
Si tampan dengan gayanya yang cool berhasil menghipnotis setiap insan yang ada di rumah sakit tersebut.
Dia mendapatkan pujian dari semua orang. Tapi tak membuat dia bangga karena yang ada dipikirannya hanyalah Juli harus sembuh.
Tak ada yang lain.
Kaki kokoh super jenjang yang menumpu tubuh atletisnya, berjalan bak model papan atas.
Gayanya yang seperti ini, tak ayal membuat gadis manapun pasti bertekuk lutut.
Pria casanova yang tak hanya tampan, tapi juga kaya raya dan penuh pesona.
Segalanya telah ia miliki, tetapi satu yang selalu membuatnya kurang.
Kehadiran cinta kedua setelah ibunya, si gadis kecil J yang masih misteri keberadaannya.
Rasa cintanya terhadap si gadis pemilik pita aksen kupu-kupu bahkan sampai mendarah daging, itu sebabnya napsu dan hasrat yang ia miliki selalu hadir saat dia merindukan gadis itu, isi hatinya yang tak mampu di jangkau oleh gadis manapun.
"Andaikan Juli adalah J, aku pasti akan sangat senang. Perlahan tapi pasti, aku akan memutuskan gadis-gadisku kemudian akan membuka jati diriku, yang pertama mengetahuinya harus J," celetuk sang casanova yang kini sudah berada di mobil mewahnya.
Dia sedang berkhayal, betapa bahagianya dia saat berhadapan langsung dengan gadis kecil yang kini sudah beranjak dewasa, bahkan berumah tangga.
Yah, Nando melupakan status J yang sudah bersuami dan itu membuatnya pusing.
"Sialan! aku lupa jika dia sudah bersuami. Suaminya konon pria yang hebat, tapi dibandingkan denganku, pastilah lebih hot dan hebat aku." Nando masih berbicara sendiri di dalam mobilnya. Membanggakan dirinya yang mampu meniduri 5 gadis dalam satu harinya.
....
Acara menjenguk Juli sudah selesai, Nando merasa tenang saat melihat kondisi Juli yang sudah semakin membaik.
Kini satu hal lagi, urusan Cantika.
Si gadis berisik yang selalu meminta pernikahan kepada pria brengsek macam Nando.
Padahal Nando sendiri, tidak menganggap serius hubungan mereka yang sebatas pemuas hasrat semata.
Cantik adalah gadis yang ayu rupawan. Dia juga pewaris tunggal. Tapi pesonanya tak mampu membuat Nando terkesima.
Nando segera tancap gas, agar Santos tidak mendapatkan masalah karena harus memutar otak mencari alasan yang sesuai.
Sepanjang perjalanan ke rumah mewahnya, dia menelepon Cantik.
Si gadis pemuas hasrat itu tidak marah sama sekali, justru dia merasa senang.
__ADS_1
"Baby, thank you. Kau telah memberikan kado terindah bagiku." Dari suara Cantik, terdengar begitu manis dan menggoda.
Nando yang semula mengira akan mendapatkan masalah, kini merasa tenang. Berarti Santos sudah mengeluarkan segala jurusnya untuk mengendalikan Cantik.
'Haha, Santos memang bisa diandalkan. Akh, aku akan menambahkan 300 persen gajinya karena sudah membantu sang casanova mengendalikan gadis sulit macam Cantika,' batin Nando.
"Iya, nanti aku akan membelinya untukmu, tenang saja."
"No baby, bukan membeli. Santos bilang, kau akan mengajakku bertunangan."
Duaaarrrrr!
Seketika petir menyambar tepat di wajah Nando. Rasa bahagianya tiba-tiba berubah menjadi duka dalam sekejap saja.
Pantas Cantik tidak marah, hadiahnya saja pertunangan.
'Sial! awas kau Santos!''
Semula Nando bangga kepada pelayan setianya, tetapi kini berubah marah.
"Bukan seperti itu baby, bukan bertunangan baby, Santos salah bicara."
"Lalu?"
"Nanti kau akan mengetahuinya saat di Paris nanti, ini kejutan."
"Bukan, kau bisa mendapatkan yang lebih dariku."
"Tapi aku ingin kau."
"Kita jalani saja baby, aku tidak ingin terlalu membebani hubungan kita."
"Hanya napsu dan hasrat kah? hanya sebatas itu?"
"Dari awal aku sudah mengatakannya, hubungan kita memang sebatas itu saja. Tapi kau jangan khawatir, seperti biasanya, aku akan memberikan pelayanan yang memuaskan. Semacam, pergi berbelanja? atau berjalan-jalan berdua saja? atau makan malam romantis? kau pilih yang mana?"
Cara Nando merayu kadang terdengar klasik, tapi mampu membuat gadis simpanannya tergila-gila.
"Oke baby, terserah kau saja. Pada intinya, hanya kita berdua di sana, emh ... baby cepat kembali! aku tidak sabar ingin segera berlibur. Muah."
"Yes baby, muah!"
Panggilan telepon berakhir, Nando tetap fokus menyetir meskipun tadi ada petir yang menyambar hatinya karena ulah Santos yang sembrono.
__ADS_1
"Awas kau Santos!" Nando kesal sekali, dia sudah menyiapkan hukuman untuk pelayan setianya itu.
*
*
Rumah mewah Nando...
Tak terasa, mobil mewahnya telah terparkir cantik di depan rumahnya.
Belum sempat sang casanova keluar dari mobilnya, seorang gadis cantik tiba-tiba saja muncul dan langsung masuk ke dalam mobilnya.
Gadis yang tidak sabaran itu tidak lain dan tidak bukan adalah Cantika.
Mengenakan t-shirt ketat dengan warna putih, jaket denim serta celana ketat, membuat penampilan Cantika terlihat casual, apalagi sepatu kets super mahal yang Nando belikan satu tahun lalu saat ulang tahunnya, membuat si gadis manis semakin fashionable.
"Baby, go!"
"Dimana Santos?"
"Dia sedang ada urusan, jangan cari dia!"
'Sial! awas saja kalau dia menghindariku!"
"Baby? jangan melamun? aku ada di sini."
Cup!
Cantik mengecup bibir Nando, seketika sang casanova terkejut.
"Apa yang kau lakukan?"
"Ha? baby? kau berubah secepat ini? why?"
Cantika heran dengan perubahan sikap Nando.
"Oh maaf baby, aku hanya sedang pusing. Semalam aku memikirkanmu, menyiapkan kejutan. Isi kepalaku hanya kau seorang," ucap Nando yang 100 persen dusta, namun Cantik selalu saja mempercayainya.
"So sweet baby." Cantik memeluk tubuh kekar Nando dengan senyum bahagia.
Nando hanya pasrah saat tubuhnya mendapatkan pelukan hangat dari Cantika, dia tidak seperti biasanya yang selalu agresif.
Saat ini dia merasa sangat canggung saat berbohong.
__ADS_1
Padahal, biasanya mulutnya sangat licin untuk mengumbar dusta.
….