Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Rindu berat


__ADS_3

Nando pergi begitu saja meninggalkan Santos yang masih berdiri di depan pintu utama.


Langkah kakinya sesuai dengan kata hatinya, Nando ingin ke kamar pribadinya dalam rangka merenungkan apa yang baru saja terjadi.


KLEK!


Sang casanova membuka pintu kamarnya, dia berjalan seperti orang yang tak memiliki gairah kehidupan.


Bug!


Dia menjatuhkan diri di atas ranjang empuk dalam posisi terlentang. Nando menatap langit-langit kamarnya, dia mengingat perjalanan hidupnya saat masih berusia lima belas tahun sampai sekarang.


Nando alias Steve Heleas adalah seorang pria dengan kekayaan turun temurun tujuh turunan tidak akan habis. Ibunya bernama Jeslin Haleas dan sang suami Tuan Heleas. Dia adalah anak tanggal, terlahir dari anak seorang pria casanova, membuat jiwa maskulinnya terlihat jelas sejak usianya lima tahun, dia dikelilingi oleh emak-emak yang notabene orang tua dari gadis-gadis kecil di Tadika tempatnya bersekolah.


Hal ini berlanjut hingga ke dunia SD-SMP-SMA-Kampus.


Nando memang cerdas dan berkharisma, membuat semua kaum hawa dari kalangan bocah sampai emak-emak mengaguminya.


Soal teman wanita?


Dia memiliki banyak, semuanya rela menyerahkan jiwa dan raga untuk Nando, tapi waktu itu, semua gadis yang mendekatinya hanya ingin harta bendanya saja.


Nando merasa beruntung saat memiliki ayah bernama Tuan Heleas yang sukses besar dalam menjalankan bisnis properti. Si mesum juga memiliki sifat ini, menurun dari sang ayah, dengan kekayaan orang tuanya, dia selalu menebar pesona ke seluruh gadis, tapi tidak sampai di atas ranjang, kegilaannya hanya sebatas kiss dan mempermainkan lembah para gadis dengan jemarinya yang tak kalah handal.


Hal ini terus terjadi sampai dia lulus kuliah, nah saat inilah kegilaannya mulai meningkat dua level.


Dia berani berhubungan dengan para gadis cantik, bergonta-ganti, selama dua bulan dia sudah meluncurkan rudal, serta memuntahkan lahar panas penuh gairah di mulut partner ranjangnya. Nando jarang melakukan pelepasan di dalam rahim, dia tidak ingin terlalu resiko karena amunisi rudalnya adalah yang top nomor. Dia belum ingin anak, masih bersenang-senang tanpa harus memikirkan benihnya tubuh di rahim partner ranjangnya.

__ADS_1


Apalagi sang ayah mengangkatnya menjadi wakil direktur di perusahaan propertinya, kegilaan Nando semakin tumbuh subur karena tiap hari di pupuk.


Semua koleganya, selalu memberikan iming-iming gadis cantik, seksi kepadanya sebagai alat untuk melancarkan usahanya.


Akan tetapi, tidak semua gadis cantik nan seksi itu ia jamah.


Kalau urusan pekerjaan, dia cukup profesional.


Nando hanya akan setuju kerjasama dengan kolega A atau B, dengan catatan perusahaan itu memiliki track record yang baik, bersih dari kasus hukum manapun.


Tuan Muda Nando mengerjapkan matanya, mengakhiri ingatannya melewati lorong waktu kehidupannya yang penuh dengan kenikmatan duniawi.


"Aku adalah pria tidak tahu diri jika melepas Juli untuk kelima aset yang aku jaga selama 5 tahun ini. Aku pria bejat, Juli adalah gadis mandiri serta kuat. Diriku adalah pria bodoh jika tak mau berubah dalam beberapa hari ini, dengan menikahi Juli, aku secara otomatis akan lebih condong kepadanya, secara dia adalah wanita incaran-ku sejak usia 10 tahun. Fix, aku akan meninggalkan kelima gadisku dan bersama Juli, setia kepadanya, entah apa yang akan terjadi di masa depan, pada intinya aku akan merubah sifat gilaku yang mudah tertarik dengan gadis seksi dan cantik."


Nando sedang menimbang-nimbang keputusan besar dalam hidupnya, dia tidak ingin salah langkah.


"Sial! aku rindu padamu baby, harusnya kau sudah ada di pelukanku, memanjakanku. Haissh! kapan pagi tiba! tak bisakah matahari terbenam dengan cepat?" Nando mengomel, pikirannya dipenuhi oleh wanita yang akan segera ia nikahi.


Nando berinisiatif untuk menelepon Julia, toh kini keduanya sudah semakin dekat, tidak ada salahnya untuk bertanya kabar.


"Tunggu, apa dia bisa menjawab panggilan telepon dariku?" Nando kembali berpikir, dia mengobrak-abrik isi kepalanya agar menemukan ide.


"Oh ya, aku akan menelepon dokter saja, biar dia menyampaikan kepada Juli."


Sang casanova kemudian melakukan panggilan telepon terhadap dokter yang merawat J, untuk kesempatan kali ini, si dokter segera menjawab panggilan telepon darinya.


"Ada apa Tuan meneleponku?" tanya si dokter.

__ADS_1


"Aku minta tolong berikan ponselmu kepada gadisku," pinta Nando.


Sang dokter sudah memahami keinginan Nando.


"Oke, kebetulan aku sedang berada di ruangan Nona Juli, silakan jika ingin mengobrol," jawab si dokter.


"Oke dok," tukas Nando dengan raut wajah yang sumringah, seperti baru saja mendapatkan amunisinya.


Beberapa detik kemudian ...


Suara cantik yang terdengar, sungguh menggetarkan hati sang casanova. Dia tidak mampu berkata-kata, lidahnya kelu.


"Nando? Nando? apa kau baik-baik saja?" tanya si penelepon dengan suara lembut miliknya yang sangat ingin Nando dengar.


"Juli?" tanya Nando.


"Iya, ini aku. Ada apa?" jawab Juli.


"Aku rindu padamu baby," ungkap Nando, ini terdengar sangat manis.


"Kwkwkw untuk apa rindu?" Juli merasa geli sendiri, mana ada si casanova rindu padanya.


"Pasti ada maunya ya?" imbuh Juli curiga.


"Jangan kau kira aku ini ahli mesum, selamanya akan mesum. Aku murni rindu, tidak ada embel-embel ingin bermain bersama di ranjang." Nando mencoba berkata jujur, tapi agaknya Julia tak terlalu menganggap serius ucapannya.


"Cih, jurus baru ya?" ungkap Juli menerka.

__ADS_1


….


__ADS_2