Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Fisik bukan patokan


__ADS_3

Ketegangan masih berlanjut kala Nando dan Tuan Heleas masih saja diam. Juli menjadi serba salah, tetapi tiba-tiba saja Tuan Heleas membahas tentang J, si gadis kecil yang sangat Nando cintai.


"Steve, apa kau sudah bertemu dengan gadis kecil itu?" ledek sang ayah, dia biasanya tidak akan membahas tentang gadis kecil atau J itu. Akan tetapi untuk kali ini, Tuan Heleas memang sedang mencari masalah.


"Mengapa bertanya tentang hal itu?!" tanya Nando heran.


"Kau dulu keukeuh ingin bertemu dengan gadis kecil yang sudah tumbuh dewasa itu kan? tapi sayangnya dia sudah menikah. Kau sok ingin melindungi dia padahal masih ada perawan yang mau denganmu," jelas Tuan Heleas menyayangkan.


Juli yang merasa menjadi gadis itu hanya mampu merem@s kedua tangannya.


Meskipun Nando brengsek, dia masih mau mencarinya bahkan menentang keluarganya.


Nando memberikan segalanya untuk Juli, jiwa dan raganya tanpa terkecuali.

__ADS_1


Tetapi memang, Nando adalah pria keras kepala yang sangat semangat dalam menjalani hidupnya.


Pria itu tidak pernah mengeluh karena kenikmatan surgawinya telah ia dapatkan.


"Aku sudah mendapatkannya, dia adalah gadis yang ada di sampingku." Nando menggenggam erat tangan Juli, dia lupa akan nama Manda yang sudah ia sematkan kepada Juli


"Haha ... namanya J, tetapi sekarang berganti nama menjadi Manda? kau itu sudah ditipu!! besok saat rapat telah dimulai, aku rasa calon istrimu akan menjadi bahan cemoohan para kolegaku." Tuan Heleas terlalu percaya diri jika Julia akan kesulitan dalam menyampaikan banyak hal mengenai bahan rapat.


"Kita lihat saja nanti, Kau terlalu banyak bicara Tuan Heleas, sekali-kali kau tutup mulutmu! daripada banyak bicara hal yang tidak penting." Nando memiliki banyak alasan untuk menyangkal setiap ucapan Tuan Heleas.


Dia memang merasa buruk karena respon sang ayahanda, tetapi dia lebih memilih memperhatikan perasaan ibunya.


Sang ibu telah merawatnya dari kecil dan menjadikannya seorang lelaki hebat, tetapi karena tingkahnya yang kurang ajar, semuanya menjadi tidak berguna.

__ADS_1


Gelar yang diberikan oleh pihak sekolah dan universitas telah memenuhi rak khusus yang  digunakan untuk menyimpan piala dan jejak prestasi yang Nando dapatkan.


"Haha ... lagi-lagi demi wanita itu," ucap Tuan Heleas heran akan pilihan sang anak yang jauh dari kesempurnaan.


"Iya, memangnya tidak boleh?" jawab Nando dengan percaya diri yang tinggi.


"Boleh saja, tapi sayang sekali, dia bukan wanita yang kurang tepat bagimu itu saja yang aku pikirkan saat Manda atau J masuk ke dalam rumah kita," ungkap Tuan Heleas. Dia merasa jika cinta yang diberikan oleh Nando hanya sekedar ingin memiliki ataupun menguasai harta miliknya.


Dia adalah pria pekerja keras jadi tidak akan membiarkan sepeserpun uang jatuh ke tangan orang lain.


"Aku memahami kesulitanmu, tapi jangan melawan ayah ataupun ibu," bisik Juli, dia tidak enak hati melihat pertengkaran karena kehadirannya.


Tuan Heleas merasa sangat aneh jika ada seorang wanita yang memahami perasaan seorang cassanova, apalagi penampilan fisik yang bisa dibilang jauh dari kata cantik, tidak ada orang yang benar-benar tulus mencintai. Semuanya hanya berdasarkan materi.

__ADS_1


"Mohon maaf tuan dan nyonya, saya merasa sangat aneh jika fisik menjadi patokan utama. Saya memang tidak secantik orang-orang di luar sana, tapi saya menjamin bahwa sikap saya terhadap kedua orang tua saya baik, saya menghormati kalian berdua."


.....


__ADS_2