Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Sandaran baru


__ADS_3

"Ibu, jangan pernah merasa sendiri, karena ada aku,Kak Julia, Kak Nando, dan Tuan Santos. Kami semua bersama ibu. Tidak ada satu pun orang yang akan menyakiti hati ibu lagi, sekalipun itu suami ibu sendiri, tenang lah, oke?" Ucapan Ferdinand sekiranya mampu membuat sang ibu baru merasa mendapatkan perlindungan dari orang-orang di sekitarnya.


Baru pertama kali ini, ada seorang pemuda yang mampu meluluhkan hati Nyonya Jeslin yang sangat rapuh kala membicarakan kehidupannya yang terlihat sangat sempurna diluar, namun luluh lantak di dalamnya.


"Ferdi, aku hanya ingin mengucapkan banyak terima kasih karena kau telah membuatku merasa menjadi orang yang berarti. Tidak ada hal yang lebih indah, selain di sayangi oleh keluarga sendiri. Terima kasih sekali lagi," ungkap Nyonya Jeslin merasa sangat bahagia.


..


Ferdin meminta ibu barunya untuk masuk ke dalam rumah karena sudah terlalu lama berada di luar. Dia ingin sang ibu berisitirahat, tapi saat berbalik, tiba-tiba ada Santos yang sudah mewek sedari tadi.


"Hiks," suara tangis Santos yang jarang ia tunjukkan kepada banyak orang.


Dia hanya akan menangis saat Nando tak memberikan izin untuknya pulang ke rumah akibat tugas Santos yang selalu menjadi pokok untuk Nando, pelayan paling setia Nando yang selalu berada di garis terdepan membantu menyelesaikan tugas-tugas penting sang casanova.


Meskipun dia tidak bisa bertemu langsung dengan anggota keluarganya, Santos bisa melakukan video call dengan sang istri dan anak-anaknya tercinta, so pasti berlinang air mata karena hanya mampu memandang dan berinteraksi lewat layar ponsel saja.


Keluarga Santos sudah memahami akan hal ini, mereka tidak akan banyak protes karena Nando melipat gandakan gaji yang akan Santos terima. Namun, tetap saja, dia menjadi orang yang paling mengenaskan karena jarang pulang kampung.

__ADS_1


...


"Nyonya? Tuan Ferdinand?" ucap Santos lirih, dia mengusap air matanya lalu mendekati Ferdin dan Nyonya Besarnya.


"Oh, Santos? kau kenapa? apa Nando berbuat kesalahan hingga kau pusing menghadapinya sampai harus menangis seperti ini?" tanya Nyonya Jes yang penasaran dengan apa yang terjadi pada sang pelayan setia.


"Aku sedari tadi mencari Nyonya, karena ada telepon dari sekretaris Tuan Heleas, dia mengabarkan ada orang yang mencarinya dan ingin bertemu," jawab Santos.


Kini ketiga orang itu dalam posisi saling berdekatan. Lalu, Nyonya Jes menjawab pertanyaan dari Santos.


"Siapa orang itu? biar aku yang mewakili Heleas, dia masih ada di rumah sakit," jawab Nyonya Heleas sambil menyeka air matanya.


"Oke, aku akan segera pergi ke sana menemui wanita itu, paling juga simpanannya Heleas, sudah hafal aku," ucap Nyonya Jes membuat Ferdin dan Santos kagum.


Mereka tidak pernah menyangka ada seorang wanita yang tegar dalam menghadapi kegilaan suaminya.


"Nyonya, anda baik-baik saja kan?" sahut Santos khawatir.

__ADS_1


"Hm, aku baik, memangnya aku kenapa?" cetus Nyonya Jes merasa tidak ada hal yang harus di keluhkan mengenai banyaknya wanita yang mencari Tuan Heleas.


"Aku terharu Nyonya, anda selalu saja baik dari dulu." Santos mengungkapkan rasa trenyuh saat menjadi saksi sejarah kesabaran Nyonya Jes menghadapi Tuan Heleas dan sang putra yang menggila dan menyakiti hati ibunya.


Dia kadang tidak terima, wanita sebaik itu mengalami kehidupan yang cukup menguras emosi, namun dia tetap tenang dan menerima segalanya demi kedua orang tua dan kedua mertuanya tercinta.


"Sudahlah! kau seperti baru kenal aku satu hari saja, sedih sekadarnya, bahagia juga sekadarnya. Heleas itu jodohku, dia tidak akan pernah mau bercerai denganku, mana ada orang secantik aku diceraikan, bodoh dia!" Sang Nyonya Jes mencoba berbesar hati dan tetap stay cool seperti biasanya.


"Iya benar Nyonya, anda memang luar biasa. Aku kagum dengan Nyonya Jes yang selalu sabar dan tegar menghadapi suami dan anak yang membuatmu pusing kepala, biarpun aku pun ikut pusing juga, setidaknya aku berkontribusi dalam meringankan beban Nyonya, aku sangat senang memiliki majikan seperti anda," cetus Santos penuh kebahagiaan.


Nyonya Jes tersenyum," Sudah ya memujinya, aku akan pergi ke kantor dulu bersama Ferdinand, kau jaga anak dan menantu serta rumah ini, oke Santos?" pinta Nyonya Jes.


"Siap Nyonya, laksanakan!" jawab Santos dengan penuh rasa hormat kepada Nyonya Jes.


'Hanya melihat senyum Nyonya Jes saja aku sudah bahagia, semoga Tuan Heleas mampu melihat ketulusan dan kesetiaan Nyonya Jes padanya, kebahagiaan selalu menyertaimu, Nyonya,' batin Ferdinand.


Dia akan selalu mendoakan sang ibu agar senantiasa bahagia disisa umurnya. Ferdinand juga berharap agar bisa menjadi anak yang baik dan berbakti kepada sang ibu baru.

__ADS_1


*****


__ADS_2