Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Bertemu simpanan


__ADS_3

Saat keduanya menikmati indahnya sinar kembang api, tiba-tiba datang dua gadis muda dan langsung menampar Nando.


"Dasar pria kurang ajar! kau sudah lima kali tidur denganku, tapi ini yang kau perbuat! jahat!" ucap sang gadis yang merupakan mantan partner ranjang Nando yang ke 50.


Plak!


tamparan kembali mendarat.


Pria yang sedang duduk bersama sang kekasih, rasa malu akibat tindakan dua gadis yang bar-bar terhadapnya.


Dia menatap dua gadis yang ada didepannya sambil mengingat nama ataupun wajah itu, Nando sudah tidur dengan puluhan gadis ada dia sering lupa.


"Nilam? apa kau Nilam? dan kau adalah gadis dengan goyangan maut serta gaya punggung yang luar biasa, ya aku saat ingat hari ini!" ucap Nando percaya diri.


"Aku bukan gadis itu!" jawab gadis 1.


"Aku juga sama, aku ingin kau segera bertanggung jawab!" desak gadis 2.


Julia yang udah teman dengan ini justru menahan tawanya.


"Kau mau selesaikan masalah ini secepat mungkin, aku ingin ke toilet karena kebelet," bisik Julia sambil beranjak dari tempat duduknya.


Nando menghadapinya sendiri dan Juli sama sekali tidak membantunya, sang casanova mendapatkan ganjaran karena ulahnya yang selalu membuat para gadis merasa dirugikan.


...


Saat berada di toilet ...


Di dalam toilet, Julia mendapati pemandangan yang tidak biasa.


Dia melihat sang adik sedang bercumbu bersama sang suami di dalam toilet itu.


Julia yang sedang dalam mode penyamaran, tetap tenang agar tidak ketahuan oleh mantan suami dan adiknya.

__ADS_1


Perlahan dia masuk kedalam salah satu bilik kamar mandi untuk buang air kecil.


Saat hal itu ia lakukan terdengar desa@...han yang meresahkan.


"Ah ... baby, lagi!"


Suara itu semakin lama, terdengar bising di telinganya.


'Sial! mengapa harus bertemu dengannya di sini? apalagi dengan adik yang tidak tahu diri seperti Xia,' batin Julia merasa harga dirinya terinjak-injak.


Setelah selesai dengan urusannya, Julia keluar dari bilik kamar mandi kemudian mencuci tangan di wastafel yang telah disediakan, dia berdekatan dengan mantan suami dan adiknya.


Xia kembali menggetarkan telinga Juli.


"Ah ... ughh ... ah!"


Suara Xia menggema begitu nyata saat punggung mulusnya mendapatkan sentuhan lembut dari Jack.


Julia menatap cermin, dia segera keluar setelah melihat dari pantulan cermin, bahwa gadis dan pria itu kembali masuk ke dalam permainan.


Menjijikkan!


....


Julia perlahan mendekati Nando yang tersenyum sumringah.


"Baby, mengapa kau bisa tersenyum lega? padahal sebelumnya sangatlah pusing," pungkas Julia dan Nando yang berbagai kursi bersama.


"Hm ... apakah kaumenjanjikan tidur bersamanya? ingatlah Steve! dengan tidur bersama, tidak akan pernah menyelesaikan permasalahan," tandas Julia.


Nando mengatakan bahwa dia tidak menjanjikan apapun hanya saja kedua gadis yang sudah menghabiskan malam dengannya, harus menelan pil pahit karena dia akan segera menikah.


"Setelah aku menjelaskan duduk permasalahannya, dua gadis itu merasa iba kemudian pergi begitu saja. Aku tidak melakukan apapun, menyentuh keduanya juga tidak!" ujar Nando merasa percaya diri.

__ADS_1


"Oke, mari kita pulang saja!" Sang gadis terlihat pucat, sepertinya tidak nafsu makan.


"Baby? apa kau marah padaku?" tanya Nando.


"Tidak, hanya saja merasa aneh," jawab Julia.


"Aneh bagaimana maksudnya?" tanya sang kekasih lagi.


"Aneh saja," jawab Julia merasakan kebahagiaan walaupun hanya sesaat.


Julia teringat akan hal menjijikkan yang baru saja ia alami, tiba-tiba saja Julia melihat sang mantan suami dan Xia berjalan menuju pintu keluar dengan mesranya.


"Kau lihatlah, dua orang gila yang sedang berjalan, mereka enaa-enaa di toilet!" bisik Julia.


Matanya mengarahkan Nando untuk menatap dua orang yang sedang dimabuk asmara berjalan sambil merangkul pundak dan pinggang.


"Sial, mengapa harus bertemu dia disini," ucap Nando lirih, dia merasa lega karena Xia tidak melihatnya.


Jika melihat, akan membuat runyam segalanya.


"Sayang? kau terlihat gugup? kau sebelumnya pernah melihat Xia? dia cantik dan seksi, apa itu yang membuatmu terpana?" tanya Julia sambil melipat kedua tangannya di dada.


"Haha ... mana ada, aku belum pernah melihat dia sebelumnya," pungkas Nando berbohong.


Dia belum mampu jujur.


Rasanya terlalu dini untuk mengatakan semuanya di depan sang kekasih.


"Lebih baik kita pesan makanan dan minuman, daripada diam saja," pinta Nando mengalihkan perhatian Julia untuk tidak bertanya banyak hal mengenai Xia.


"Oke, tapi kau hutang penjelasan kepadaku, aku belum percaya karena matamu berbohong!" tukas Julia terlihat marah dan kesal.


Dia merasakan dada yang berkecamuk saat mengetahui bahwa Xia dan Jack baik-baik saja. Apalagi gerak gerik Nando yang terlihat mencurigakan saat melihat Xia, sang kekasih seperti cemas yang berlebihan.

__ADS_1


******


__ADS_2