
Xia, Tuan Heleas serta Jack masih bolak-balik ke kamar mandi karena usus besarnya yang tak bersahabat serta tak bisa dikondisikan.
Mereka bertiga hampir membuat acara rapat bak lawak.
Manda yang mengetahui bahwa apa yang terjadi terhadap 3 orang itu adalah sebuah hal yang disengaja oleh sang kekasih.
Julia yang ingin rapat selesai dengan estimasi waktu yang telah ditentukan, kemudian memulai rapat kembali dengan meminta pertolongan Santos serta Nyonya Jeslin.
Tugas Nando, adalah mengantar sang ayah memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat.
Carlos yang memiliki kesempatan lebih besar mendekati Julia, tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan emas yang ada dia selalu mengajukan pertanyaan agar terlihat lebih aktif dan mendapatkan perhatian dari Julia.
Pria itu menunjukkan kapasitasnya sebagai seorang bos, Julia mengetahui jika Carlos sedang memancing perhatian darinya.
Namun sang wanita tidak akan mudah jatuh ke dalam pelukan Carlos yang terlihat sangat tampan dan baik hati.
Lima belas menit rapat telah berlangsung, kini tersisa 5 menit lagi untuk sesi tanya jawab.
Julia mempersilakan orang selain Carlos untuk menanyakan beberapa hal tentang rapat hari ini.
__ADS_1
Seorang pria genit yang memang menunggu waktu untuk bertanya, langsung unjuk gigi.
"Aku, nona cantik," ucap si pria genit bernama Theo. Dia terlihat berdiri dan ingin menyampaikan pertanyaan seputar rapat hari ini.
"Silahkan apa yang ingin anda tanyakan Tuan!" pinta Julia tegas.
Julia meminta sang pria untuk segera bertanya.
Dengan segala jurus genitnya, Theo justru merayu Julia.
"Baby, aku hanya bertanya berapa nomor ponselmu? kau tinggal di apartemen nomor berapa? bolehkah aku bermain di tempatnya?" tanya si pria genit.
"Waktu anda sudah habis, silakan duduk kembali!" pinta Julia.
Dia memberikan senyum termanisnya untuk meledek Theo.
Theo sendiri tidak mau kalah, dia melakukan hal absurd lain dengan berjalan masuk ke depan untuk mendekati Julia.
Dia tiba-tiba saja bersimpuh di depan Julia, kemudian memeluk kaki jenjangnya dan meminta agar Julia memberikan nomor ponselnya karena dia tidak akan pernah bisa tidur saat belum mendapatkan nomor ponsel Julia.
__ADS_1
Santos tidak tinggal diam saat melihat calon Nyonya Steve, mendapatkan masalah.
Apalagi masalah yang ada di depannya sebuah hal yang lumrah dan tidak perlu diperdebatkan sebenarnya, Tuan Theo memang genit translate meminta nomor ponsel wanita cantik untuk dijadikan koleksinya.
Sebuah hal yang aneh dan baru saja didengar oleh Julia.
Sebelumnya, tidak ada yang mendekatinya atau meminta nomor telepon, ini kali pertamanya mendapatkan penghormatan dari banyak orang setelah merubah penampilannya.
Santos berusaha memisahkan tangan yang telah mengalung di kaki jenjang Julia. Bahkan Sang Ibu juga meminta beberapa anggota rapat untuk membantu Theo sekiranya dari kaki calon menantunya.
"Astaga Tuan, apa yang anda lakukan di bawah sana? ayo kita pulang setelah ini, ada banyak hal yang akan aku sampaikan kepadamu," pinta sahabat dekat dari Theo, pria tua yang kadang memiliki sifat seperti anak-anak.
Contohnya hari ini, pria itu telah membuat keributan tanpa ia sengaja sebelumnya.
Julia yang tidak tahu apa-apa harus terkena imbasnya.
'Hahaha, mimpi apa aku semalam? pria ini seperti tidak ingin kehilangan ibunya saja," batin Julia.
******
__ADS_1