muncul dia mendorong tubuh Carlos dan langsung meraih tangan Julia, dia tanpa rasa malu mencium punggung tangan Julia, tepat di depan mata Xia.
__ADS_1
Dia kesal, namun Xia tidak ingin terlalu memusingkan hal ini karena dia sedang berbicara dengan om ganteng yang telah banyak uang karena pelayanan luar biasa Xia.
"Om, aku ingin tas baru, yang mahal! beli kan ya? aku sedang kesal dengan calon suamiku karena dia membuatku cemburu tepat di depan mata, kalau bukan ingin menguasai rumah dan harta miliknya, mana mungkin aku mau menikah dengan kakak iparku! harusnya semuanya jadi milikku dan aku akan menendang kak Jack dari rumah itu," ujar Xia.
"Tenang saja sayang, aku akan membawakan mu berlian dan permata untukmu," jawab si om-om.
"Wah terima kasih om," ujar Xia sangat gembira, tapi hati sakit.
Namun di saat rasa sakit itu, dia menatap sosok Carlos yang membuyarkan nya.
'Carlos, dia itu pria macam apa ya? Hm ... apa aku harus kembali padanya juga agar bisa menumpuk harta lebih banyak?' batin Xia yang hanya ada harta dan tahta.
Sorot matanya tajam menatap dua pria tampan sedang bersitegang karena sesuatu.
Dia memilih untuk keluar dari ruangan itu dan menuju ke toilet karena dia ingin BAB, rasanya sangat tidak nyaman.
Apalagi terdengar suara kentut yang tak tertahan.
...
Sedangkan di depan sana masih berlanjut tentang Carlos yang tidak menyukai tindakan Jack yang mata keranjang.
Jack itu juga memberinya luka, pria itu telah merebut Xia, meskipun kini Carlos lebih bahagia tanpa Xia.
__ADS_1
"Aku tidak suka kau menyentuh wanita itu, dia sedang berbicara denganku, tapi kau tiba-tiba datang dan bertindak kurang ajar!" cakap Carlos sok cool.
Kedua pria yang sama-sama mengidamkan Julia, saling bertatap.
"Kau siapa memangnya? aku lebih dahulu menyapanya tadi di depan kantor, jadi dia milikku," ungkap Jack terlalu kepedean.
'Astaga Jack, kenapa dia menjadi tidak waras seperti ini? apa yang dikatakan Xia kepadanya hingga Jack semakin lama semakin brengsek saja?,' gumam Julia tidak habis pikir dengan apa yang dikatakan oleh Jack.
Julia sebenarnya jijik kala Jack menyentuh punggung tangannya, namun Santos mengatakan tetap tenang.
"Aku adalah mantan kekasih calon istrimu, kau itu bodoh! lebih memilih Xia dan menceraikan istrimu? padahal setahuku, istrimu lebih dari Xia, otakmu pindah kemana? fantat atau ke dengkul?" ledek Carlos.
Perkataannya sungguh pedas, membuat Jack tidak terima, dia ingin memukul wajah Carlos tapi si pria langsung menangkisnya.
Saat dua orang itu kembali bersitegang, Tuan Heleas masuk ke dalam ruangan rapat karena urusannya dengan perut telah usai, namun perutnya merasanya bergemuruh.
Tidak beberapa lama kemudian, Jack merasakan ada yang akan keluar tanpa permisi sampai suara kentut tak tahu malu menggema begitu dahsyatnya dengan bau yang amat menyeramkan.
Jack berlari menuju kamar mandi, dengan suara rasa pengap di dalam perutnya.
"Astaga! kenapa dengan usus besar ku? apa aku salah makan?"
Pret ...
__ADS_1
Suara kentut kembali menggema, dia berlari menuju toilet pria.