
Nando memutuskan untuk menelpon Santos dan memberikannya pelajaran, pria tua yang setia kepadanya itu mampu berbohong dan tidak mengatakan apapun mengenai bisnis tersembunyi itu.
"Hey Santos!" pekik Nando, pria itu terlihat sangat kesal.
"Ada apa Tuan?" tanya Santos.
Dari suaranya yang tanpa rasa bersalah, membuat sang pelayan setia, mendapatkan amarah membara dari sang majikan.
"Kau itu salah, mengapa sok polos?"
Pria itu tidak percaya Santos mampu melakukan kebohongan dibelakangnya, Nando bahkan terus saja mengomel.
"Tuan, kau ini kenapa? sakit? atau Tuan Besar menghukummu?"
Masih dengan suaranya yang biasa saja, tanpa beban.
"Kau memiliki bisnis W.O, tapi tidak mengatakannya kepadaku? kau anggap apa aku ini?"
Nando marah, selama ini Santos tidak pernah berbohong, tapi kali ini kesalahannya tak termaafkan.
"Tuan Muda, ini bisnis tersembunyi Tuan Besar, dia dan Nona Christin Howard berencana menikah saat Tuan berusia 10 tahun. Akan tetapi, gagal karena suatu hal, jadi, dia menutupi semuanya dengan menyerahkan bisnis itu padaku. Aku tahu jika kesalahanku tidak bisa di maafkan, namun ini demi kebaikan Nyonya Besar. Waktu itu, Nyonya Jeslin sedang terpuruk, dia mendapatkan banyak teror dari simpanan Tuan Heleas, mereka tidak terima hanya Nyonya Jes dan Nyonya Christin yang akan menjadi istri sah Tuan Heleas," jelas Santos panjang lebar.
"Tapi mengapa kau hanya mengatakannya kepada Juli? jangan banyak alasan Santos!" ungkap sang casanova.
Dia masih belum percaya apapun, ini pertama kalinya sang pelayan setia berdusta kepadanya.
"Nona Juli akan meredakan amarahmu dan dia dapat dipercaya, aku tidak bisa mengatakannya secara langsung, Tuan pasti akan mengamuk."
Santos lebih memahami pria casanova itu, dia mengambil jalan tengah.
__ADS_1
Juli yang sedari tadi mendengar percakapan antara Nando dan Santos, membujuk Nando agar tidak marah kepada pelayan setianya.
Semua yang di lakukan Santos, merupakan wujud kesetiaannya kepada Tuan Heleas.
Nando diam sejenak, dia memikirkan sang ibu, bagaimana pun juga, sang ibu, adalah fokus utamanya selama ini.
Meskipun dia bejat, aneh rasanya jika dengan orang yang mengandungnya selama sembilan bulan, menimangnya, merawatnya dengan segala tekanan yang diberikan oleh simpanan Tuan Heleas, hidup bersama seorang casanova tidak mudah, Nando sendiri tak memungkirinya.
Setelah berpikir dengan jernih, Nando memberikan pengampunan kepada Santos.
"Oke, kali ini aku memaafkanmu, tapi kau jangan mengulanginya lagi," tukas sang casanova.
"Baik Tuan, terimakasih atas kebaikan hati Tuan Muda. Lain kali, aku akan lebih terbuka, tentang apapun itu. Ehm, Tuan? apa Nona Juli masih ada di samping Tuan?" tanya Santos berbisik.
"Ada apa?" sahut Nando sambil tersenyum ke arah Juli yang sedari tadi menatapnya, dia menyimak apa yang menjadi obrolan Tuan Muda dan pelayan setianya.
"Nona Xia datang kemari, dia mencari Tuan. Lalu ada berita heboh, Tuan Heleas ingin bertemu denganku, dia sepertinya kepo tentang Nona Juli, aku harus bagaimana Tuan?"
Nando terlihat kikuk, dia khawatir sang kekasih mendengar nama Xia.
"Baby, tolong ambilkan berkas di atas meja itu, aku butuh banyak refrensi untuk rapat besok pagi," pinta Nando.
Tanpa basa-basi, Juli beranjak dan berjalan menuju meja kerja sang casanova yang ada di pojok ruangan itu.
Saat Juli mengambil berkas untuknya, Nando memberikan informasi agar menuruti perkataan sang ayah, dia meminta Santos melaporkan apapun yang disampaikan sang ayah kepada pelayan setianya.
Santos mengiyakan permintaan sang Tuan Muda.
"Soal Nona Xia bagaimana? dia sudah mengetahui rumah Tuan, ini bahaya, pasti dia akan mengetahui siapa Tuan sebenarnya, ini bisa menghancurkan rencana balas dendam Nona Juli," bisik Santos cemas.
__ADS_1
"Kau tenang saja, rumahku memang sudah tidak aman untuk ditempati, kekecewaan Alea, Cantika, adalah penyebabnya. Mereka tidak terima saat aku tiba-tiba berubah, dia pasti membeberkan banyak informasi tentangku juga, tapi mereka belum mengetahui jika aku Steve Heleas," tukas Nando berbisik pula.
....
Nando terus berbicara dengan Santos tanpa menyadari kehadiran sang kekasih yang berdiri di hadapannya dengan mengulurkan tangannya sambil membawa berkas.
"Steve? ini berkas yang kau inginkan," ucap Juli.
Juli berulang kali memanggil nama Nando, tapi pria itu justru menutup mulutnya sambil terus berbisik, seolah-olah pembicaraan dengan Santos sangatlah rahasia.
"Steve?"
Sang wanita masih berusaha untuk memanggil sang kekasih namun tidak ada jawaban sama sekali, kali ini dia mencoba menepuk pundaknya.
Sang cassanova terperanjat, terkejut bukan kepalang.
Julia heran dengan respon sang kekasih yang berlebihan.
"Hey? kau ini kenapa? apakah sedang membicarakan para gadis? harus berbisik ya bicaranya? sampai mulutmu harus ditutup dengan tangan? kau melakukan semua itu seperti sebuah rahasia yang tidak boleh diketahui oleh siapapun," ledek Julia.
"Haha, aku dan Santos sedang membicarakan ayah, bukan sesuatu yang penting hanya saja pembicaraan yang lumayan intim dan sensitif, apa kau mau mendengarnya? Santos mengatakan bahwa ayahku itu memiliki banyak gadis dan dia sudah tidur dengan lebih dari 30 gadis muda, aku tidak mau kalah, aku sudah 50 gadis. Semuanya perawan dan kami melakukannya suka sama suka, apa kau masih ingin mendengar hal yang lebih gila lagi? aku seringkali melakukan gaya lebih ekstrim daripada sebelumnya, saat menghabiskan malam denganmu itu adalah malam ter-normal yang pernah aku lakukan, aku juga ...." Belum sempat sang casanova melanjutkan ucapan gilanya.
Julia sudah memberikan tatapan sinis.
"Astaga Tuan Nando si casanova legendaris, kau mengatakan itu seolah-olah aku adalah tembok. Dasar!" ucap Julia heran dengan pria di hadapannya ini.
Sang casanova tersenyum bahagia, dengan menunjukkan kegilaannya sang kekasih pasti tidak akan mempertanyakan hal lain lagi.
'Hahaha ... sekali-kali aku harus mengerjai nya juga,' gumam Nando puas saat melihat Juli geleng-geleng kepala karena kegilaannya.
__ADS_1
******